Saturday, May 26, 2012

Makna Kesederhanaan Hidup bagi Mbah Sanari



”Hai anak muda, jangan santai saja, kalau ada penjajahan lagi kalianlah yang harus melawan. Sewaktu-waktu bisa saja dijajah lagi, harus selalu menyiapkan diri” (Sanari “Orang Pinggiran Trans 7”, 2012)

Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Usia senja Sanari banyak menggoreskan sejarah perlawanan terhadap penjajah di Indonesia di masa silam. Kini Sanari mulai melawan perjuangan untuk bertahan hidup karena himpitan ekonomi. 

Mbah Sanari tidak putus asa dengan kondisi yang ada, walaupun dulu perjuangan nya melawan penjajah ia tidak lari dengan kondisi saat ini. Sanari gigih berjuang melawan kemiskinan yang mendera pada keluarganya.  Di Dukuh Dermalaya RT 04/01 Desa Serang, Kec. Bojong, Kab. Tegal, Jawa Tengah Sanari tinggal dengan anaknya. 

Wati adalah anak yang setia mendampingi ayahandanya. Wati telah bersama ayahandanya untuk terus tetap berada disampingnya, Sanari tak pernah marah pada anaknya “Ngapain marah pada anak, karena tugas orangtua adalah membuat anaknya bahagia”. Ujar Sanari. 


Mbah Sanari kini menikmati senjanya dengan kesederhanaan. Sederhana memang membuat kita rendah, di mata para pihak yang mengukur kemuliaan dengan dunia. Ia kehinaan semu, tak ada ruginya. Sederhana dalam makan, meringankan badan. Sederhana soal pakaian, meringankan perjalanan. Sederhana dalam papan, meringankan perjuangan. Bagi Mbah Sanari itulah makna kesederhanaan.  

Di masa tuanya, Sanari bersyukur bisa menghirup udara kebebasan tanpa penjajahan. Namun tubuh rentanya masih terus berjuang karena hidupnya jauh dari kata sejahtera. Sapu lidi aren menjadi benda berharga bagi Sanari untuk ia tukar dengan rupiah. Setiap hari Sanari dan Wati anaknya berjualan sapu lidi. Wati membantu ayahnya dengan memotong pelepah daun pohon aren. Pohon aren sebagai bahan baku sapu lidi dibeli dari tetangganya seharga Rp.1000,-. Sanari tak pernah hutang pada tetangganya “Ngga boleh hutang, enak didunia namun tidak enal di Akhirat kelak”.


Sanari tak berani hutang kepada tetangga. Setiap hari Wati membantu menjemur sapu lidi aren tersebut, karena Sanari tahu bagaimana mendapatkan kualitas kayu lidi yang baik. Tak jarang saat sanari berjualan ia harus berjalan. Di usianya yang sudah rentan banyak orang yang merasa iba melihat Sanari harus berjalan menjajakan sapu lidinya. Beruntung banyak orang yang membantu Sanari mengantarkan kepasar untuk menjual sapu lidinya ke pasar tanpa pamrih. Sanari terkadang harus jalan menyelusuri jalan menuju pasar, saat lelah ia lebih memilih untuk naik pick-up untuk sampai dipasar wilayah tersebut dengan membayar 1.000,-. Pasar diwilayah itu menjadi saksi bisu perjuangan Sanari mendapatkan rupiah. 

Wati sering khawatir melihat ayahandanya harus sejauh itu untuk menjajakan sapu lidinya. “Sayah khawatir melihat ayah, karena takut barangkali dijalan, disenggol kendaraan roda empat maupun dua”. Wati merasa sedih karena ia hanya bisa membantu ayahnya semampunya saja. “ Tak jarang kami berdua hanya makan air saja”. Lelah menjajakan jualannya perut Sanari keroncongan, tapi ia harus mampu menahannya karena hasil jualannya belum laku. Orang sekitar sering menawarkan pada Sanari untuk makan. Sanari tak merasa enak jika ia harus menerima tawaran itu, dalam benak Sanari ia tak boleh mengeluh atau mengemis dengan kondisi yang dihadapinya.

Perjuangan hidup merupakan sesuatu yang harus dihadapi, Sanari salah satu Pejuang kemerdekaan melawan penjajah yang kini harus hidup dibawah garis kemeskinan. Impian yang sering muncul kala usia senja adalah naik haji. Tapi bagi Sanari mimpi itu sangatlah tidak mungkin, hasil jualan sapu lidi kini ia harus tabung untuk bisa berbagi mendapatkan sesuap nasi. Mimpi yang ia rangkai kini  Sanari berharap masih punya cukup waktu menabung, demi membeli kain kafan untuk bekal saat ia meninggal nanti.


SEMOGA KITA BISA BELAJAR MENGENAI ARTI HIDUP DAN MAKNA KESEDERHANAAN DARI MBAH SANARI

Sumber : https://www.facebook.com/pages/ORANG-PINGGIRAN-TRANS7/
              http://inspirasiperjuanganmu.blogspot.com

Thursday, May 24, 2012

Kisah Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang


Pengusaha Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Tanri yang sempat dijuluki sebagai 'manajer Rp 1 miliar' telah menanamkan perilaku kewirausahaan sejak masih umur 6 tahun.

"Saya karena terpaksa sejak umur 6 tahun sudah punya prilaku entrepreneurship," ungkap Tanri saat menjadi pembicara di acara Seminar Kewirausahaan di Highscope Indonesia, Jakarta, Kamis (24/5/12).

Berasal dari keluarga yang kurang berkecukupan, Tanri harus membanting tulang untuk menopang kebutuhannya sehari-hari. "Karena keluarga saya begitu miskin, seminggu saya jualan 1 sisir pisang cukup untuk jajan saya 1 minggu," tambahnya.

Selain itu, berlanjut ke masa SMA, jiwa kewirausahaan mantan Menteri BUMN ini makin menjadi. "Saya masuk sekolah menengah saya sudah mengetik sendiri dari sekolah saya stensil langsung saya jual," terangnya.

"Proses saya memang profesional tapi perilakunya entrepreneur," imbuhnya.

Tanri Abeng lahir di Selayar, Propinsi Sulawesi Selatan tanggal 7 Maret 1942, dari sebuah keluarga miskin. Ia belajar dengan keras, sambil juga mencari uang untuk menopang kebutuhan sehari-harinya.

Sikap tidak mau menyerahnya terhadap keadaan terbukti membuahkan hasil. Ia terpilih sebagai peserta program pertukaran pelajar American Field Service. Kemudian ia meneruskan kuliah di Universitas Hasanudin. Ketika jadi mahasiswa Tanri memperoleh beasiswa untuk mengambil Master of Business Administration dari State University, New York.

Selulus MBA, dimulai dari management trainee di Amerika Serikat, Tanri dalam waktu singkat pada usia 29 tahun sudah menduduki jabatan direktur keuangan dan Corporate Secretary di perusahaan multinasional tersebut.

Tahun 1979 Tanri pindah, menjadi Chief Executive Officer di Multi Bintang dan berhasil mengangkat perusahaan multinasional ini menjadi bintang pasar minuman di Indonesia. 

Tahun 1991 Tanri mencari tantangan baru dengan menjadi CEO di Bakrie Brothers, namun tetap diminta menjadi Non executive chairman di Multi Bintang. Di Bakrie ia juga melakukan turn around dengan melakukan restrukturisasi, profitisasi, dan akhirnya menjadi perusahaan publik.

Sementara itu, ia juga memegang banyak posisi senior non eksekutif di banyak organisasi kepemerintahan dan LSM seperti Komisi Pendidikan Nasional, Badan Promosi Pariwisata, Dana Mitra Lingkungan, Asosiasi Indonesia Imggris, Institut Asia-Australia, Yayasan Mitra Mandiri, dan sebagainya. 

Terakhir, ia dipercaya menjadi Menteri Negara Pendayagunaan BUMN dari 25 Mei sampai dengan 13 Oktober 1999. Saat ini Tanri lebih memilih fokus di dunia pendidikan, ditandai dengan dibangunnya Universitas bernama Tanri Abeng University.

sumber : www.detik.com

Saturday, May 19, 2012

Berapa umur ideal menjadi CEO Terbaik ?



Menarik sekali membicarakan orang nomor satu, baik itu di jabatan public maupun jabatan swasta di perusahaan seperti CEO. Kata pak Dahlan Iskan untuk urusan memilih CEO di BUMN saja sampai bisingnya minta ampun, bukan saja uang yang dikorbankan namun nyawa pun jadi taruhannya. Kebisingan itu bertambah-tambah karena masing-masing orang juga melobi kanan-kiri, atas-bawah, muka-belakang, termasuk melobi teman-teman dekat pak boss. 

