Monday, June 11, 2012

Strategi CEO Baru Bakrie Group Menjadi Global Company

Artikel ini saya tulis untuk mengikuti lomba blog dalam rangka memperingati HUT Grup Bakrie ke 70 , dengan tema  “Seandainya Saya Jadi CEO Grup Bakrie” yang diprakasai oleh salah satu penerus Bakrie Group yaitu Bapak Anindya  Bakrie.



Sekilas  Bakrie Group

Bakrie Group adalah sebuah konglomerasi asli Indonesia yang punya sejarah panjang selama 70 tahun berkiprah dalam percaturan bisnis Indonesia. Bisa berumur 70 tahun bagi sebuah korporasi di Indoensia merupakan sebuah bukti nyata bahwa perusahaan bisa survive dan terus tumbuh berkembang.

Dimulai dari usaha jasa perdagangan komoditas yang didirikan oleh almarhum Achmad Bakrie pada tahun 1942, kemudian diteruskan oleh generasi kedua yang dikomandani oleh Aburizal Bakrie atau yang sering kita kenal sebagai Ical, dalam fase inilah perusahaan ditransformasi dari perusahaan keluarga menjadi perusahaan modern lewat aksi perseroan dengan mencatatkan sahammnya di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) pada tahun 1989  dan pada tahun 2008 Bakrie Group menfokuskan diri menjadi perusahaan investasi.

Sebagai perusahaan investasi, saat ini Bakrie Group mengelola dan memiliki portofolio di tujuh sektor bisnis strategis yaitu infrastruktur, logam, agribisnis, telekomunikasi, batubara, oil & gas, serta sektor properti. Dari tujuh sektor bisnis tersebut Bakrie Group  memiliki ratusan perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung lewat anak usaha dan mencatatkan sebanyak 11 emiten di Bursa Efek Indonesia dan 1 emiten di Bursa efek London.

Sebuah tantangan dan peluang yang luar biasa besar jika seandainya saya menjadi CEO Group Bakrie, tidak mudah dan tidak kecil energi yang saya butuhkan untuk mengelola Bakrie Group tersebut. Tetapi disitulah menarik dan seksinya posisi CEO Bakrie Group, dengan menempati posisi tersebut jiwa dan kemampuan leadership dan entrepreneurship kita diuji dan dibuktikn. Sebab seorang pemimpin sejati harus berani menerima tantangan dan mengambil peluang walau penuh resiko sekalipun. Ibaratnya sebagai nahkoda dikapal besar CEO Bakrie Group harus mampu menyeberangi bukan hanya sungai bengawan solo yang tenang, tetapi harus juga mampu menyeberangi samudera yang penuh dengan angin kencang, ombak besar dan cuaca yang tidak menentu. 

Memasuki umur yang ke 70 tahun sudah saatnya Bakrie Group bukan saja eksis di level Indonesia tetapi harus menjadi perusahaan kelas dunia (Global Company) yang disegani dunia serta menjadi kebanggaan bangsa Indoensia.  Untuk itu diperlukan upaya yang sistematis dan strategis dalam mencapi posisi tersebut, sebagai CEO Bakrie Group saya menggunakan analisa S-W-O-T untuk bisa mendefinisikan strategi-strategi yang akan saya jalankan tersebut.

Ada tiga tahapan atau step dalam metode analisa SWOT yang saya lakukan pertama, menelaah isu-isu startegis Bakrie Group, kedua, Analisa strategi SWOT, ketiga, Implementasi dan monitoring.

Step #1 : Isu-isu Strategis Bakrie Group

Dalam beberapa tahun belakangan ini banyak berita baik negatif dan positif yang menyertai perjalanan usaha milik keluarga Bakrie tersebut, berita negatif yang bisa berpengaruh terhadap kepercayaan baik investor dan stakeholder tersebut, seperti kasus Lumpur lapindo, Bakrie Life, kasus pajak di perusahaan batubara bakrie group. Namun disisi isu negatife tersebut ada banyak berita positif seperti dari perusahaan Bakrie Telecom (BTEL) yang dikenal sebagai operator yang terjangkau oleh masayarkat bawah,  juga atas inisiatifnya menerapkan Green ICT.

Ada juga berita positif yang paling terbaru adalah keberhasilan yang patut diapresiasi kepada manajemen Bakrie Group yaitu berhasil melakukan proses kuasi reorganisasi buat Bakrie & Brothers (BNBR) serta ditambah dengan masuknya BUMI Resources dalam Forbes Global 2000 dimana Forbes menilai perusahaan dari sisi penjualan, laba, aset dan nilai pasar, bukan hanya itu saja Bakrie Group juga berhasil melakukan kerjasama dengan pemerintah Nigeria untuk investasi di negara tersebut. Melalui berbagai prestasi yang didapat perusahaan tersebut, akan semakin mudah dalam melakukan aksi–aksi strategis kedepan serta meningkatkan nilai kepercayaan terhadap shareholder dan stakeholder.

