Monday, April 30, 2012

Kisah Inspiratif Dahlan Iskan Muda



Pemuda agak ceking itu mengenakan paduan celana kain dan kaus berkerah yang menutupi sebagian kulit sawo matangnya. Tatapan mata tajam tersorot dari wajah bulatnya. Sedikit tirus, tonjolan tulang di kedua pipinya kokoh di bawah kening yang tertutup poni. Telapak kakinya hanya mengenakan sandal. Pemuda itu adalah aktivis Organisasi Pelajar Islam Indonesia. Pemuda itulah yang menarik perhatian gadis putih cantik Nafsiah Sabri, perempuan asal Loa Kulu, Kutai Kertanegara yang juga aktivis perempuan di organisasi tersebut.

Dahlan muda adalah orang yang serius, idealis dan terkesan cuek dengan perempuan. Nafsiah Sabri gadis manis itu terus berusaha mencari-cari perhatian Dahlan Muda, dan akhirnya sisi kemanusiaan Dahlan Muda tidak bisa menolak kehadiran perempuan humoris, ceria dan cantik Nafsiah Sabri, merekapun menikah.

Dahlan muda yang memutuskan meninggalkan bangku kuliah, bekerja sebagai wartawan di Surat Kabar Mingguan Mimbar Masyarakat samarinda Kalimantan Timur. Pekerjaan Sebagai wartawanpun tidak lepas dari aktivitasnya sebagai aktivis kampus yang pernah dikejar-kejar meliter karena kasus Malari yaitu pengibaran bendera hitam bersama teman-temannya di Tugu Nasional persis di sebelah Kantor Pusat BNI 46 Samarinda di Jalan Pulau Sebatik sebagai bentuk perjuangan antimodal asing. ” kami ini sebagai anak muda harus menegakkan keadilan,” kata Dahlan Muda ketika ditanya tentang alasannya.

Alwy pendiri Surat Kabar Mimbar Masyarakat menyelamatkan Dahlan dari kejaran militer, salah satu pesan ALwy kepada Dahlan Muda adalah “Kalau kamu mau tetap jadi aktivis? Mau idealis? Mau mengkritik tetapi tidak akan ditangkap? Ada caranya,” kata Alwy yang lahir di Singkang, Sulawesi Selatan. “Bagaimana caranya?” Dahlan yang kadung penasaran balik bertanya. Sembari mengulas senyum, Alwy menjawab, “Ikut saya. Kamu jadi wartawan.”

Setelah menikah dengan Nafsiah Sabri, mereka menyewa rumah sangat sederhana di Samarinda.Seluruh tiang rumah sewaan ini menancap di Sungai Karang Mumus, anak Sungai Mahakam. Hanya teras rumahnya yang menempel di bibir jalan raya. Tak ada perabotan memadai di rumah itu. Kasur tempat mereka tidur pun harus digulung kalau siang hari agar rumah tanpa kamar itu tetap terasa lebar.

Nafsiah adalah seorang guru SD. Gajinya banyak menunjang kehidupan sehari-hari. Ketika lahir anak pertama mereka, Azrul Ananda –(kini presiden direktur Jawa Pos)– mereka bisa menyewa rumah yang ada kamarnya meski di gang sempit. Setelah direkrut Majalah Tempo, pada akhir dekade 1970-an, Dahlan pindah ke Surabaya dan menjadi kepala biro Jawa Timur. Dahlan sering terlihat tidak sabar. Dia seperti ingin segera menggulung dunia. Majalah Tempo yang terbit sekali seminggu membuat Dahlan merasa banyak menganggur. Sementara materi berita di Jawa Timur banyak sekali.

Wartawan seproduktif Dahlan tentu gelisah. Diam-diam, Dahlan menulis berita untuk sebuah media di Surabaya. Bahkan berita-berita yang ditolak Tempo ia kirim ke media itu. Dia pernah ditegur Tempo dengan sikapnya. Sejak di Samarinda, keinginan Dahlan memiliki koran harian memang besar sekali. Potensi dan semangat Dahlan inilah yang menjadi salah satu pertimbangan manajemen Tempo membeli harian Jawa Pos dan akhirnya Dahlan menjadikan Jawa Pos menjadi perusahaan media terbesar di Indonesia bahkan dunia.

Dahlan adalah orang yang keras dan tegas dalam mengambil keputusan, baik di perusahaan maupun dalam keluarganya. Pernah suatu ketika Nafsiah setelah pindah ke Surabaya ingin kembali mengajar di sekolah, tapi Dahlan tidak mengizinkan. Bahkan perempuan ini tidak bisa lagi menemukan ijazah dan surat-surat penting lainnya. Ketika ijazah itu ia tanyakan kepada Dahlan. Jawaban Dahlan, “Sudah saya bakar.” Tapi Nafsiah tidak yakin suami yang dipanggilnya dengan sebutan ‘Bapak Rully (Azrul)’ itu telah membakar ijazahnya. “Curiganya, surat-surat penting saya hanya disembunyikan,” tuturnya.

Nafsiah Sabri adalah perempaun yang juga tegas dan bersuara lantang namun tetap lembut, humoris, dan penuh perhatian. Saat Dahlan hendak hendak berangkat kerja, ia seringkali memanggil dan mengejar Dahlan sampai ke pekarangan rumah untuk sekadar membetulkan kerah baju yang tidak teratur. Kadang, dia menyisir rambut Dahlan yang awut-awutan. Saya pernah berseloroh, “Untung saja Mas Dahlan tidak pakai sepatu. Kalau tidak, kakak harus tambah kerjaan ekstra, membetulkan tali sepatunya.” Dahlan beruntung mendapatkan istri seperti Nafsiah yang patuh, penyantun dan sangat perhatian pada suaminya.


