Leader From Market [ CEO ]

Al Kisah ditahun 2008, sewaktu Aktif menjadi Countri Manager Indonesia untuk ASEANpreneurs di National University of Singapore [NUS], saya sempat tanyakan kepada beberapa rekan saya di NUS kenapa begitu antusiasnya orang Singapura untuk merekrut mahasiswa yang punya kemampuan Leadership & Entrepreneurship ? 

Jawabanya sungguh menarik ? teman saya bilang Singapore di masa depan akan menguasai seluruh korporasi besar makanya diperlukan orang orang yang punya kualifikasi seperti itu, Mereka bilang Semua Korporasi besar harus punya office di sini dan CEO nya juga harus paham tentang Singapore. Sebuah proyek Besar Singapore menghasilkan CEO Top.

Maka tak heran banyak Mahasiswa Singapore dididik untuk punya global mindset, kalau saya waktu kuliah harus ikut Kuliah Kerja Nyata KKN di Kelurahan, temen saya di NUS KKN-nya harus di Korporasi besar dan di Luar Negeri semisal Eropa, Amerika di Asia haya boleh di Jepang serta China. Ini merupakan upaya sistematis serta struktural menjadikan Singapore menjadi Pusat Leader [CEO]. 

Istilah Leader from Market, ini juga saya dengar dari pak Anies Baswedan yang menjadi Menteri Pendidikan alasannya adalah saat ini sedikit sekali para pemimpin agama,rohaniawan yang menghasilkan best practice dalam mengelola organisasinya lewat buku. Tetapi saat ini, justru sangat mudah sekali kita menemukan buku buku mengenai Kepemimpinan, Manajerial dan Succes story dari para CEO didunia Bisnis [Market].



Lalu kira kira bagaimana dengan kita di Indonesia ? banyak orang bilang Indonesia terlalu banyak perdebatan sehingga kurang fokus dalam membuat master plan pengembangan SDM kedepan, kita masih sering berdebat dimana posisi bulan ? padahal orang lain sudah sampai di Bulan,,hehe.

Kalau melihat komposisi kabinet Jokowi-JK ada harapan cukup, dikarenakan banyak CEO yang sudah teruji masuk kedalam kabinet Kerja Jokowi -JK. Yang paling Inspiring menurut saya adalah Pak Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan dan Ibu Susi Pudjiastuti Menteri Perikanan keduanya bisa menjadi sebagai seorang Good Driver merujuk istilah Pak Rhenald Kasali. 

Mengenai Lambatnya pak Jokowi mengumumkan personil kabinet kerja, mungkin karena dia habis membaca buku Good to GREAT karya Jims Collins dan buku Self Driving karya Rhenald Kasali

Jim Collins, menyakini tindakan benar seorang leader adalah memilih Siapa [who] dulu baru apa? [what] kalau orangnya sudah benar pasti mau bikin apa saja akan terasa mudah.

Pak Rhenald juga mensyaratkan untuk menjadi sebuah organisasi yang efektif perlu seorang Good Driver dan juga Good Passanger, inilah yang kira kira dipertimbangkan oleh pak Jokowi. Kalau dia menjadi Supir Ugal ugal bisa repot nanti kerjanya..atau juga yang lebih report lagi ditengah jalan tiba tiba sopirnya di bajak..oleh Good Passanger karena itu masuk wilayah politk.

Dari kemarin saya masih bertanya tanya, kenapa Jago saya pak Dahlan Iskan & Pak Gita ndak masuk ke Kabinet  Kerja ? emm..mungkin bisa dianaloigikan begini dalam satu hutan tidak boleh ada dua raja Hutan..dan alasan  ini mungkin masuk akal saya..inilah realitas politik yang kemaren menjadi teman besok jadi lawan.

Semoga bermanfaat,,
Salam,

Aan Hunaifi

0 comments: