Life Satisfaction = Enjoying – Wanting

by - Friday, May 23, 2014

Puaskah Anda dengan hidup Anda saat ini? Apa itu kepuasan hidup dan bagaimana cara meningkatkannya? Dalam perenungan yang mendalam saya berhasil membuat rumus sederhana mengenai kepuasan hidup sebagai berikut:

Kepuasan hidup adalah sebuah konsep yang abstrak karena itu sulit diukur. Karena sulit diukur, kepuasan hidup juga sulit ditingkatkan. Namun dengan memahami rumus ini, semuanya akan menjadi lebih mudah. Keberhasilan menemukan rumus ini benar-benar memberikan kepuasan yang luar biasa kepada saya karena membuat hidup ini jauh lebih sederhana.

Kepuasan hidup sesungguhnya terdiri dari dua unsur, yaitu menikmati (enjoying) dan menginginkan (wanting). Kepuasan hidup tidaklah bergantung pada kekayaan dan kesuksesan kita, tetapi pada kemampuan kita untuk menikmati apa pun yang sudah kita miliki.



Dengan mengatakan seperti ini, sama sekali tak berarti bahwa harta benda itu tidak penting. Harta benda adalah faktor dasar kepuasan hidup, tetapi bukan faktor yang menentukan. Tentu saja, kita akan sulit bahagia bila kebutuhan hidup yang standar belum dapat kita penuhi. Namun, bila kebutuhan sandang, pangan dan papan yang minimal sudah tercukupi, pertambahan materi setelah itu menjadi sesuatu yang bersifat relatif. Artinya, pertambahan kekayaan tidaklah dengan serta-merta membuat kita lebih bahagia dan lebih menikmati kepuasan hidup. Boleh jadi, kita bahkan bisa lebih berbahagia daripada seorang konglomerat yang memiliki harta jauh lebih banyak.

Bila kebutuhan dasar sudah terpenuhi, tingkat kepuasan hidup akan segera beralih dari hal-hal yang bersifat materi ke hal-hal yang bersifat spiritual. Kepuasan hidup adalah menikmati dikurangi dengan menginginkan. Rumus ini sungguh sederhana dan membuka pikiran. Dengan memahami rumus ini, kita akan tahu bagaimana cara meningkatkan kepuasan hidup: tingkatkan kemampuan kita untuk menikmati segala sesuatunya dan kurangi keinginan kita.

Kunci kepuasan hidup sesungguhnya ada di dalam pikiran kita. Menikmati adalah mengisi pikiran kita dengan segala sesuatu yang telah kita miliki. Menikmati adalah membuka mata kita lebar-lebar untuk memperhatikan dan menghayati segala sesuatu yang telah kita miliki. Bukankah semua yang telah kita miliki ini luar biasa indahnya? Bukankah dulu semua ini tidak pernah ada? Bukankah banyak orang yang tingkat kehidupannya jauh di bawah kita? Semakin kita meresapi dan menghayati semua yang kita miliki, semakin indahlah hidup kita, semakin gembira dan bersyukur kita, dan semakin tinggilah kepuasan hidup kita. Kunci terpenting dalam menikmati adalah memperhatikan. Ini lebih dari sekadar melihat, tetapi benar-benar meluangkan waktu untuk membuka mata dan pikiran untuk menghayati, menjiwai serta merasakan semua nikmat dan karunia.

Untuk meningkatkan kepuasan hidup, enjoying harus ditingkatkan setinggi mungkin, sebaliknya wanting harus diturunkan serendah mungkin. Bila dari skala 1-10 kemampuan enjoying Anda adalah 8 sementara wanting Anda adalah 5, tingkat kepuasan hidup Anda adalah +3. Kepuasan hidup Anda masih akan bernilai positif selama Enjoying > Wanting. Kepuasan hidup akan bernilai 0 bila Enjoying = Wanting. Namun, kepuasan hidup akan menjadi negatif bila Enjoying < Wanting.

Karena itu, tantangan dalam hidup kita adalah bagaimana kita dapat selalu meningkatkan enjoying kita dan menurunkan wanting kita. Hal ini membutuhkan perjuangan tersendiri karena pikiran kita sering dipenuhi berbagai keinginan yang justru selalu meningkat dari waktu ke waktu. Dan yang menarik, semakin kita memfokuskan pikiran kita kepada keinginan, semakin rendah pulalah tingkat kenikmatan kita.

Bicara mengenai keinginan, ada sebuah hukum yang disebut sebagai The Rule of Two: kita selalu menginginkan dua kali dari apa yang kita miliki. Artinya, ketika kita punya satu mobil, kita tidak puas dan menginginkan dua mobil; ketika penghasilan kita Rp 1 juta, kita tidak puas dan menginginkan Rp 2 juta; dan ketika penghasilan kita mencapai Rp 2 juta, kita tidak puas dan menginginkan Rp 4 juta.

Selain itu, kita juga selalu membanding-bandingkan diri kita dengan orang-orang di sekitar kita. Sebuah penelitian di Princeton University menyimpulkan bahwa orang bahkan lebih senang punya uang lebih sedikit asalkan lebih tinggi daripada tetangga dan orang-orang di sekitarnya.

Manakah yang lebih Anda sukai, punya penghasilan Rp 10 juta sementara orang di sekitar Anda Rp 15 juta, ataukah penghasilan Anda Rp 7,5 juta, sementara orang di sekitar Anda Rp 5 juta? Penelitian di Princeton University membuktikan bahwa orang lebih senang mendapatkan penghasilan yang lebih kecil (dalam contoh ini adalah Rp 7,5 juta) asalkan ia lebih tinggi daripada orang-orang di sekitarnya. Inilah yang menyebabkan banyak orang di Amerika Serikat yang tinggal di Meksico, Panama atau Kosta Rika setelah pensiun. Mereka melakukan itu agar lebih bahagia karena merasa lebih kaya daripada orang-orang di sekitarnya.

Kunci kebahagiaan dan kepuasan hidup adalah berorientasi ke dalam, yaitu menikmati apa pun yang kita miliki dengan penuh syukur. Konsep inilah yang disebut dengan menikmati. Sementara menginginkan pasti akan mengurangi kebahagiaan kita. Ini terjadi karena keinginan senantiasa berorientasi ke luar

oleh : Arvan Pradiansyah
sumber :http://swa.co.id/column/rumus-kepuasan-hidup

You May Also Like

0 comments