Sampai mereka menempati rumah lumayan bagus di Rungkut, Surabaya, memerhatikan kerapian Dahlan itu tetap dilakukan. Tentu tidak ada seorang pun yang melebihi kecemasan Nafsiah ketika diputuskan hati Dahlan harus diganti karena serangan kanker yang ganas. Namun Allah SWT berkehendak lain, alhamdulillah, semuanya berjalan baik. Musibah inilah yang melecut Dahlan untuk berbuat lebih untuk sesama. Berbekal keuletan, ketabahan, keteguhan dan kesabaran hati Nafsiah dalam mendampingi Dahlan akhirnya Dahlan bisa sukses seperti sekarang ini. Nafsiah adalah salah satu faktor sangat penting dalam menentukan sukses Dahlan Iskan. Di luar itu, sebagai perempuan Nafsiah acapkali digoda rasa cemburu. Maklum, Dahlan adalah sosok yang populer bak selebriti. Namun dengan iman dan pemikiran muslimahnya, Nafsiah mampu mengatasi goncangan perasaannya.

Dahlan adalah manusia ‘autodidak brilian bertangan dingin’. Sukses yang dicapainya hingga sekarang merupakan jerih payah keuletan, ketekunan, kejujuran, dan nasib baik. Meski sudah jadi orang sukses dan penting secara nasional, penampilan dan karakternya tidak banyak berubah. Komitmen moralnya terhadap orang kecil tetap konsisten. Di usianya yang sudah 61 tahun, dengan tanggung jawab pekerjaan yang makin luas, Dahlan tetap pekerja keras dan produktif menulis.

Penulis jadi teringat dibalik sukses Soeharto ada ibu Tien yang sangat mencintai dan menenangkan hati, Dibalik Kecermelangan Habibie ada Ibu Ainun yang sangat sabar dan penyayang, dibalik kegigihan Dahlan Iskan ada Ibu Nafsiah yang terus mensupor dan penuh perhatian. Laki-laki tidak akan bisa jadi apa-apa tanpa ada wanita hebat yang mendampinginya.

sumber : http://sosok.kompasiana.com/2011/12/07/dahlan-iskan-dikejar-aktivis-perempuan

Sunday, April 29, 2012

Tetaplah Marasa Bodoh ? motivasi unik dari guru LUAR BIASA


Oleh Aan Hunaifi :

Saya menulis cerita ini dikarenakan dalam masa perjalanan training di china, semakin menyadari bahwa memang saya bodoh, atau dalam bahasa suroboyo guoblok hehehe ngaku nih ye ceritanya.. 

Di masa-masa akhir aktifitas training di china, saya cukup senang karena secara pribadi sudah menemukan passion n prioritas belajar yaitu belajar tentang Operational Excellence, walaupun dalam training disini bidang OPEX sedikit sekali diberikan bahkan tidak ada dalam materi/kurikikulum training,tapi saya beruntung bisa lihat langsung penerapannya di dalam pabrik.

Saya menyakini pengetahuan Operational Excellence inilah bidang yang saya cari dan butuhkan untuk menunjang aktifitas dan meraih impian dimasa depan.

Alhamdulillah diakhir tahun 2011 lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang Operational Excellence,lewat kursus Online dari orang kanada yang diberikan secara cuma-cuma alias gratis, bertepatan dengan  program merry christmas dan happy new year 2012.

Kesempatan ini sangat langka dan saya beruntung sekali dikarenakan kuota free ini cuma untuk 100 orang, selebihnya harus bayar yang lumayan mahal. Alhamdulillah diberikan jalan serta kemudahan untuk mendapatkan ilmu ini. 

Disamping mengikuti kursus online  saya mengkoleksi beberapa ebook bidang ini, dan tentunya bertanya ke orang tercerdas dizaman ini yaitu si Mbah google jika ada yang belum dimengerti.

Beberapa materi atau tulisan saya terdahulu juga menjelaskan tentang apa itu Operational Excellence, apa saja yang termasuk dalam ranahnya? Metode - metode apa saja yang terdapat di dalamnya? bagaimana konsep implementasi dari Operational Excellecence ? salah satunya yang menarik adalah ketika fokus ke materi LeanSixsigma, ternyata apa yang dulu  dipelajari dalam ilmu statistik dan aktifitas riset sewaktu kuliah di Fisika sangat membantu sekali. 

Bagaimana mengambil sample? bagaimana mengukur sample ? Bagaimana mendesain penelitian atau proyek 
dan yang lebih penting  alur prosess dan berfikir sangat membantu sekali. Supaya bisa mendeskripsikan baik secara kuantitatif dan kualitatif.

Mungkin kalau dulu saya tau akan betapa bergunanya mata pelajaran ini, mungkin dulu saya tidak akan ogah-ogahan masuk kelas hehe atau jangan jangan sewaktu diterangin manfaat mata kuliah saya tidak masuk kelas atau malah tidur ya hehe semoga saja tidak. Namun menurut pendapat saya Inilah yang sesungguhnya terjadi di wajah kampus kita kebanyakan, mahasiswa masuk kelas cuma karena sebatas syarat supaya lulus kuliah tanpa menegrti akan maksud dan tujuan dari mata pelajaran yang diberikan oleh sang dosen.