Step #2 : Analisa SWOT dan Strategi Bakrie Group

Analisa SWOT merupakan akronim dari Strenghts (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (kesempatan) dan Threats (ancaman). Berikut ini adalah penjelasan lebih detail mengenai kondisi situasi internal dan eksternal dari Bakrie Group dengan memakai analisa SWOT :

# Strenghts (kekuatan) : Nama Bakrie bukan saja dikenal dalam ranah politik, tetapi juga dikenal luas oleh para sumber pendanaan atau investor  baik yang bersifat personal maupun institusional ditingkat nasional dan internasional. Inilah sebuah kekuatan untuk memudahkan Bakrie Group dalam mengakses kebutuhan pendanaan disetiap  investasi yang telah dan akan dijalankan.

Jangka waktu usia 70 tahun bagi sebuah perusahaan sudah pasti memiliki budaya, sistem manajemen unggul, tim yang solid dan teruji. Dengan pengalaman panjang tersebut Bakrie Group memilih untuk fokus memiliki dan mengelola portofolio bisnis di tujuh sektor bidang usaha startegis.

Sebagai CEO Bakrie Group strategi yang saya gunakan untuk memaksimalkan kekuatan tersebut adalah
1.  Melakukan investasi yang memberikan bagi hasil maksimal, optimal dan berkelanjutan bagi perusahaan.
2.   Mendapatkan dana dari investor potensial seperti China, India, Timur Tengah, Afrika dengan mendirikan joint venture dan memanfaatkan situasi krisis di eropa untuk mengalihkan dana ke portofolio inti bisnis Bakrie group
3.    Memperluas akses sumber dana investasi dengan memperbanyak melisting emiten di beberapa pasar potensial seperti Hongkong, China, dan USA
4.   Menerapkan Good Corporate Government (GCG) dan LEAN Management untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas dan profitabilitas
5.  Membentuk Dream Tim, disertai proses kaderisasi berkelanjutan disetiap portofolio bisnis yang dimiliki dan dikelola
6.   Menambah kepemilikan saham diperusahaan yang berprospek jangka panjang, disertai pelepasan kepemilikan saham di perusahaan yang kurang prospek dan merugi. 

# Weaknesses (kelemahan) : Berita berita negatif yang selama ini dialamatkan ke Bakrie group mempunyai dampak kepada stakeholder dan shareholder, yang jika ditelaah lebih lanjut belum tentu kebenaran dari isu isu tersebut. Masuknya Aburizal Bakrie diranah politik bagai pedang bermata dua, disatu sisi bisa jadi kekuatan disatu sisi sebagai kekurangan.

Semakin banyaknya portofolio bisnis yang terdiversifikasi membuat sistem pengelolaan yang kompleks, bisa membuat Bakrie group tidak fokus, tidak seksi, lambat mengeksekusi peluang karena terperangkap dalam birokratisasi korporasi.

Oleh sebab itu sebagai CEO Bakrie Group strategi saya untuk memperbaiki kekurangan tersebut adalah : 
  1.  Menyelesaikan secara hukum atas kasus lapindo dan tetep berkomitmen membayar ganti rugi tepat waktu serta memperbaiki kerusakan fasilitas umum yang diakibatkan oleh Lapindo brantas. 
  2.  Mendorong sikap profesionalitas manejemen dengan menjauhkan dan membedakan aktifitas politis dengan aktifitas bisnis Bakrie group. 
  3. Menerapkan Lean Management Startegy untuk mengurangi kompleksitas dan resiko operasional 
  4. Menciptakan dan meningkatkan brand image, kualitas produk yang menjadi identitas brand produk andalan nomor satu dipasar nasional dan global.

# Opportunities (kesempatan) : Manejemen Bakrie Group saat ini telah sangat jeli dengan memasuki dan fokus kepada tujuh sector usaha yaitu infrastruktur, logam, agribisnis, telekomunikasi, batubara, oil & gas,  dan sektor properti. Sebagai Negara yang terus tumbuh secara ekonomi dan jumlah populasi, ketujuh pilihan sektor tersebut sangat sesuai dan cocok untuk iklim investasi Indonesia baik saat ini maupun masa depan.

Menurut analisa dan studi Standard Chartered, pertumbuhan ekonomi di negara-negara yang saat ini disebut sebagai negara-negara berkembang termasuk Indonesia, akan jauh lebih sigfinikan dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi negara-negara barat (maju).  Kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2030 akan berada di negara-negara yang saat ini disebut sebagai negara berkembang.

Dilihat dari trend dan prediksi Standard Chartered bahwa GDP indonesia akan menempati posisi kesepuluh pada tahun 2020 dengan nilai 3.2 triliun USD dan nomor lima pada tahun 2030 dengan 9.3 triliun USD. Sungguh sebuah peluang yang luar biasa besar bagi Bakrie Group untuk mampu bersaing dan menjadi generator (pengerak) bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Paling tidak empat sektor bisnis Bakrie Group yang paling prospek, yang bisa turut serta andil menjadi generator pertumbuhan tersebut yaitu sektor energi, telekomunikasi, agribisnis dan infrastruktur. Sebagai ilustarsi dari segi energi, pada masa depan kebutuhannya akan semakin meningkat dikarenakan pertumbuhan ekonomi baik kebutuhan domestik maupun industri, belum lagi penetrasi sektor telekomunikasi Indoensia seperti internet dan mobile masih rendah, ditambah infrastruktur jalan, industri dan perumahan yang masih jauh dari ukuran ideal saat ini. Semua itu adalah peluang yang bisa digarap oleh Bakrie Group.

Adapun langkah dan startegi yang dilakukan sebagai CEO Bakrie Group adalah :
1.    Melakukan investasi untuk menghasilkan inovasi produk energi yang ramah lingkungan, seperti Geo Coal dari  Bumi Resources group, membuat Biofuel dari kelompok Bakrie Sumatera Plantation, serta masuk ke bisnis panas bumi, dan energi terbarukan lainnya.
2.      Membuat digital infrastruktur lewat sinergi antara kelompok usaha infrastruktur dan telekomunikasi.
3.  Mendorong sinergi portofolio bisnis Bakrie Group, untuk aktif dan terlibat dalam  percepatan pembangunan di program MP3EI.

#Threats (ancaman): Untuk melakukan investasi di banyak sektor strategis diperlukan dana yang besar, sedangkan resiko dalam investasi tetep ada, sebagaimana dengan filosofi investasi semakin tinggi return, maka semakin tinggi pula resiko,  sehingga ancaman terhadap kegagalan investasi bagi Bakrie group besar. Belum lagi resiko operasional dari perusahaan yang diakibatkan oleh banyaknya usaha yang dimiliki dan dikelola.

Terdapat juga resiko kerusakan dan pencemaran lingkungan seperti lapindo brantas, pengundulan hutan akibat pertambangan dan perkebunan sawit, disamping itu resiko dari perubahan peraturan pemerintah terkait aktifitas usaha yang dimiliki Bakrie Group seperti pajak, aturan ekspor, izin eksplorasi, aturan pasar modal dan lain lain. 

Mengatasi hal tersebut diperlukan solusi cerdas dan penyelesaian tanpa bertentangan dengan hukum dan aturan yang berlaku baik di Indonesia maupun di negara tujun investasi Bakrie Group, adapun solusi yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :  
  1.  Menerapkan prinsip Good Corporate Government (GCG) secara ketat dan disiplin disetiap usaha yang dimiliki dan dikelol.
  2.  Menerapkan sistem pelaporan keuangan yang dipakai secara global dan memakai auditor pajak, keuangan yang terpercaya dimata investor dan pembuat aturan. 
  3. Merumuskan dan menerapkan sistem manejemen resiko secara transparan dan bertanggung jawab. 
  4. Fokus berinvesatsi di portofolio inti serta mengurangi investasi yang tidak sesuai dengan misi dan visi jangka panjang perusahaan. 
  5. Menerapkan best practice management sebagai contoh di sektor pertambangan menerapkan best practice mining.
  6. Menghasilkan produk yang ramah lingkungan atau green product.
  7. Membentuk social enterprise di tujuh sektor bisnis yang dimiliki untuk fokus melakukan inovasi-inovasi sosial seperti membantu UMKM, pendidikan,serta kesehatan.
 Step # 3 : Implementasi dan Monitoring Strategi

Setelah melakuakan analisa SWOT diatas, saya menyimpulkan dan meringkas strategi seandainya menjadi CEO Bakrie Group dengan mengimplementasikan STRATEGI 4G yaitu Global, Growth, Generator, dan Green.

Berikut adalah penjelasan singkatnya :


Global: Orang (People), Proses (Business Process), dan produk (Product) harus berstandar  global
Growth: Investasi yang dikelola harus selalu tumbuh dari sisi asset dan profitablitas
Generator: Portofolio bisnis yang tersebar ditujuh sektor dioptimalkan sebagai pengerak (generator) pembangunan ekonomi nasional, dengan sinergi antar perusahaan. 
GreenSetiap insan di Bakrie Group harus respek terhadap lingkungan, sehingga  proses dan produk yang dihasilkan ramah lingkungan dan berkelanjutan.
 

Strategi 4G diperlukan dalam rangka membawa Bakrie Group menjadi Global Company  Yang menjadi kebanggan Indonesia, sesuai dengan Tri Marta Bakrie yaitu Keindonesiaan – Kemanfaatan - Kebersamaan  

Untuk mencapai tujuan dan target perusahaan Bakrie Group menjadi Global Company, diperlukan dispilin dalam monitor serta evaluasi secara terus menerus dengan melibatkan semua insan Bakrie dan para mitra.

Bagaimana dengan ide dan pendapat anda  jika menjadi CEO Bakrie Group ?

Semoga bermanfaat,
Jiaxing, Zhejiang - China, 2012
Salam,

Aan Hunaifi

Thursday, June 7, 2012

11 Aturan Hidup Bill Gates


Bill gates dengan Steve Jobs

www.aanhunaificeo.com : Bill Gates (pendiri Microsoft yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia) pernah memberikan 11 aturan hidup dalam pidatonya di hadapan siswa-siswa sebuah sekolah menengah atas. Mungkin di antara kita sudah  ada yang pernah membacanya di tempat lain, tapi bagi mereka yang belum membacanya silakan menyimak kesebelas aturan berharga tersebut di sini :

Aturan 1: Hidup ini tidak adil - biasakan diri kalian dengan kenyataan ini!

Aturan 2: Dunia tak kan peduli harga diri kalian. Dunia hanya menginginkan kalian bisa menghasilkan suatu karya atau pencapaian SEBELUM kalian bisa merasa nyaman dengan diri kalian sendiri.

Aturan 3: Kalian TIDAK akan mendapat gaji besar begitu lulus sekolah. Kalian tidak akan bisa jadi seorang wakil presiden dengan fasilitas mobil sampai kalian benar-benar layak mendapatkannya.

Aturan 4: Jika kalian beranggapan guru kalian bersikap keras, tunggu  sampai kalian mendapat seorang bos.

Aturan 5: Jangan gengsi melakukan pekerjaan part-time. Kakek-nenek  kalian punya istilah yang berbeda untuk pekerjaan semacam ini - mereka menyebutnya peluang.

Aturan 6: Jika kalian berbuat salah, itu bukan kesalahan orangtuamu. Jadi jangan mengeluh karena kesalahan-kesalahanmu, melainkan ambil pelajaran dari kesalahan itu.

Aturan 7: Sebelum kalian lahir, orangtua kalian tidak bersikap membosankan seperti sekarang. Mereka seperti itu karena harus membayar tagihan-tagihan kalian, membersihkan pakaian kalian, dan  mendengarkan kalian bercerita betapa kerennya kalian. Jadi sebelum kalian menyingkirkan parasit-parasit dari generasi orangtua kalian, cobalah hilangkan dulu kutu-kutu di dalam diri kalian.

Aturan 8: Sekolah kalian bisa saja tidak memilih mana pemenang dan mana pihak yang kalah, tapi hidup TIDAK SEPERTI ITU. Di beberapa sekolah, nilai-nilai yang jelek bisa dihapus begitu saja. Mereka akan memberi  kalian BANYAK SEKALI kesempatan untuk memperbaiki kegagalan kalian. Hal ini TIDAK AKAN TERJADI di dalam kehidupan nyata.

Aturan 9: Hidup itu tidak terdiri dari semester-semester. Kalian tidak  akan mendapat waktu istirahat. Dan hanya ada segelintir pemberi kerja yang tertarik untuk membantu kalian dalam MENEMUKAN JATI DIRI KALIAN. Lakukan itu sendiri.

Aturan 10: Televisi BUKAN kehidupan nyata. Dalam kehidupan nyata, orang-orang malah harus meninggalkan kedai kopi dan bekerja.

Aturan 11: Bersikap baiklah dengani orang-orang nerd (baca: orang yang  jarang bersosialiasi dan lebih banyak berkutat dengan buku-buku pelajaran). Mungkin saja, salah satu dari orang-orang ini  akan jadi atasan kalian.

sumber :andriewongso.com

Sunday, June 3, 2012

Belajar Lawan Kemiskinan dari Novel Sepatu Dahlan




SURABAYA - Sepatu di kaki  Dahlan Iskan adalah kisah nan panjang. Dia tidak sekadar sepasang alas kaki, tetapi juga cita-cita yang mengiringi tapak demi tapak perjalanan hidupnya. Termasuk mimpi dan kesulitan hidup di masa lalunya. Kisah itulah yang diurai oleh Khrisna Pabichara dalam novel karyanya berjudul Sepatu Dahlan yang di-launching di sela-sela acara Car Free Day (CFD) di ruas jalan Darmo Surabaya kemarin pagi  (20/5).
    
Novel setebal 369 halaman tersebut bercerita tentang impian seorang anak desa yang tegar menghadapi takdir dan kemiskinan dengan cara kerja keras serta ketekunan. "Ini merupakan novel yang terinspirasi dari sukses Dahlan Iskan. Seorang bocah ndeso yang hidup kekurangan namun kemudian berhasil membalik keadaan menjadi pengusaha dan menteri yang top," kata Khrisna.
    
Judul Sepatu Dahlan dipilih, ujar Khrisna, tidak lepas dari mimpi masa kecil Dahlan yang sangat ingin memiliki sepatu, tetapi tidak kesampaian. Sebab, apa daya, ketidakmampuan secara ekonomi dua orang tuanya membuat kakinya tidak mampu merasakan bersepatu hingga memasuki masa-masa akhir studi di SMA. 
    
Turut hadir dalam acara peluncuran novel kemarin sang tokoh utama, yaitu menteri BUMN kelahiran 17 Agustus 1951, Dahlan Iskan. Seolah mengiyakan cerita Khrisna, Dahlan mengatakan bahwa saking miskinnya, saat bersekolah dulu dirinya tidak pernah menggunakan sepatu. Tetapi nyeker alias telanjang kaki ke mana-mana. 

"Saya baru dapat sepatu pada pertengahan kelas tiga SMA. Itu pun sepatu bekas yang sudah bolong bagian depan dan belakangnya. Cuma saya sudah sangat senang dan bersyukur sekali saat itu," kata Dahlan.
    
Entah karena rasa sayang atau eman terhadap sepatu itu, tidak jarang ketika berangkat sekolah, Dahlan menenteng sepatu dan memilih untuk tetap nyeker. "Itu dilakukan biar sepatunya tidak cepat rusak," kata Dahlan yang kemarin hadir ditemani dua orang cucunya,  Ayrton Senninha Ananda dan Khalisha Salwa Dinata.
 
Dalam launching yang disiarkan live di JTV itu, Dahlan juga sempat mengajak masyarakat untuk tidak sekadar mengeluh terhadap keadaan. Terutama kemiskinan. "Kemiskinan bukan untuk dikeluhkan. Tetapi dilawan. Bagaimana caranya? Kerja keras sembari terus berdoa adalah jalan keluar terbaik," ujar Dahlan yang langsung disambut applause dari ratusan masyarakat yang berkumpul di sana.

Setelah novel Sepatu Dahlan yang sekarang sudah beredar di banyak toko buku, rencananya Khrisna dan penerbit Noura Books akan menjadikannya trilogi. Edisi kedua dan ketiga adalah Surat Dahlan dan Kursi Dahlan. 



"Ini fasenya berbeda. Kalau Surat Dahlan banyak akan menceritakan bagaimana Pak Dahlan membangun kerajaan media dan sukses dalam berbisnis. Sedangkan buku ketiga akan berbicara mengenai Pak Dahlan yang juga sukses memimpin PLN serta sekarang menjabat sebagai menteri BUMN," kata Khrisna.
    
Sesudah tampil live, Dahlan yang kemarin menggunakan baju lengan panjang kuning berlapis kaus pendek berwarna biru muda serta dipadu  dengan celana training dan sepatu kets melayani permintaan tanda tangan di atas buku dari ratusan orang yang secara langsung membeli buku tersebut. "Antre ya. Sabar. Semuanya insya Allah dapat," ujar Dahlan.
    
Kesempatan itu juga tidak disia-siakan oleh masyarakat untuk berfoto langsung dengan ayah dua anak tersebut. Bahkan, Rila Umila, salah seorang pesenam yang datang ke area Car Free Day, cukup beruntung. Sebab, permintaannya untuk mendapatkan kaus berwarna biru muda yang dikenakan oleh Dahlan terkabul. "Wah makasih banyak ya Pak Menteri," kata Rila.
    
Lantas, mau diapakan kaus tersebut? "Nanti ini ndak saya cuci. Mau saya pajang di ruang tamu,  Pak," ujarnya sambil tertawa.
    
Sebelum tampil live dalam acara launching novel Sepatu Dahlan, dengan semangat pria pemilik akun Twitter  @iskan_dahlan tersebut berbaur dengan masyarakat untuk mengikuti senam bersama yang dipimpin oleh instruktur dari Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya

sumber : www.jppn.com

Inilah Daftar Kampus Pencetak CEO Terbaik



Untuk menjadi CEO Terbaik, disamping harus menjadi karyawan yang dimulai dari level bawah dengan fokus mengembangkan diri secara terus menerus, ada satu lagi syarat menarik yang disampaikan oleh  surat kabar Huffington Post yaitu harus memilih kampus yang benar dan sudah terbukti telah menghasilkan banyak CEO Terbaik di Bidangnya.

Menurut data US News & World Report, Harvard University mengoleksi 65 gelar yang diraih para CEO dunia, kebanyakan adalah master dalam administrasi dan bisnis (MBA). Selain Harvard, gelar-gelar akademik tersebut diraih melalui belasan kampus bergengsi lainnya. 

Berikut daftar 13 kampus pencetak CEO dunia seperti dilansir Huffington Post :

1. Harvard University : 65 CEO


2. Stanford University: 27 CEO 



3. University of Pennsylvania: 24 CEO

4. Columbia University: 18 CEO

5. University of Michigan--Ann Arbor: 14 CEO

6. University of Notre Dame: 14 CEO

7. University of Virginia: 14 CEO

8. Cornell University: 13 CEO


9. Dartmouth College: 12 CEO

10. Indiana University: 11 CEO

11. Northwestern University: 11 CEO

12. Rutgers University: 11 CEO

13. Massachusetts Institute of Technology: 10 CEO



Semoga suatu saat bisa masuk menjadi mahasiswa MBA disalah satu kampus terbaik diatas, Amien ya Rabba-l'alamien.

Semua TELAH-SEDANG dan AKAN Berjalan SEMPURNA atas iziny-NYA.

sumber : http://www.huffingtonpost.com

Friday, June 1, 2012

Resep Cespleng untuk BUMN Menembus Forbes Global 2000


Majalah Forbes kembali meluncurkan edisi Forbes Global 2000. Pada tahun ini, enam BUMN Indonesia tercatat di dalamnya. Keenamya adalah BRI, Mandiri, Telkom, BNI, PGN, dan Semen Gresik serta empat perusahaan swasta yaitu BCA, Gudang Garam, Bumi Resources Bank Danamon. Forbes melihat dari sisi penjualan, laba, aset dan nilai pasar. Sedangkan negara yang tercakup sebanyak 66 negara, dengan empat negara merupakan negara baru.

Kalau diteliti Data Forbes Global 2000 dari sektor bisnis dari 10 perusahaan paling untung di Indonesia ternyata didominasi perbankan hingga 5 perusahaan. Industri manufaktur hanya diwakili oleh industri semen dan rokok, selebihnya sektor telekomunikasi, migas dan tambang

Melihat daftar tersebut salut dan bangga ternyata ada perusahaan BUMN yang masuk dalam skala global dalam aspek raihan keuntungan dan prospek bisnisnya. Bagi orang yang agak pesimis melihat daftar tersebut mengatakan sudah wajar lah wong BUMN ikuw kan dimodalin sama APBN, lebih lebih yang masuk daftar adalah sektor Bank

Lain halnya bagi orang yang optimisnya agak kenceng dikit, pasti menanyakan mengapa kok  cuma 6 yang masuk 2000 Forbes? knapa ndak 20 atau minimal setengahnya dari jumlah BUMN yang masuk daftar itu? kita akan gemes, ketika melihat fakta bahwa jumlah BUMN kita  berjumlah 141 perusahaan, dan tidak semuanya untung alias rugi.

Sebagai contoh adalah Maskapai penerbangan Merpati yang setiap hari mengalami kerugian sebesar 3 M. Ini satu fakta yang menarik jika kita cermati, disaat ada maskapai swasta bernama Lion Air yang habis memborong Pesawat sebanyak 230 pesawat merk Boeing 737  senilai Rp. 195 Triliun.

Pertanyaanya adalah Mengapa Merpati bisa merugi sedemikian besar ? Apakah industri penerbangan yang lagi sunset ? Atau adakah  salah urus dalam menerapkan strategi bisnis ?

Tentu tidak mudah dalam menjawab pertanyaan tersebut ? Kalaupun bisa menjawab itu, saya  yakin Pak Boss BUMN akan segera memangil untuk di wawancara menjadi CEO Merpati, hehe, yang beberapa tempo lalu sempat heboh di media, bahkan sampai akan ada demo mogok gara-gara CEO merpati diganti.