Ya begitulah memang adanya, setiap jabatan selalu menjadi magnet dan menarik minat banyak orang, terelebih jabatan sekelas CEO. Tentunya banyak orang yang mau menduduki posisi paling strategis di perusahaan ini, dengan segala konsekuensinya. Ditulisan saya yang dulu ? Bahwa sebagai CEO bukan hanya prestise dan materi saja yang diraih tapi dengan menjadi CEO bisa dijadikan sebagai sebuah legacy pribadi selama masa hidupnya.

Perntanyaan selanjutnya adalah? Berapa umur yang ideal menjadi CEO ? Pada umur berapa saja para CEO terbaik meraih jabatan tersebut ? Bagaimana latar belakang dan hasil yang dilakukan oleh para CEO terbaik tersebut ? 

Berikut ini beberapa kisah menarik sepak terjang dari CEO terbaik yang pernah ada dan umur masing masing legenda dalam menjadi orang nomor satu di perusahaan masing masing. 


Kisah Pertama, Tanri Abeng (Manager 1 Milyar)
Karir profesional Tanri Abeng dimulai pada usia 26 tahun, segera setelah menyelesaikan pendidikan MBA di State University of New York (SUNY), Buffalo, NY, AS

Memasuki usia 29 tahun, Tanri telah diangkat menjadi Direktur Keuangan dan anggota dewan direksi termuda di dunia dari perusahaan multinasional ini. Untuk meningkatkan wawasan, Tanri ditempatkan di Singapura dengan membawahi urusan pemasaran di 62 negara.

Pada usia 37 tahun, sebelum kembali ke Indonesia pada 1979, Tanri dibajak Heineken produsen bir dari  Belanda, untuk menjadi orang nomor satu,  meskipun ia tidak bisa berbahasa Belanda dan tidak minum bir, Ia menjadi CEO perusahaan tersebut setelah wawancara selama 15 menit. 

Selanjutnya ia mengubah nama PT Perusahaan Bir Indonesia ke Multi Bintang Indoensia. Pada tahun 1982 itu mencatat laba sebesar Rp. 4 miliar, naik dari hampir Rp. 500 juta dibandingkan ketika ia bergabung. Mantan Menteri Pemberdayaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada era Presiden Soeharto yang juga seorang pengusaha. Pak Tanri telah meninggalkan blue print untuk pemberdayaan BUMN yang tersusun dalam road map berupa restrukturisasi, profitisasi, dap privatisasi yang disertai sistem berbasis best practice.

Menurut Tanri Abeng strategi perusahaan atau BUMN yang akan IPO sudah harus memiliki daya laba yang menarik untuk orang yang berinvestasi dan membeli sahamnya. Karena nilai saham diukur dari berapa kali pendapatan. Dalam salah satu buku biografi perjalanan hidupnya berjudul “No Regrets”  Tanri Abeng mencapai kesimpulan bahwa “pada suatu titik hidup tidak dapat setengah-setengah lagi”.

Sewaktu masih remaja, Tanri memulai cikal bakal tantangan hidup yang mulai dihadapi oleh Tanri yang dikenal sebagai Manajer Satu Miliar. Tanri berangkat dari keluarga petani yang tak berkecukupan. Ia adalah anak pertama yang menikmati pendidikan dari desanya. Di sekolah rakyat itulah perjuangan hidupnya dimulai dari menjajakan pisang dari hasil kebun orang tuanya.

Memasuki sekolah lanjutan, Tanri memproduksi bahan pelajaran stensilan yang dijual ke rekan-rekan sekelasnya. Setelah memasuki perguruan tinggi, ia berdagang kopi untuk pasar internasional. Ia sama sekali tak bermimpi menjadi manajer satu miliar dan model profesional.


Kisah kedua Sang Legenda CEO Abad 21, Jack Welch 
Jack Welch sudah bekerja jadi teknisi di General Electric sejak 1960. Ia mulai benar-benar dari bawah. Dengan usahanya yang luar biasa, Jack berhasil naik terus ke puncak. Umur 37 tahun, ia sudah menjadi Vice President di GE. Dan pada 1981, Jack menjadi penguasa di GE, sebagai CEO termuda dalam sejarah perusahaan ini.

Dianggap sebagai salah seorang CEO paling dinamis sepanjang masa, Jack Welch mengubah General Electric, industri elektronik tua yang dikepung para pesaing dari luar negeri, menjadi sebuah perusahaan kelas dunia yang menghasilkan keuntungan luar biasa bagi para investornya. Bahkan setelah pensiun, suara Welch masih terdengar di seantero dunia, ketika ia terus mengungkapkan isu mengenai manajemen korporat dan keberhasilan pribadi maupun bisnis. 

Selama memegang kendali sebagai CEO GE mulai dari tahun 1981 sampai 2001 telah meningkatkan nilai perusahaan sebesar 4000 % dari yang sebelumnya bernilai 13 milyar tahun 1981 dolar menjadi 500 milyar dolar pada 2001.

Secara strategis, Jack juga membuat struktur organisasi GE lebih ramping dan efisien. Selain menghabisi orang-orang dan anak perusahaan GE yang tidak produktif, ia juga memotong jalur birokrasi. Jack tidak pernah menyukai birokrasi. Ia lalu menciptakan "Boundary¬less System" pada awal 1990-an. Dengan sistem ini, seluruh sistem birokrasi akan habis-habisan diefisienkan, baik vertikal (atasan-bawahan), horizontal (antardepartemen), eksternal (pelanggan-pemasok), juga geografis (antarwilayah, nasional, maupun global).

Banyak yang dihasilkan dari sistem ini, yaitu peningkatan kualitas komunikasi, pemahaman antarbagian, meningkat¬kan efisiensi, memudahkan pe¬nyam¬pai¬an gagasan unggul dan ide kreatif, dan mengurangi konflik juga misko¬mu¬nikasi secara signifikan. GE jadi lebih sehat dan lebih cepat responsif. Motonya “Semua bisnis yang tidak punya harapan harus diperbaiki, ditutup, atau dijual.” Fix, Close, Sell!

Pada 1995, Jack menjalankan program besarnya yang baru, Six Sigma. Ini adalah sistem yang akan menciptakan keunggulan kinerja perusahaan, terutama dalam hal memuas¬kan kebutuhan riil pe¬langgannya. Ini dilakukan lewat program pening¬katan kualitas yang sistematis dan terukur dengan presisi tinggi secara statistik-matematis.

Salah satu kalimat yang terkenal dari sang pendobrak ini adalah :
”Sebelum Anda menjadi pemimpin, kesuksesan adalah tentang mengembangkan diri sendiri. Ketika Anda menjadi pemimpin, kesuksesan adalah tentang mengembangkan orang lain

Cerita hebat dan inspiratf lainnya adalah Sang Legenda CEO Terbaik Indonesia, 

Siapa lagi kalau Bapak Theodore Permadi (TP) Rachmat. Sang legenda TP Rachmat memang pantas disebut pemimpin utuh.  menjadi CEO Astra di umur 40 Dan menjadi CEO Triputra group di umur 63.

Ada dua fase kepemimpinan yang dilakoni TP Rachmat. Fase pertama saat menjadi profesional dengan posisi sebagai CEO PT Astra International dari 1984 hingga 2002. Fase kedua pascamundurnya dari PT Astra International dan kemudian beralih menjadi pengusaha dengan bendera PT Triputra Group yang berlangsung hingga hari ini dan entah sampai kapan berakhir.

Pada fase pertama selaku CEO PT Astra International, TP Rachmat menorehkan jejak yang pantas dicatat dengan tinta emas. Inilah perusahaan lokal yang layak disebut pionir untuk penerapan manajemen kontemporer, sistem pengaderan pemimpin berkesinambungan dan implementasi etika bisnis dalam setiap tarikan napas operasional bisnisnya.

PT Astra International memelopori bahwa antara kinerja dan etika tidak berseberangan. Bahkan saling melengkapi. Intinya bisnis yang dijalankan berbasis pada etika akan berumur panjang dan meraih kinerja berkelanjutan. Pada era 1980-an, TP Rachmat menjadi inspirator sekaligus eksekutor dari sistem yang disebut Astra Total Quality Management.

Berapa kira-kira umur yang ideal untuk menjadi CEO terbaik ? Jika di telisik umur para CEO hebat diatas, kita akan melihat ada yang mulai dibawah umur 40 tahun ada yang diatasnya.

Tentu kalau kita lihat dari segi umur saja tidak akan fair, sebab di zaman saat ini dan masa depan justru usia muda yang mempunyai skill dan kemampuan kerja yang lebih bisa diunggulkan, hal inilah yang menjadikan alasan Pak Dahlan Iskan memilih para Direktur Jawa Pos dan CEO  di lingkungan BUMN dari anak muda, karena bisa lebih kerja lebih cepat, bisa tidak tidur selama 2 hari, dan keunggulan lainnya, Pak Dahlan Iskan sendiri memulai jadi CEO d Jawa Pos Usia 30 Tahun.

Namun apakah para CEO yang sudah berumur tua tidak hebat ? tentu tidak seperti itu, banyak sekali hal yang menjadi nilai positif dari CEO berumur tua. Salah satunya adalah factor emosional dan pengalaman dalam bertindak, Seperti yang pernah saya tulis dalam artikel “the young leadpreneur” disitu saya menjelaskan mengenai apa keuntungan pemimpin muda dan tua.

Pada zaman dulu, hanya putra konglomerat saja yang bisa jadi CEO di usia muda. Tapi sekarang, di dunia netpreneur telah lahir puluhan CEO muda berusia di bawah 30 tahun dengan asset dan penghasilan jutaan dolar. Sebut saja CEO Facebook, Mark Zuckerberg, CEO WordPress, Matt Mullenweg; CEO Foursquare, Naveen Selvadurai; CEO Mozilla, Blake Ross dan masih banyak lagi.

Di Lingkungan BUMN sendiri sudah banyak sekali CEO dengan usia yang relatif masih muda seperti Jimmy Gani, yang sempat masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai direktur utama BUMN termuda di Indonesia. Lelaki kelahiran 15 September 1972 ini dilantik sebagai Chief Executive Officer PT Sarinah (Persero) pada 15 Mei 2009. Pelantikan itu menjadikannya CEO BUMN termuda dalam sejarah perusahaan pelat merah di Indonesia. Maklum, saat itu usianya 36 tahun 8 bulan. Ada juga CEO PLN Nur Pamudj yang waktu diangkat umurnya 50 tahun dan CEO PT Rajawali Nusantara Indonesia (persero) Ismed Hasan Putro.

Kesimpulannya tidak ada umur ideal menjadi CEO terbaik apakah harus berumur dibawah 30 tahun, dibawah 40 tahun bahkan diatas 50 tahun. CEO terbaik lahir berkat kesadaran akan arti penting sebuah jabatan, sehingga akan memaksimalkan potensi terbaik yang dimiliki masing masing individu.  Sejatinya menjadi orang nomor satu seperti CEO adalah masalah bagaimana kita sebagai individu meninggalkan sebuah legacy, untuk dijadikan sebagai pemaknaan arti bermanfaat sebagai manusia yang diciptakan oleh tuhan.

Melihat kisah para CEO sukses orang diatas menambah keyakinan, bahwa saya tidak boleh takut untuk bermimpi menjadi CEO Terbaik di tahun 2022, karena saat ini hanya mimpilah yang saya punya, persis sama ketika dulu saya hanya punya mimpi untuk bisa kuliah, dan bisa pergi keluar negeri, dan mimpi itu akhirnya menjadi kenyataan setelah saya bisa lulus kuliah dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, dan sejak 2008 sampai sekarang hampir tiap tahun mendapatkan kesempatan mencari ilmu ke Luar Negeri. 

Sama halnya ketika dulu Prof.Yohanes Surya yang juga salah satu inspitaror saya, berani bermimpi menghasilkan siswa Indonesia Juara dunia di ajang olimpiade fisika dunia, dulu banyak yang meremehkan dan menertawakan tetapi akhirnya bisa dibuktikan pada tahun 2006 di Singapore, Indonesia menjadi Juara Dunia Olimpiade Fisika Internasional (IPHO) berkat mimpi, semangat dan kerja keras dari Prof.Yohanes Surya.