Hal ini bisa terjadi karena kurangya informasi dari dunia kerja sebagai pengguna hasil produk (mahasiswa) kampus ke para Dosen atau yang lebih spesifik ke pembuat kurikulum yang terlalu textbook. Padahal kalau para pencari ilmu (Mahasiswa,siswa) itu tahu akan apa yang akan didapatkan dan manfaatnya akan sangat memberikan semangat yang luar biasa dalam kesehariannya sebagai para pencari ilmu.

Kembali ke ide awal tulisan ini yaitu mengapa saya harus merasa Goblok? Ternyata apa yang saya tahu selama ini sangat sedikit sekali alias masih banyak yang tidak tahunya. Apalagi setelah melihat presentasi dari beberapa temen disini sebagai progress training, ternyata untuk memahami dalam satu bidang industri saja begitu banyak sekali konsep dan ilmu yang harus dikuasai.

Saya punya kisah berkesan dan unik Ketika mendengar kata "goblok" ini, pada akhir tahun 2006 silam di Surabaya dalam suatu perjalan ke lamongan dari Surabaya saya ditelfon oleh orang yang sebelumnya belum kenal dan belum pernah ketemu sama sekali. Dalam percakapan singkat tersebut Pak Rohim, begitu beliau memberitahukan namanya. Mengundang saya ke rumahnya untuk berdiskusi tentang apa yang saat itu sedang saya kerjakan. 

Ketika waktu itu memang sedang mulai belajar untuk berwirausaha dibidang agrobisnis khususnya pupuk,dikarenakan keterbatasan biaya kuliah alias kuliah modal dengkul jadi kudu pakai strategi BONEK, mau ndak mau kudu pintar cari biaya untuk tetep eksis jadi mahasiswa. Supaya bisa fokus dalam usaha waktu itu  saya sampai mengambil cuti satu semester dari kuliah di Fisika Unair.

Sewaktu kerumah pak Abdul Rachim, saya diberitahu tentang aktifitas beliau bahwa dia sejatinya adalah seorang notaris, namun sangat suka untuk membantu orang untuk maju terutama dalam berbisnis  atau memulai usaha, hingga akhirnya saya tahu bahwa beliau  merupakan sosok notaris yang terkenal dan disegani di Surabaya, dikarenakan sudah banyak sekali notaris yang berhasil lahir dr sentuhan 
didikan pak Rochim.

Setelah berkunjung kerumah beliau, saya diberikan kesempatan untuk menimba ilmu kekantornya tiap minggu 2-3 kali waktu itu, Yang menarik dari proses belajar dengan Pak Abdul Rachim adalah saya dikasih tau, bahwa orang belajar kudu tau tujuan dan caranya ? kudu ada fasilitatorny? kudu ada alat tulis n buku untuk catat setiap hal penting ? mungkin itu hal yang umum dilakukan bagi seorang guru ke murid.

Yang membuat saya sampai sekarang masih terkenang dan menjadikan pegangan dalam setiap mencari ilmu adalah saya disuruh merasa bodoh, alias guoblok. Dan bukan hanya harus merasa guoblok saja, tetapi saya dan 2 temen saya  yang lain besok paginya disuruh untuk lari sambil berteriak "Aku guoblok" , "Aku guoblok" sambil mengitari Tugu pahlawan yang merupakan simbol dari kota Suroboyo sampai tiga kali putaran.

Pada waktu itu mungkin adalah hal yang aneh bagi saya, kenapa dengan cara dan metode seperti itu, tetapi setelah saya pahami ternyata memang itulah kuncinya bagi setiap orang yang mencari ilmu harus sadar memang masih banyak yang belum diketahui, harus merasa kurang dan kurang.



Sekitar dua bulan lalu saya sempat menanyakan kabar tentang Pak Rachim ke salah satu murid yang sudah dianggap sebagai anaknya yaitu Pak Iman Supriyono CEO dari SNF Consulting, Saya sempat kaget dan hampir tidak percaya bahwa Pak Abdul Rachim telah wafat, semoga beliau mendapatkan tempat yang baik disisi Allah SWT.

Pak Rachim telah memberikan cara dan metode belajar tentang bagaimana sikap seseorang untuk bisa maju dengan metode yang unik dan berkesan sekali.

Makanya saya tidak heran ketika Pak Iman Supriyono menerbitkan sebuah buku tentang beliau, yang diberi judul " Guru Goblok Ketemu Murid Goblok : Hikmah Pembakar Jiwa Entrepreneur & Investor dari Abdul Rachim sebuah buku yang menginspirasi.


Tidak salah juga ketika CEO Steve Jobs dalam salah satu pesannya yang populer mengatakan untuk selalu tetap merasa "lapar dan Bodoh"

Bagaimana dengan kisah anda dalam belajar mencari ilmu ?

Semoga bermanfaat,
Jiaxing, zheziang, April China 2012
Salam,

Aan Hunaifi

Friday, April 27, 2012

Filosofi Kepemimpinan Mr. John Maxwell VS Ki Hadjar Dewantara


Pemikir kepemimpinan nomor wahid dunia, John Maxwell menyebut ada Lima Tingkat Kepemimpinan.