Memang pelik kalau membicarakan urusan yang namanya pengelolaan BUMN, banyak hal hal non teknis lain yang ikut tumplek blek nimbrung, seperti politik, kepentingan kelompok,
kepentingan almamater dan tentu kepentingan pribadi dll.

Kembali ke awal diskusi tulisan ini, mengapa dari sekian banyak BUMN yang ada cuma ada  enam BUMN yang masuk daftar prestisius  Forbes 2000 ?


Sudah banyak para ahli baik yang ahli proses bisnis, ahli marketing, ahli keuangan dan  ahli strategi mengemukakan pendapatnya, namun kalau saya ambil kesimpulan terdapat dua hal utama  yang menjadikan penyebab kurang optimalnya BUMN kita yaitu Inefisiensi dan campur tangan pengendali Politk di negeri ini. Secara logika dasar memang yang mempunyai saham terbesar BUMN adalah pemerintah, pemerintah itu siapa? sudah pasti domain politik  yang kental di wilayah tersebut inilah pangkal dari masalahnya. Oleh sebab itu diperlukan konsep supaya bisa menambah lagi jumlah BUMN kita didaftar  forbes 2000. dalam tulisan ini, saya mencoba membuat tiga hal penting yang perlu dijadikan sebagai sebuah startegi tata kelola BUMN  adalah Clean, Lean dan Green,

Startegi pertama BUMN harus CLEAN,  Mengapa Harus Clean (Bersih) ? Bukan hanya konsumenn  saja yang ingin memakai produk dari hasil olahan pabrik yang bersih dan higienis, pekerja pun akan sangat nyaman dan sehat jika bekerja dilingkungan yang bersih. Kebersihan dalam proses produksi sangat vital, dari tampilan bersih inilah yang akan menambah nilai dari sebuah perusahaan. 

Dalam sebuah kesempatan survey tentang AMDAL beberapa tahun lalu di salah satu PMA Smelter di Gresik yang kebetulan bersebelahan dengan salah satu BUMN besar, saya menyaksikan sendiri bagaimana kondisi pabrik seakan akan kurang begitu terawat  lingkungan pabriknya, sehingga bukan saja membuat lingkungan tercemar tetapi nama baik BUMN itu sendiri yang kurang bagus dimata stakeholder

Jika dibandingakan dengan kondisi Pabrik yang saya survey pada waktu itu sangat jauh berbeda, mungkin karena pabrik tersebut saham terbesarnya dimiliki oleh Perusahaan Jepang jadi harus mengikuti standar dari Jepang yang memang terkenal sangat ketat dalam hal bersih bersih di Pabrik. Salah satu aktifitas yang terkenal yang dipopulerkan oleh budaya korporasi Jepang yaitu aktifitas 5S yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke dalam bahasa indonesianya bisa diartikan sebagai Sisih, Sapu, Susun Standarisasi dan Selalu dijalankan. Sudah terbukti dengan aktifitas 5S ini banyak perusahaan Jepang menjadi terbaik di bidangnya dan Jepang mampu menempatkan perusahaanya sebanyak  258 buah dalam  daftar Forbes Global 2000 tahun ini.



Disamping kebersihan dalam pabrik penting ada satu hal lagi yang tidak kalah pentingya yaitu Bersih (Clean) dalam hal Tata Kelola Perusahaan, BUMN harus menjadi perusahaan terpercaya, dari sisi People, Process dan Product dan jauh dari hal remang-remang. Atau dalam istilah pak Boss BUMN Dahlan Iskan, BUMN bukan hanya harus Clean tetapi juga harus Clear.

Strategi kedua adalah BUMN harus menerapkan PRINSIP LEAN. Sebagaimana tulisan saya sebelumnya bahwa lean merupakan proses untuk focus kepada aktifitas yang bernilai tambah dan mengurangi aktifitas yang tidak bernilai tambah atau pemborosan. Kita cukup apresiasi langkah akrobat ala koboi dari CEO BUMN saat ini Pak Dahlan Iskan, berani melakukan terobosan ( business as not ussual )dalam rangka mengurangi  hambatan baik dari sisi operasional maupun sisi Bisnis.  

Namun sebagaimana pada umumnya kalau orang yang sudah terlanjur posisi nyaman dan aman, diusik dengan kebijakan baru, pasti akan memperlakukan perlawanan dan itu terjadi dengan rencana interpelasi lewat DPR atas acrobat Dahlan Iskan.

