Thursday, September 29, 2011

What is EntreLeadership


EntreLeaders understand that ultimately the only power they can use to grow a quality team is the power of persuasion.  Persuasion is pulling the rope and positional leadership is pushing the rope.  And we all know you can't push a rope.

"You cannot lead without passion".  Passion causes things to move, and passion creates a force multiplier.  Passion actually covers a multitude of sins.  Real EntreLeaders care deeply, and that is basically what passion is.  Passion is not yelling or being wild; it is simply caring deeply.  When you care deeply about the organization, lots of things start to happen naturally.
"Nothing happens unless first a dream." Carl Sandburg
EntreLeaders are always dreaming about what can be and what is yet to come.  We wake up in the morning and have two ideas over coffee, three more on our morning run and six more ideas when in the shower.   Dreaming is the lifeblood of people and organizations that are alive and thriving.

Being able to "see" is a skill that must be present or developed in an EntreLeader.  People with no vision simply have jobs; they exist but aren't going anywhere because they aren't aware there is anywhere to go.  In Proverbs the Bible says, "Where there is no vision the people perish."   With no vision in your organization, you perish; you can't make payroll, your team becomes just employees, morale goes down, turnover goes up, sales go down.

The corporate mission statement is further clarification and definition for your dreams and vision and assures you that your goals are aimed at the right target.  The "mission statement" is based on agree-to intangibles (vision, values, guiding principles and assumptions/beliefs) by the leaders of the organization:

1. Assumptions/beliefs:  A reality map formed through your collective reinforced experience.  This would be a manifesto of the mental models you use and believe in to create your work and personal lives.

2. Values/Aspirations:  An attitude or world-view depicted by one word or one single concept observed through one's behavior.  Values often influence people's choices about where to invest their energies.  Please recognize that values change over time.  Being "fair" means something different for a person at 44 than at 4 years old.

3. Vision:  A word picture of the future leading from now through near to far reality.  You energize people to support your purpose or life signature with an overarching description of what you see.

4. Guiding Principles:  A universal operating standard that guides decision-making both personally and organizationally.  Use guiding principles to align, create trust and walk the talk by putting everybody on the same playing field.  Energy isn’t wasted in the politics of the team, organization or community because there aren't different rules for everybody.



For Peter Drucker, leadership is about communicating with people, uniting them behind a shared mission and values, and mobilizing energies toward accomplishing the mission or purpose of an organization.  An effective leader leads followers with dignity, and inspires them toward achievement.  That means that leadership is a means to an end--the mission it serves is the end.

Goals convert vision/mission into energy.  When you lay out exactly what you want to do in detail, you immediately start feeling the room move and the earth shake.   Your business plan is comprised of a series of: goals (the main objective), sub-goals or tasks required to achieve the goal, key success factors (metrics) and standards (quality requirements).

A goal must have these characteristics:

1.  Have economic value.

2.  Require an action by someone (beside yourself)

3.  Specify an accomplishment date.

4.  Be realistic.

5.  Allow for impartial evaluation.


The way to create unity is through shared personal goals.  For example, if you know the salesperson next to you is saving to buy his first home two years from now, you are his biggest cheerleader when he makes a sale.  In short, this creates relationships.  Many business leaders have made a huge mistake in separating the tasks or sub-goals from the person and his or her life.

Source : http://www.coachingtip.com/2011/09

Wednesday, September 28, 2011

Pribadi -Pribadi Penuh Inspirasi dan Mengesankan...

Inilah pribadi - pribadi yang menjadi inspirasi saya :

1. Gede Prama

Mengapa motivator top Indonesia ini saya pilih sebagai pribadi yang  penuh inspirasi pada urutan pertama ?

Pada tahun 2003 setelah lulus dari SMU Muhammdiyah I Babat-Lamongan, saya berada di persimpangan jalan, Mau lanjut kuliah kondisi tidak mendukung, mau kerja masih belum punya pengalaman, 

Dengan kondisi inilah setiap hari merasakan kondisi yang kurang termotivasi, dalam fikiran selalu berkecamuk bahwa apakah akan seperti ini terus ? hidupku kedepan akan stagnan dan hidup di desa hehe. Ditambah lagi lihat teman-teman SMA dan  temen dari satu Desa bisa dengan mudah langsung kuliah. 