Tingkat pertama bernama Posisi. Orang mengikuti sang pemimpin tak lain karena posisi pemimpin tersebut dalam struktur organisasi. Anak buah bertindak karena harus melakukan tindakan tersebut. Alhasil pengaruh sang pemimpin tidak akan melampaui batasan-batasan deskripsi pekerjaan.

Tingkat kedua disebut Hubungan. Orang mengikuti sang pemimpin lantaran mereka ingin melakukan tindakan itu. Tindakan anak buah sudah tidak terbatas pada deskripsi pekerjaan semata. Anak buah mengerjakan sesuatu dari pemimpin karena merasa senang dan nyaman. Hanya saja jika ini terjadi terus menerus anak buah dengan motivasi dan kreativitas tinggi akan menjadi gelisah dan berujung pada kekecewaan.

Tingkat ketiga dinamakan Hasil. Orang mengikuti sang pemimpin karena apa yang telah dilakukan pemimpin untuk organisasi tersebut. Hasil karya pemimpin diapresiasi anak buah. Mereka menyukai pemimpin dan apa saja yang sedang dikerjakan pemimpin. Tingkat tiga ini memberi landasan kokoh bagi sang pemimpin untuk meraih hasil optimal pada apa yang telah direncanakan.


Tingkat keempat berjejuluk Reproduksi. Intinya anak buah mengikuti sang pemimpin lantaran apa yang telah pemimpin lakukan untuk mereka. Komitmen pemimpin untuk memberi ruang bagi anak buah mengembangkan bakat akan berdampak pada keberhasilan organisasi dalam jangka panjang. Anak buah didesaian untuk menjadi pemimpin baru yang kelak akan mengganti sang pemimpin.

Tingkat paling tinggi, kelima dinamakan Respek. Anak buah mengikuti sang pemimpin karena siapa diri sang pemimpin dan apa yang pemimpin representasikan. Tingkat ini terjadi karena komitmen tanpa jeda yang dilakukan sang pemimpin untuk mengembangkan anak buah dan organisasinya.

Tingkatan kelima ini bisa disebut sebagai pemimpin inspirational, dimana para pengikut atau anak buah merasa terinspirasi dari sosok sang idola atau pemimpinya, model pemimpin inspirational akan berdaya tahan lama.

Pertanyaan sederhana buat kita semua adalah sudah berada dimana posisi kita baik sebagai anak buah ? sudahkan kita berupaya terus menerus menjadi anak buah yang baik terhadap pemimpin kita ?

Atau jika kita sebagai seorang pemimpin, sudah di level mana posisi kepemimpinan kita ? berada di level bawah atau level tertinggi ? semoga dimanapun posisi anda memimpin kemanfaatan dan kedamaian selalu menaungi diri anda dan anak buah anda.

Mr. John Maxwell, boleh saja mendeskripsikan mengenai tingakatan dalam kepemimpinan seseorang, tetapi saya lebih sreg dengan filosofi kepemimpinan asli dari bangsa Indonesia yaitu filosofi dari Ki Hadjar Dewantara


Beliau mempunyai filosofi yang sangat luar biasa  menurut saya yaitu “ING NGARSO SUNG TULODO, ING MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI” (Jika berada didepan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan)

Itulah hakekatnya seorang pemimpin harus mampu membaca dan bersikap, Kapan harus tampil didepan ? kapan harus berada di tengah-tengah sebagai fasilitator ? dan kapan harus berada di garda belakang untuk mensupport calon calon leader berikutnya ?

Bagaimana dengan ide dan pendapat anda ?
Semoga bermanfaat,

Jiaxing- Zheziang, China, April 2012
Salam,

Aan Hunaifi


Saturday, April 21, 2012

The Young Leadpreneur



Oleh: Aan Hunaifi, Fakultas Ilmu Sains dan Teknologi, Jurusan Fisika, Universitas Airlangga Surabaya.

Dalam perjalanan zaman, sejarah baru selalu ditandai dengan lahirnya generasi baru. Dalam kancah sejarah, generasi baru yang mengukir sejarah baru itu adalah dari kalangan kaum muda. Perputaran sejarah juga telah membuktikan bahwa setiap generasi itu ada umurnya.  Kenyataan ini semestinya disadari oleh kaum muda Indonesia. Kesadaran yang diharapkan mendorong segenap kaum muda untuk segera mempersiapkan dan merancang prosesi pergantian generasi. Karena pada hakikatnya kita membutuhkan wajah-wajah baru.

Indonesia membutuhkan pemimpin dari kaum muda yang mampu merepresentasikan wajah baru kepemimpinan bangsa. Ini bukan tanpa alasan, karena kaum muda dapat dipastikan hanya memiliki masa depan dan nyaris tidak memiliki masa lalu. Dan ini sesuai dengan kebutuhan Indonesia kini dan ke depannya yang perlu mulai belajar melihat ke depan, dan tidak lagi suka dengan tabiat yang suka melihat ke belakang. 

Kita harus segera maju ke kepan dan bukan berjalan ke masa lalu. Dan secara filosofisnya, masa depan itu adalah milik kaum muda. Sebagaimana telah sering kita dengar nasehat bahwa, pemuda saat ini adalah pemimpin masa depan. Bahkan Presiden RI pertama Soekarno pernah mengatakan beri aku 10 pemuda maka akan aku goncangkan dunia. Oleh sebab itu keberadaan kaum muda sangat vital dalam mengawal keberlanjutan suatu negara. Tentunya bukan kaum muda yang hanya punya karakter  biasa-biasa saja, tetapi kaum muda yang mampu melihat dan membangun visi pembangunan bangsa kedepan. Dengan melihat potensi dan tantangan bangsa sebagai sebuah peluang untu mensejahterakan masyarakat di tengah krisis multidimensional saat ini.