Waktu mau kuliah dulu hal yang saya lakukan untuk merealisasikan mimpi tersebut adalah belajar minimal 2 jam sehari selama satu tahun menyelesaikan test soal ujian masuk UMPTN, supaya bisa masuk Unair, dan menulis sebanyak minimal 6 karya tulis tiap satu semester supaya bisa memenangi lomba baik ditingkat fakultas sampai tingkat nasional, sebagai strategi mendapatkan kesempatan beasiswa di Luar negeri.

Terus untuk menjadikan mimpi saya menjadi CEO terbaik, hal yang perlu saya siapkan adalah belajar dari system perusahaan kelas kecil, menengah dan belajar system perusahaan yang berskala global. Disamping itu saya belajar mulai dari aspek bisnis operational, marketing, produksi dan rencana mau belajar ke bidang keuangan, bidang bidang tersebut sangat penting sekali nantinya dalam menunjang karir dan misi saya dimasa depan.

Apakah saya nantinya akan bener bener menjadi CEO terbaik ? Apakah saya menjadi CEO diperusahaan orang lain ? atau menjadi CEO diperusahaan yang mulai saya rintis dengan kawan kawan saya di M-Brothers Indonesia ? Saya tidak tahu nantinya seperti apa, yang jelas ini hanya sebuah mimpi dari anak Desa dari Paciran Lamongan, dan berharap semua cita cita saya dimudahkan oleh Allah SWT. Saya percaya Man Jada Wa Jadda serta bahwa SEMUA – TELAH – SEDANG – dan AKAN berjalan SEMPURNA atas Izin Allah SWT. 

Kenapa cita cita, serta mimpi perlu ditulis dan dipublikasikan ? sebab saya berharap ada orang setelah baca tulisan saya ini mengamini dan support terhadap apa yang menjadi mimpi saya (walau saya sadar ada yang sinis meremehkan, hehe), terlebih lagi ada yang sudah jadi CEO terus bersedia menjadi mentor saya ? alangkah senangnya saya, hal tersebut akan menjadi sebuah bukti kisah MESTAKUNG dalam kehidupan saya 

Bagi saya yang masih berumur dibawah 30an, inilah kesempatan terbaik untuk mencari ilmu dan mencari lingkungan sekaligus partner supaya bisa menjadi CEO terbaik. Semoga saya dipertemukan dengan para CEO terbaik dan bersedia menjadi pembimbing saya dimasa depan. 
Bagaimana impian dan pendapat anda ?
Semoga Bermanfaat

Jiaxing, China 2012
Salam,

Aan Hunaifi

Tuesday, May 15, 2012

Membedah Konsep Berfikir Dahlan Iskan



Dalam tulisan serial lean thinking sebelumnya ? saya menulis masih banyak bersifat teori  namun kali ini, saya mencoba untuk membedah tentang penerapan real dari konsep lean dengan cara membedah  Konsep Berfikir Dahlan Iskan.

Kalau kita review dari tulisan saya terdahulu ? ada dua prinsip dasar dalam konsep lean thinking yaitu pertama, sebuah pendekatan didalam melakukan perbaikan atau eliminasi pemborosan yang tidak bernilai tambah(Non valuae added = NVA) secara terus menerus didalam suatu proses melalui identifikasi root cause analisis yang saya sebut sebagai Lean Kaizen. Kedua, Sebuah pendekatan didalam melakukan perbaikan quality product melalaui DMAIC analisis secara berkesinambungan yang disebut  dengan istilah lean six sigma.

Kenapa Dahlan Iskan sebagai contoh real ? kenapa tidak menulis langsung semisal aktifitas langsung di pabrik (workfloor) ? Bukankah konsep lean selama ini diidentikkan dengan pabrik? Dan mesin  ditempat bekerja ?

Sebelumnya saya beranggapan sama seperti  pada pendapat umum bahwa Lean itu identik dengan pabrik  dan operator ditempat kerja yang melakukan proses perakitan produk, namun akhirnya setelah serius mempelajari tentang bidang ini, akhirnya saya menyimpulkan bahwa penerapan dari  lean thingking ini luar biasa luas. Lean bisa dipakai di bidang service, hospital, keuangan, marketing dan masih banyak lagi aplikasinya. Karena keluasan aplikasi inilah yang membuat saya jatuh cinta untuk mempelajari dengan serius bidang ini.

Mengenai  mengapa saya menjadikan pak Bos Dahlan Iskan sebagai contoh real dari penerapan real lean thinking , pertama jelas karena menurut saya  memiliki criteria dan sepak terjangnya memegang prinsip-prinsip lean.

Kalau tidak percaya ? silahkan disimak beberapa aksi fenomenal dari pak Dahlan Iskan ?

Pertama, Meniduri (bahasa Surabaya njagongan) mesin cetak baru di Jawa pos sewaktu instalasi supaya mengetahui secara detail dan mendalam mengenai mesin yang baru dipasang. Karena mesin itu dioperasikan pas tengah malam otomatis dia sampai tidur dideket mesin cetak.

Kedua, Aksi  brutal membuka tol semanggi yang bikin heboh beberapa waktu lalu. Ketiga, Berpanas panasan menjual kartu tol / e-toll card bank mandiri di Jalan tol , Keempat, naik maskapai Merpati airlanes di beberapa kesempatan tugas dia sebagai mentri (CEO) BUMN

Kelima, Naik kereta listrik dan KA ekonomi yang bikin heboh pejabat PT.KA serta penumpang lain, yang unik cara naik KRL ini juga ditiru oleh beberapa pejabat  dan calon pejabat (Aburizal Bakrie).

Keenam, Sering ke negeri tiongkok alias china untuk mendapatkan ide dan bencmarking, dalam penerapan lean ini sangat vital sekali, karena sejatinya lean adalah proses “ pembelajaran” tiada henti yang dilakukan secara terus menerus.

Ketujuh, menghilangkan Birokrasi dan kewenangan di PLN maupun BUMN sampai 50 %, seperti meniadakan seragam PLN, Perjalanan dinas, Rapat dll.

Dari aksi aksi diatas bisa saya bisa menyimpulkan  cara berfikir dan bertindak ala Dahlan Iskan adalah cara berfikir dengan konsep lean Thinking.

Ujung ujungnya dari aksi aksi Dahlan Iskan tersebut adalah dalam upaya memperbaiki secara terus menerus   baik dalam segi proses maupun produknya. Dalam segi proses contohnya meniduri mesin, aksi brutal di tol semanggi, memangkas 50% birokrasi, sedangkan segi produk contohnya naik Merpati, KRL dan e-toll road, dan tentunya masih banyak lagi aksi aksinya yang lain. Kita tunggu saja ?

Bagaimana dengan ide dan pendapat anda ?
Semoga bermanfaat.

Salam, Jiaxing- China 2012

Aan Hunaifi

Thursday, May 3, 2012

Renungan Buat kita bersama Bangsa Indonesia



Pidato presiden bush
Sifat : Rahasia
Waktu : Rahasia
Tempat : Rahasia

Ehm ehm...

Kepada yang terhormat Direktut CIA, FBI, Direktur Bank Dunia, ADB, IMF, CEO Haliburton, Exxon Mobil, freeport, Bangkir2 Internasional, Dan semua yang telah membantu kami membiayai perang irak, Afganistan, serta menyebarluaskan kakuasaan Imperium global, Direktur media dan televisi CNN, ABC, NBC, yang telah membantu propaganda kita, kami ucapkan terima kasih

Hari ini adalah hari yang sangat penting karena pada hari ini saya akan melaporkan keadaan indonesia, negeri yang mayoritas penduduknya islam, yangdulu kita takuti itu, sekarang sama sekali tak berdaya di hadapan kita.

Karena kini tak ada satupun yang perlu kita takutkan dari negeri itu, laporan Intelejen mengatakan bahwa tak ada satupun bahaya potensial yang akan menggangu kepentingan kita di negeri itu.

Kita tidak perlu takut kepada angkatan bersenjata mereka, karena senjata yang mereka gunakan adalah kiriman dari negeri kita, lihatlah ketika kita jatuhkan embargo senjata, tentara-tentara mereka seperti maung ompong ha ha ha ha (penonton tertawa), yang lebih lucu lagi kemarin presidennya sendiri yang memelas pada kita untuk menghentikan embargo itu ha haha. (penonton tertawa).. kasihan-kasihan.

Tak perlu takut pada generasi mudanya, rupanya faham materialisme, budaya konsumtif, hedonisme, individualisme, yang kita ajarkan itu lewat iklan-iklan kita, tayangan-tanyangan televisi kita, film-film kita, propaganda-propaganda kita, sudah tertanam pada hati dan pikiran sebagian besar dari mereka, jangankan memikirkan negeri atau umatnya lebih-lebih agamanya, kini mereka hanya memikirkan kesenangan diri mereka sendiri, bayangkan saja Negara semiskin itu penduduknya menempati urutan tertinggi dalam urusan berbelanja baju ke Singapura, mengalahkan jepang, australia, dan cina sekalipun. ha ha ha (penonton tertawa ).

Tak perlu takut tentang pelajar-pelajarnya, karena mahasiswa-mahasiswa terbaiknya selalu kita rekrut dan kita pekerjakan di perusahaan-perusahaan minyak atau tambang kita, dan kita menyuap mereka dengan gaji yang besarnya sama dengan loper koran di negeri kita ha ha ha. ( penonton tertawa ). Bayangkan orang-orang terbaiknya hadirin.

Tak perlu takut kepada pemimpin politik dan pejabatnya, karena sebagian besar dari mereka adalah orang yang gila jabatan dan sangat mudah untuk di suap, untuk uang dan jabatan, mereka bisa kita minta untuk melakukan apa saja sesuai keinginan kita. ha ha ha ha ( penonton tertawa ).

Tunggu,tunggu, Ada kabar yang lebih menggembirakan lagi, menurut laporan Intelejen yang saya terima, bahwa umat islam di sana telah terkotak-kotak menjadi banyak kelompok dan golongan. Tiap-tiap kelompok menjatuhkan yang lain dan mengganggap kelompoknya yang lebih baik dari yang lain, ada bibit kebencian yang besar di antara mereka yang dapat kita manfaatkan. sangat mudah bagi Intelejen kita yang berpengalaman untuk mengadu domba diantara mereka.

Hutang mereka sudah sangat besar dan hampir mustahil bisa mereka bayar, 22% APBN mereka habis untuk membayar hutang kepada kita, sehingga mengurangi anggaran pendidikan mereka, kesehatan mereka, dan pelayanan sosial mereka. Sehingga di negeri itu banyak penduduknya yang kelaparan, miskin, sakit dan
tak mampu berobat, ini merupakan keuntungan bagi kita. Karena semakin lama jika kondisi tidak berubah, maka akan tercipta generasi yang lemah dari negeri itu. Yang tidak akan mampu melawan kita, seperti yang selama ini kita harapkan.

Kekayaan negeri mereka hampir semuanya kita kuasai, lebih dari 96 % ladang minyak mereka telah kita miliki, tambang batu-bara, tembaga, emas, yang beroperasi di negeri itu hampir semuanya adalah milik kita. Lebih dari itu mimuman-minuman, makanan-makanan, buku-buku, walau banyak yang ngopi, komputer-komputer, software-soffware mereka, walau banyak yang ngebajak, bahkan odol dan sabun yang mereka gunakan adalah produksi perusahaan2 kita. ha ha ha (penonton tertawa),

....Indonesia merupakan ladang dollar kita yang harus tetap kita pertahankan bagaimanapun caranya, 200 juta lebih penduduk negari itu merupakan konsumen bagi produk-produk perusahaan kita.

Singkat kata Indonesia telah kalah dari kita baik dari segi Ekonomi, militer, politik, budaya,Teknologi, dan lain-lain dan lain-lain

Untuk menjaga agar kondisi ini tetap berlangsung, maka saya sarankan agar lebih mengefektifkan promosi budaya konsumtif dan hedonisme kepada mereka, kepada agen-agen CIA agar memecah belah umat islamnya, tebarkan kecurigaan dan fitnah di antara mereka,biar mereka terus berkelahi dan tidak punya waktu untuk melawan Imperialisme kita, terus rekrut generasi muda terbaiknya agar bekerja untuk perusahaan-perusahaan kita, sehingga tidak akan banyak gerakan yang menentang kita.

Sebelum mengakhiri pidato ini, saya ucapkan terima kasih atas kerja sama yang luar biasa ini, kepada  seluruh pihak yang telah ikut serta membantu usaha kita, perusahaan-perusahaan Multinasional, Televisi dan Media masa, Bank Dunia, IMF, CGI, Negara-Negara sekutu, Economic Hit Man, Mafia Berkeley, yang terhormat pejabat korup indonesia. Dan lain-lain, dan lain-lain.

Sekian dan terima kasih.

George W. Bush

sumber : dari group fb