Dalam hati bilang betapa bahagianya dan senangya bisa langsung kuliah, pasti banyak hal baru ?, pasti banyak temen baru ? pasti dapat ilmu baru ?

Didalam hatiku juga selalu ucapkan aku harus bisa  kuliah, aku harus bisa kuliah apapun itu caranya ? Aq harus bisa diterima di Universitas Negeri ? maklum selama ini pendidikan formal saya dari mulai TK ABA sampai SMA diselesaikan  Muhammadiyah. Alhamdulillah tahun 2004 bisa kuliah di Jurusan Fisika Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya,

Sambil menyiapkan diri untuk ikut SPMB, lihat acara di program tv yang diasuh Gede Prama di Metro TV. Dari situlah  mulai tertarik dengan Inspirasi sekaligus Motivasi Gede Prama, akhirnya cari bukunya ke Gramedia TP Surabaya, ternyata  buku -buku karangan Gede Prama ada banyak seperti  : Jalan Jalan Penuh Keindahan, Inovasi atau Mati, Pencerahan dalam Perjalanan, Rumah Kehidupan Penuh Keberuntungan, Jejak Jejak Makna, dll.

Setelah baca buku karangan Gede Prama akhirnya ENERGI OPTIMIS  dan ENERGI POSITIF terus mengalir, hingga akhirnya bisa bisa bilang BAHWA SEMUA TELAH - SEDANG - dan AKAN BERJALAN SEMPURNA,

Ada juga link biografi Gede Prama : http://heryazwan.wordpress.com/2007/12/06/meninggalkan-keangkuhan/


2. Dahlan Iskan

 

















3. Tung Desem Waringin















 
4. Stephen R Covey 























5. Jusuf Kalla
























 6. T.P Rahmat











 



 












7. Prof. Yohanes surya





  
8. Hasnul Suhaimi













 


9. Irwan Syarkawi
















10. Tanri Abeng







Untuk sementara ini versi fotonya dulu, tunggu cerita selanjutnya mengenai alasan dan mengapa pribadi-pribadi unggul ini bisa memebrikan "sesuatu" pada saya.















10 Pelajaran Berharga dari Steve Jobs


'Steve Jobs sosok legendaris dibalik kesuksesan Apple meski sudah tidak lagi menjabat sebagai CEO, Steve Jobs masih bakal dipastikan berpengaruh kuat di Apple yakni sebagai Chairman of The Board Apple. Sebagai CEO terbaik dalam bisnis, banyak pelajaran yang dapat diambil dari riwayat dan sejarah hidupnya dalam mendirikan Apple. Berikut adalah beberapa prinsip-prinsip hidup Steve Jobs, strategi dan beberapa kutipan pidatonya yang sangat penting untuk dijadikan sebuah pelajaran.

1. Inovasi yang paling abadi adalah menggabungkan seni dan ilmu
    Steve selalu menunjukkan bahwa perbedaan besar Apple dan produk komputer lainnya adalah bahwa perusahaan selalu berusaha menggabungkan seni dan ilmu pengetahuan dalam mendesain dan membuat setiap produknya. Tim pembuat produk Apple bukan hanya berasal dari kalangan yang memiliki latar belakang teknologi ataupun komputer tetapi juga memiliki latar belakang dalam antropologi, seni, sejarah dan puisi. Tetapi adalah sesuatu hal yang sulit bagi para ilmuwan komputer atau insinyur untuk melihat pentingnya unsur seni, sehingga setiap perusahaan harus memiliki seorang pemimpin yang menyadari pentingnya hal ini.  