Untuk mengatasi permasalahan bangsa yang begitu besar dibutuhkan seorang pemuda yang mempunyai Leadpreneurship. Leadpreneurship adalah perpaduan antara keterampilan kewirausahaan (entreneurship) dan kualitas kepemimpinan (leadership).

Entreprneur adalah penggerak roda perekonomian suatu negara. Mereka mampu menciptakan banyak lapangan kerja baru sehingga membantu upaya pemerintah mengurangi masalah pengangguran dan kemiskinan. Dengan Entrepreneurship, berbagai macam produk dihasilkan, kreativitas dipicu, dan inovasi tercipta.

Inilah peluang yang mesti dijemput oleh kaum muda saat ini. Sebuah peluang untuk mempertemukan berakhirnya umur generasi itu dengan muara dari gerakan kaum muda untuk menyambut pergantian generasi dan menjaga perputaran sejarah dengan ukiran-ukiran prestasi baru. Maka, harapannya adalah bagaimana kaum muda tidak membiarkan begitu saja sejarah melakukan pergantian generasi itu tanpa kaum muda menjadi subjek di dalamnya.
Kepemimpinan Leadpreneur tidak akan datang dengan sendirinya. Sejarah baru dengan kepemimpinan dari generasi baru tidak akan serta merta menjadi nyata tanpa ada persiapan dari generasi baru itu. Bahwa negeri ini mesti diperbaiki dengan semangat baru, orang-orang baru dengan vitalitas baru serta visi kepemimpinan yang benar-benar baru adalah harapan bagi segenap rakyat Indonesia.

Persiapan yang perlu dilakukan kaum muda saat ini diantaranya adalah bagaimana menyamakan persepsi tentang urgennya kepemimpinan kaum muda dalam menjawab kebutuhan bangsa ke depan. Urgensi kepemimpinan kaum muda yang disadari oleh pemikiran kolektif bahwa generasi pemimpin yang ada saat ini sudah berumur tua dan layak untuk diganti dengan generasi yang lebih muda. Inilah kesamaan persepsi yang diharapkan memacu para pemuda untuk bersungguh-sungguh mempersiapkan diri sebagai pemimpin dan mengambil kepemimpinan itu pada saatnya tiba.

Ketika kita berbicara kepemimpinan berarti kita berbicara masalah prilaku, gaya atau cara. Dalam kaitannya dengan hal ini, maka ada 3 ciri pokok dari kepemimpinan, yaitu Persepsi sosial, Kemampuan berpikir abstrak, dan Keseimbangan emosional.

Tiga hal inilah yang akan kita bahas dalam kaitannya antara kepemimpinan kaum muda dan tua.
Persepsi Sosial adalah kecakapan dalam melihat dan memahami perasaan, sikap dan kebutuhan anggota-anggota kelompok. Hal ini mutlak harus dimiliki oleh seorang pemimpin, kemampuan berpikir Abstrak, yang berarti memiliki kecerdasan yang tinggi.

Seorang pemimpin dituntut untuk memiliki kemampuan menafsirkan, menganalisis dan bahkan mempunyai insting yang kuat dalam menghadapi suatu keadaan. Hal ini penting ketika akan mengambil suatu keputusan atau kebijakan, pemimpin harus mengambil suatu resiko.

Keseimbangan emosional. Hal ini tentunya sangat penting ketika seorang pemimpin menghadapi masalah. Pemimpin yang bijak adalah pemimpin yang sanggup mengendalikan emosinya, dan bukan dia yang dikendalikan oleh emosi.

Dari ciri tersebut, jika dilihat secara obyektif nampaknya Kaum tua lebih mendominasi ketiganya meskipun tidak semua. Dalam mengambil keputusan, Kaum tua lebih banyak berpikir berdasarkan experience/ pengalamannya, sehingga kemungkinan resiko kegagalan sedikit banyaknya dapat diminimalisir. Kaum tua juga memiliki persepsi sosial dan stabilitas emosional yang cukup baik, mungkin karena faktor kedewasaan, pengalaman dan kematangan pemikiran. Biasanya dalam menilai orang lain dalam kelompoknya, ia lebih cenderung bercermin kepada dirinya sendiri.

Namun, jika kita bertolak kepada kepemimpinan kaum muda, ada beberapa ciri yang bisa kemukakan disini, yaitu : pertama, lebih antusias dan bersemangat ; kedua, cenderung lebih egois dan menang sendiri, yang sangat erat kaitannya dengan stabilitas emosi ; dan ketiga, bertindak dengan orientasi pada hasil dan prestasi untuk mendapatkan pengakuan , terlalu cepat dalam mengambil keputusan, atau berani “Gambling” Bertanggung jawab

Dari ciri pokok ini, Kepemimpinan muda memang masih jauh untuk memenuhi ketiga ciri pokok yang telah saya sebutkan diatas. Namun, beberapa ciri positif yang dimiliki Kaum muda ini tidak dimiliki oleh kepemimpinan kaum tua, dimana ketika kedua golongan leadership ini dikonvergensikan, akan menciptakan kepemimpinan yang lebih Solid ketimbang kepemimpinan yang didominasi oleh kaum tua saja, seperti yang terjadi di negara kita sekarang. Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh pemikir besar Francis Bacon bahwa Pemuda lebih cocok mencipta ketimbang memutuskan, Lebih cocok bertindak ketimbang menimbang, lebih cocok menggarap proyek baru ketimbang proyek mapan. Orang Tua terlalu sering menolak, terlalu lama berunding, terlalu sedikit berbuat. Sungguh baik bila terpadu keduanya, karena problema bisa terpecahkan oleh nilainya.

Disamping itu terdapat beberapa kemampuan yang harus dimiliki kaum muda dalam rangka menjawab tantangan global yang begitu kompleks saat ini : 

Pertama, kemampuan meneliti (riset). Penelitian bermula dari adanya masalah. Kaum muda Indonesia tentu sangat menyadari bahwa masalah negeri ini demikian kompleks dan seperti benang kusut. Oleh karenanya kaum muda ditantang untuk mengurai dan memecahkan masalah-masalah sesuai dengan disiplin ilmu dan kemampuan yang dimilikinya.Riset akan membuahkan imajinasi, lalu bergerak menjadi kreasi. Selanjutnya kreasi akan mendorong produksi, lalu melahirkan industri, dan pada pada akhirnya gebrakan industri akan menciptakan generasi yang mandiri. Dengan demikian, jika generasi muda Indonesia memimpikan kemandirian, maka gerakan riset merupakan sebuah keniscayaan. 

Kedua, kemampuan advokasi. Semua menyadari bahwa kondisi masyarakat saat ini sungguh memprihatinkan. Kemiskinan, penganguran, serta merebaknya patologi sosial masyarakat merupakan fakta keseharian kita. Gerakan pemberdayaan bergaya konvensional nampaknya sulit untuk dijadikan penawar. Kaum muda semestinya memahami tentang gerakan advokasi-pemberdayaan yang komprehensif. Harus diakui bahwa potret kaum muda yang terlihat saat ini baru mampu melakukan advokasi parsial. 

Gerakan pemberdayaan yang dilakukan pun tidak dibangun di atas kemandirian kaum muda itu sendiri. Kemampuan advokasi perlu dibangun, dipahami dan dilakukan, serta mencari terobosan gerakan baru dalam upaya menjawab tantangan dan perubahan.

Ketiga, kemampuan memproduksi. Pengertian memproduksi tidak lantas identik dengan kegiatan produksi secara besar-besaran, akan tetapi lebih fokus kepada kemampuan menciptakan sesuatu yang sebelumnya belum ada dalam skala sekecil apapun. Kaum muda dituntut untuk mengembangkan kreasi-kreasi alternatif yang dapat mendorong proses produksi.

Keempat, kemampuan publikasi. Jika kegiatan riset telah menjadi budaya, advokasi menjadi menu sehari-hari, dan produksi/kreasi menjadi aksi, maka kemampuan berikutnya adalah kemampuan mengkomunikasikan gerakan kemandirian tersebut melalui publikasi massa.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa saat ini begitu banyak karya karya hebat anak negeri, tidak bisa dieksekusi lebih lanjut dan luas dikarenakan tidak adanya kemampuan dalam berkomunikasi salah satunya adalah kemampuan publikasi.

Kaum muda memiliki peranan yang signifikan dalam proses pembangunan. Ia merupakan penggerak arah dan kebijakan pembangunan serta menentukan masa depan bangsa. Kaum muda harus berani mengambil peran dalam berbagai bidang, terutama kerja-kerja intelektual sehingga menjadi fundamen yang kokoh dalam proses pembangunan ke depan. Gerakan penelitian (research movement), gerakan keilmuan (intellectual movement), dan gerakan mencipta (creation movement) menuju arah kemandirian bangsa harus selalu dikumandangkan sehingga akan bergerak menjadi karakter kaum muda Indonesia yang berani bertekad dan berbuat.

Namun yang tidak kalah penting dari itu semua adalah keberadaan kaum muda yang mempunyai Leadprneurship, dimana kepemimpinan yang mampu mengkonvergensikan antara keterampilan kewirausahaan dan kualitas kepemimpinan. Kedua kualitas itu menyatu dalam diri seorang Leadpreneur, mengubahnya menjadi pribadi dengan kemampuan: mengubah sumber daya bernilai rendah menjadi bernilai tinggi melalui pengambilan risiko terukur dan kepemimpinan efektif,  pribadi yang mampu memanfaatkan peluang dan melihat masalah sebagai peluang sekaligus tantangan, dengan bekerja secara sistematis dan efisien.

Pemimpin muda dengan jiwa entreprneurship akan mampu menghidupkan visi, misi, memberikan inspirasi atau dorongan kepada orang-orang di sekelilingnya dengan harapan, keberanian, serta keyakinan, mengambil inisiatif dan menerima tantangan, Selalu belajar serta terbuka terhadap ide-ide baru. Oleh sebab itu, sangatlah pantas apabila The Young Leadpreneur diberi peluang untuk membuktikan diri dengan gaya yang berbeda dalam memimpin demi kemandirian dan martabat bangsa.

Semoga Bermanfaat.

Aan Hunaifi
Mahasiswa Akhir Universitas Airlangga – Surabaya.
Adrress         : Department of Physics Faculty of Sciences and Technology Airlangga University                          – Surabaya –Indonesia
                        : Kampus C Unair – Mulyorejo- Surabaya

NB : Artikel ini untuk mengikuti lomba penulisah Esay Mahasiswa tahun 2009 yang diselenggarakan oleh majalah Tempo, dengan tema " MENJADI INDONESIA"

Tuesday, April 17, 2012

Orientasi Orang dalam Berinovasi



Cukup menarik untuk mencermati konsep dari  Rowan Gibson atau yang sering dijuluki sebagai Mr.Innovation ini. Rowan Gibson mempunyai konsep yang beliau sebut sebagai the Rowan Gibson Innovation Profiler

Konsep tersebut merupakan alat untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas baik secara individu maupun sebagai organisasi dalam mencari  ide–ide baru dan mengeksekusinya. Dalam konsep tersebut dijelaskan bahwa ada delapan macam orientasi orang dalam melakukan sebuah inovasi baru atau perubahan,

Dari kedelapan jenis tersebut mungkin ada yang cocok dengan kepribadian anda, atau yang dimiliki oleh temen dalam satu team anda, Jika anda sudah memahami orientasi teman dalam tim anda, akan membantu sekali kinerja dari tim yang anda pimpim berikut ini adalah penjelasan lebih jelasnya mengenai orientasi seseorang dalam melakukan sebuah inovasi atau perubahan (kaizen) :


Pertama, Challangers atau penantang ; orang dengan orientasi seperti ini biasanya lebih bebas  untuk melakukakn inovasi bahkan bisa mendobrak segala aturan yang ada, jenis ini biasanya paling benci dengan yang namanya status quo atau anti kemapanan.

Dengan tipikal seperti ini jika tidak yakin bagaimana membuat segalanya akan baik, biasanya mereka akan berusaha dan lebih memilih dengan segala cara apapun supaya kondisi perusahaan atau organisasinya bertambah jadi baik dan inovatif, gaya seperti ini bisa kita sebut sebagai gaya Si Koboy. Saya melihat Pak Dahlan Iskan masuk di orientasi ini, bisa di coba baca di tulisan artikel saya sebelumnya tentang pak Boss tersebut.

Kedua, Practicalizers atau kepraktisan ; Pribadi dengan tipe seperti ini suka akan perubahan, tetapi perubahan yang gradual tidak radikal, Suka dengan ide-ide baru dan mencoba untuk cepet menerima perubahannya.
Hal penting yang menjadi kunci orientasi dari orang jenis ini adalah faktor kepraktisan atau simpel. Orang Jenis ini juga dipenuhi dengan ide-ide perubahan dan biasanya punya cukup kepercayaan dalam mewujudkan idenya.

Ketiga, Synthesizer atau sintesis ; orang dengan orientasi seperti ini memiliki kemampuan untuk membayangkan banyak kesempatan kreatif dengan meletakkan hal-hal yang sebelumnya tidak berhubungan sama sekali. Mereka memiliki kapasitas yang sangat baik untuk memanej  ide-ide masa depan yang saat ini mungkin belum begitu penting dan berhasil tetapi mereka mampu untuk membaca trend sekaligus menciptkan trend masa depan sendiri.
Orang dengan orientasi seperti ini juga dapat menginspirasi orang lain untuk merangkai  dan mengurai sebab akibta, Namun tipikal ini lebih berhati-hati dari Inovator.

Keempat, Inovator ; Seorang Inovator bisa dipastikan adalah orang dengan segudang ide , bisa dikatakan inovator  bisa saja selalu memiliki ide baru bahkan setiap menitpun, dan mereka selalu berpikir  bagaimana bisa mencari cara terbaik dan terbaru  untuk membuat sesuatu yang berbeda dan bener bener  bisa dieksekusi.
Inovator cenderung untuk menjaga sebuah organisasi kehilangan keseimbangan artinya sebuah organisasi yang tidak kaku dan status quo. Orang jenis ini butuh media / organisasi yang siap menampung ide ide gila sekalipun.  Namun biasanya  susah untuk bekerja dalam tim karena tidak mau terkungkung cenderung pengen bebas dan liar bersama ide idenya.  Kabar mereka adalah orang yang  mampu menciptakan terobosan nyata.

Kelima; Dreamers atau Pemimpi : Seorang Pemimpi adalah orang yang sangat kreatif, dan terus-menerus mencoba mencari cara-cara baru untuk melakukan sesuatu. Tapi meskipun mereka kuat pada ide-ide, mereka tidak begitu kuat pada hal eksekusi . Pemimpi dapat menjadi  sumber energi  kreatif bagi suatu organisasi, tetapi mereka harus bermitra dengan orang yang dapat mengeksekusi ide-ide mereka.

Keenam; Modifiers atau Pengubah : Seorang Pengubah bertujuan untuk menambah nilai (added value) dengan cara perubahan yang terus menerus (kaizen) dengan tujuan yang sangat jelas yaitu untuk memperbaiki keadaan. Ide-ide mereka sebagian besar adalah menambahin atau memperbaiki ide yang sudah ada. Mereka juga berhati-hati, dan mengambil risiko hanya bila manfaatnya lebih besar daripada situasi saat ini. Cocok bekerja sama saling melengkapi dengan si Koboy.

Ketujuh; Planners atau Perencana : Jenis orang dengan orientasi sebagai perencana, percaya bahwa ide memiliki manfaat jika cocok dalam "rencana". Mereka mudah beradaptasi dengan ide-ide kreatif dalam parameter yang dapat diukur, yang perlu diperhatikan jika bekerjasama dengan orang dengan orientasi seperti perencana adalah kuatkan data dan informasi penunjan, sebab mereka ingin banyak informasi dan data sebelum mengeksekusi dan mengambil resiko.

Kedelapan; Sustainers atau penyeimbang : pribadi dengan orientasi penyeimbang ini lebih memilih stabilitas dalam melakukan sebuah perubahan. Mereka menyiapkan  sebuah platform organisasi dengan dasar yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sesuatu secara konsisten bisa dimonitor ketat, dan mereka cenderung untuk menjaga image organisasi. Kabar  jelek dari tipe ini adalah mereka sering merasa bahwa perubahan yang dilakukan hanya untuk kepentingan diri sendiri dan susah untuk diajak melakukan perubahan radikal.

Jadi tipe orientasi apa yang sesuai dengan pribadi anda ? bagaimana orientasi dan tren dari anggota tim anda ?

Menurut saya untuk mendapatkan ide-ide yang revolusioner dan berdaya tahan panjang, kita  tidak bisa hanya menghandalkan satu jenis orientasi saja dalam satu tim anda. Tetapi diperlukan campuran dari berbagai jenis tipe diatas. Dengan bauran keragaman tipe tersebut akan menghasilkan ide dan perubahan yang dahsyat.

Oleh sebab itu sekarang mari kita buang jauh jauh pikiran bahwa anggota tim kita harus sama orientasi dengan kita atau para pemimpin, justru jika bisa mengelola dan mengarahkan keragamanan itulah organisasi kita akan cepet maju dan menjadi trendsetter.

Bagaimana dengan ide dan pendapat anda ?
Semoga bermanfaat,

Jiaxing, April 2012
 Salam,

Aan Hunaifi

Wednesday, April 11, 2012

10 kalimat motivasi dari Steve Jobs, CEO terbaik dalam 50 tahun terakhir

Sosok legendaris di ranah teknologi, Steve Jobs, telah meninggal dunia di usianya yang ke-56. Akan tetapi, jejak kesuksesannya tidak akan pernah dilupakan.

Kesuksesan yang ia raih bersama perusahaan yan dia bangun yaitu Aplle ini tidak luput dari cara Jobs memandang kehidupan serta bisnis yang ia jalani. Ia pun sering berbagi kalimat penuh inspirasi. Berikut beberapa di antaranya:

1. “Sangat sulit membuat desain sebuah produk. Kerap kali orang-orang tidak mengetahui apa yang mereka inginkan, sampai kita menunjukkannya pada mereka”. (BussinessWeek, 1998).

2. “Ini adalah salah satu mantra saya – fokus dan kesederhanaan. Kamu harus berkerja lebih keras untuk menjernihkan pikiran dan menghasilkan kesederhanaan. Pada akhirnya hal ini akan setimpal. Saat kamu tiba di sana, kamu bisa memindahkan gunung”. (BusinessWeek, 1998).

3. “Menjadi orang terkaya di pemakaman tidak berarti bagi saya…Pergi ke tempat tidur dan mengatakan bahwa kami telah melakukan sesuatu yang luar biasa…Itulah yang berarti bagi saya”. (The Wall Street Journal, 1993).

4. “Saya akan selalu terhubung dengan Apple. Mungkin ada saat-saat atau tahun-tahun di mana saya tidak di sini, namun saya akan selalu kembali”. (Playboy, 1985).

5. “Kami tidak pernah khawatir terhadap angka-angka. Apple selalu mencoba berfokus pada produk karena sebuah produk benar-benar akan membuat perbedaan”. (Playboy, 1985).

6. “Kamu harus memiliki keyakinan terhadap sesuatu – keinginan, takdir, hidup, karma, apapun itu”. (Stanford commencement speech, 2005).

7. “Pekerjaanmu akan menjadi bagian penting dari kehidupanmu. Satu-satunya cara untuk mencapai kepuasan adalah dengan percaya bahwa apa yang kamu kerjakan adalah pekerjaan yang hebat. Cintai apa yang kamu kerjakan. Jika kamu belum menemukannya, tetaplah cari. Jangan berhenti”. (Stanford commencement speech, 2005).


8. “Tidak ada seorang pun yang ingin mati. Meski mereka yang ingin pergi ke surga, tidak ingin mati. Namun kematian adalah tujuan kita bersama, tidak ada yang bisa lolos darinya. Kematian adalah penemuan terbaik dalam kehidupan. Ia membersihkan yang lama dan membuat jalan untuk yang baru. Sekarang yang baru adalah kamu, namun suatu saat nanti kamu akan menjadi tua dan ‘dibersihkan’. Maaf terlalu dramatik, namun ini benar”. (Stanford commencement speech, 2005).

9. “Panutan saya untuk bisnis adalah The Beatles. Mereka saling mengimbangi satu sama lain. Beginilah cara saya memandang suatu bisnis, bisnis yang hebat bukan dilakukan oleh satu orang, melainkan oleh tim”. (Interview with 60 Minutes, 2003).

10. “Jika kamu melakukan sesuatu yang bagus, maka selanjutnya kamu harus melakukan hal lain yang luar biasa. Jangan tinggal terlalu lama, pikirkan apa yang harus kamu buat selanjutnya”. (NBC Nightly News, May 2006)

sumber : detik.com