Tapi walapun akan dihambat lewat jalur politik, namun Dahlan Iskan tetep percaya diri disamping karena mendapatkan backing full dari RI 1, Ada satu kekuatan yang tidak dimiliki oleh menteri menteri lain selain Dahlan Iskan yaitu Dahlan Iskan Menguasai Media Massa

Kembali ke konsep lean, Inefisiensi yang terjadi di BUMN bukan saja membuat BUMN tidak bagus secara keuangan, tetapi juga membuat produk yang dihasilkan tidak kompetitif. Kalau produk sudah tidak kompetitif akan ditinggalkan oleh konsumen, kalau sudah ditinggalkan konsumen otomatis tidak terjadi transaksi bisnis, hingga akhirnya antara pengeluaran operasional lebih tinggi dari pendapatan. Lama kelamaan akan merugi terus menerus. Dan ini sudah terbukti di beberapa BUMN terjadi saat ini, bahkan utangya jauh melebihi asset yang dimiliki.

Karena diawal tulisan ini saya pakai contoh industri penerbangan, saya mau mengambil contoh penerapan lean di industry ini, Kita semua pasti tau tentang maskapai Low Cost Carrier (LCC) Air Asia, dulu sewaktu dibeli oleh Tony Fernandes mempunyai kerugian luar biasa besar tetapi sekarang menjadi maskapai terbesar karena menggunakan prinsip Lean. Di segment full service kita juga pasti tahu Singapore Airlanes (SQ) didalam sebuah  diskusi bisnis, memperlihatkan ternyata biaya operational yang dikeluarkan SQ dalam setiap jam penerbangan merupakan yang terkecil sendiri diantara maskapai full service lainya, padahal sebagaimana kita tau Singapore Airlines merupakan masakapai yang terkenal karena service excellence dan kehandalan armadanya. Singapore Airlanes (SQ) bisa dikatakan sebagai maskapai Service Bintang Lima tetapi Biaya Operasional kaki lima.

Strategi ketiga buat BUMN adalah BUMN harus Go Green, Isu saat ini dan kedepan pada sebuah perusahaan adalah kesinambungan, Kunci pokok kesinambungan terletak kepada sejauh mana produk dan perusahaan focus dan concern terhadap aspek lingkungan.  Apalah artinya BUMN mempunyai profit yang mengunung jika aktifitas dan produknya merusak lingkungan, untuk jangka pendek mungkin bagus secara ekonomis tetapi dalam jangka panjang akan sangat riskan sekali.

Ada salah satu BUMN yang kebetulan sudah masuk daftar  Forbes 2000 yaitu Semen gresik group, menurut CEO dari Semen Gresik Dwi Soetjipto mengatakan, pabrik semen di Tuban (Jawa Timur) saat ini sudah menggunakan energi dari limbah sektor pertanian. Besarannya mencapai 5-8 persen dari total penggunaan energi. Dalam perkembangannya, ternyata limbah berbentuk sekam ini banyak dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk proses pembuatan batu bata. Semen Gresik juga mempunyai program Waste to Zero . Dalam program ini, produsen semen terbesar di Indonesia ini berencana mengolah 217 ton sampah di Kabupaten Gresik menjadi sumber energi alternatif. Langkah langkah tersebut patut diapresiasi dan diikuti oleh BUMN yang lain sehingga mampu menempatkan lebih banyak lagi posisi BUMN  di daftar Forbes 2000.

Sebagai akhir dari tulisan ini, yang namanya resep bisa saja langsung ces pleng berhasil, bisa juga tidak cocok, sama halnya ketika kita sakit terus diberikan resep oleh dokter ahli sekalipun, kalau memang belum cocok dengan kondisi pasien ya tidak ada gunanya alias tidak ada perubahan, yang terpenting adalah semangat untuk terus melakukan perbaikan terus menerus dalam mencapai keperkasaan BUMN di masa depan.

Saya yakin dengan sumber daya alam yang begitu melimpah, ditunjang dengan semakin banyaknya SDM yang berkualitas suatu saat BUMN kita akan menjadi salah satu motor pengerak ekonomi bukan hanya Indonesia tetapi dikawasan ASIA, dan saat itulah nama Indonesia disebut sebagai MACAN ASIA.

Kuncinya adalah melakukan kerjasama tim yang solid, sukses mengelola restrukturisasi, profitisasi, sinergi, serta bisa mentransformasi budaya kerja di seluruh BUMN RI. Setelah fase itu semua sukses dilakukan baru dilakukan fase Privatisasi, dengan syarat untuk BUMN strategis tetep dibawah pengendali negara.

Bagaimana sumbangan ide dan resep anda untuk BUMN ? semoga bermanfaat.

Jiaxing, China 2012
Salam,

Aan Hunaifi