2. Untuk menciptakan masa depan, Anda tidak bisa melakukannya melalui fokus pada suatu kelompok/konsumen-
   Sebuah teori manajemen mengatakan bahwa: jika anda membuat sebuah produk konsumen dalam membangun produk dan layanan jasa anda harus mendengarkan pelanggan Anda. Steve Jobs adalah salah satu pengusaha pertama itu hanya akan buang buang waktu, para pelanggan saat ini tidak selalu tahu apa yang mereka inginkan, terutama jika sesuatu itu adalah hal yang belum pernah mereka dengar, lihat, dan sentuh sebelumnya. Ketika diketahui bahwa Apple akan keluar dengan bentuk tablet (iPad) banyak yang skeptis dan mengatakan hal itu adalah lelucon, bagaimana bisa sebuah komputer hanya berbentuk sebuah layar tablet. Tetapi seteleh iPad benar benar dirilis, produk ini menjadi produk Apple yang paling cepat berkembang dalam sejarah dan menjadi trendsetter bagi lainnya. Picasso dan seniman besar telah melakukannya selama berabad-abad dan Jobs adalah yang pertama dalam bisnis.

3. Jangan takut gagal -
   Pada sebuah pidatonya di Standford pada tahun 2005 (http://www.youtube.com/watch?v=Hd_ptbiPoXM) Jobs mengatakan: “Tidak ada yang ingin mati. Bahkan orang yang masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun kematian adalah tujuan kita semua. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Ini adalah agen perubahan kehidupan. Ini membersihkan yang lama dan memberi kesempatan bagi yang baru. Sekarang yang baru adalah Anda, tapi suatu hari tidak terlalu lama dari sekarang, Anda secara bertahap akan menjadi tua dan dibersihkan. Maaf bila terlalu dramatis, tetapi sangat benar. Waktu anda terbatas, jadi jangan sia-siakan hidup orang lain.
  
Jangan terperangkap dengan dogma – yaitu hidup dengan hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan suara pendapat orang lain menenggelamkan suara batin Anda sendiri. Dan yang paling penting, miliki keberanian untuk mengikuti hati dan intuisi. Selama anda sudah tahu apa yang Anda benar-benar ingin menjadi. Sesuatu yang lain adalah menjadi sekunder.”
4. Anda tidak dapat menghubungkan titik-titik maju hanya mundur -
    Salah satu kutipan penting di pidato Stanford pada tahun 2005 “Sekali lagi, Anda tidak dapat menghubungkan titik-titik untuk harapan di masa depan, Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik anda bagaimanapun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya pada intuisi, takdir, hidup, karma, apapun. Pendekatan ini tidak pernah mengecewakan saya, dan itu telah membuat semua perbedaan dalam kehidupan saya.” Maksud dari kutipan pidato ini adalah bahwa, sebanyak apapun kita merencanakan hidup kita ke depan, selalu ada sesuatu hal yang benar-benar tak terduga tentang kehidupan yang membuat rencana anda tidak berjalan dengan baik seperti yang Anda inginkan. Anda harus percaya bahwa apa yang Anda lakukan sekarang akan menjadi sebuah titik-titik yang terhubung di masa depan, apa yang anda lakukan di masa lalu juga sekarang akan menjadi bagian dari rencana.


5. Dengarkan suara di belakang kepala Anda yang memberi tahu Anda jika Anda berada di jalur yang benar atau tidak - Kebanyakan dari kita tidak mendengar suara di dalam kepala kita.
    Kita hanya memutuskan secara instan untuk menjadi dokter atau bekerja di bidang keuangan karena dorongan orang tua ataupun karena kita ingin menghasilkan banyak uang. Jobs adalah pria yang memiliki rencana besar, ketika ia ingin membangun sebuah komputer banyak dorongan dan pilihan dari luar ataupun dari dalam kepalanya sendiri yang menunjukkan bagaimana ia harus menjadi. Tetapi ketika Jobs pertama kali melihat GUI (Graphical User Interface), ia tahu ini adalah masa depan komputasi dan bahwa ia harus menciptakannya. Disinilah anda harus pintar mendengarkan dan memilih pilihan yang anda, mengarahkan kemana anda harus menjadi.

6. Berharap banyak dari diri sendiri dan orang lain -
    Kita telah mendengar cerita dari Steve Jobs bahwa ia adalah seorang yang perfeksionis. Dia menginginkan yang terbaik dari dirinya dan orang-orang yang bekerja untuknya, dan terus menarik seseorang dengan bakat yang menakjubkan di sekelilingnya, Kenapa? karena sebuah pepatah mengatakan: Jika anda seorang pemain “B” dan anda menyewa pemain “C” itu karena anda tidak ingin pemain bawahan anda terlihat lebih pintar, tetapi jika anda seorang pemain “A” dan anda menyewa pemain “A+” itu karena anda menginginkan hasil yang terbaik.

7. Jangan peduli menjadi benar atau salah, peduli untuk kesuksesan dan keberhasilan –
    Ia menjadi CEO Apple Inc. Ketika ia berusia 30 tahun, satu tahun setelah Apple mengeluarkan Macintosh, ia dipecat. Ya, dipecat. Jobs, CEO Apple Inc. itu bukan mengundurkan diri, melainkan dipecat. Awalnya mereka –Jobs dan Apple- merekrut seseorang yang mereka anggap berkompeten untuk ikut bersama mereka menjalankan perusahaan. Namun di tengah jalan ia dan Jobs berbeda visi dan tidak dapat lagi diselaraskan. Komisariat perusahaan setuju mengeluarkannya. Jadilah Jobs dipecat dari Apple. Semua tujuan dan harapannya serta merta hancur berantakan. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia merasa telah mengecewakan banyak orang dan hamper-hampir ia berpikir untuk meninggalkan kediamannya di Silicon Valley.
Namun perlahan semangatnya kembali. Sedikit demi sedikit “Apa yang terjadi di Apple sedikitpun tidak mengubah saya.” Jobs tetap menyukai pekerjaanya. “Saya ditolak tetapi saya tetap cinta. Maka saya putuskan untuk mulai lagi dari awal.” Kejadian itu mengantarkannya pada sebuah masa. Periode paling kreatif dalam hidupnya.
    Lima tahun kemudian ia bangkit, ia mulai mendirinkan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar dan pada waktu yang sama ia jatuh cinta pada seorang wanita istimewa yang kini menjadi istrinya. Pixar kemudian menjadi perusahaan pembuat film animasi komputer pertama , Toy Story, dan kini menjadi studio animasi paling sukses di dunia. Tak lama kemudian Apple membeli NeXT dan Jobs kembali ke Apple. NeXT kemudian menjadi teknologi paling berperan dalam kebangkitan Apple. Ia yakin bahwa kejadian menekjubkan yang ia alami tidak akan terjadi jika ia tidak dipecat dari Apple dan berhenti di tengah jalan. Sehingga jangan takut untuk melakukan perubahan besar.

8. Cari orang-orang paling berbakat untuk menjadi partner anda -
    Adalah kesalahpahaman sebuah mindset bahwa Steve Jobs adalah Apple. Setiap orang dalam perusahaan tersebut adalah orang-orang hebat, Phill Schiller, Jony Ive, Peter Oppenheimer, Tim Cook adalah orang-orang super berbakat di sekeliling Jobs. Menurut Jobs ia tidak dapat melakukan apapun tanpa bakat besar di sekelilingnya.

9. Stay hungry, stay foolish -
   Sekali lagi akhir dari pidato mengesankan Steve Jobs di Standford pada tahun 2005: “Ketika saya masih muda, ada sebuah publikasi yang luar biasa disebut The Whole Earth Catalog, yang merupakan salah satu dari Alkitab generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Steward Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Ini adalah akhir 1960-an, sebelum era komputer dan destkop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Itu seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya idealis, dan penuh dengan alat-alat rapi dan ungkapan-ungkapan hebat. Steward dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi The Whole Earth Catalog, dan ketika mencapa titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an, dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari. Dibawahnya ada kata-kata ‘Stay Hungry. Stay Foolish’ itu adalah pesan perpisahan mereka. Dan saya selalu mengaharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk melakukan kehidupan baru saya harap anda ‘Stay Hungry, Stay Foolish’ jangan cepat puas.” 


 10. Apapun adalah mungkin dengan kerja keras, tekad, dan visi - Meskipun ia adalah CEO terbesar dan seorang ayah dari komputer modern, Steve Jobs adalah pria biasa. Dia adalah suami, ayah, teman seperti Anda dan saya. Kita bisa menjadi seperti dia jika kita belajar dari dirinya dan menerapkannya mulai dari sekarang dalam kehidupan kita.

Sangat inspiratif sekali : semoga bermanfaat

source : http://kabarit.com/2011/09/10