Inilah Ceritaku Mau Jadi Mahasiswa, Gimana Ceritamu ???

by - Tuesday, February 25, 2014

 Sewaktu baca berita teks berjalan di sebuah stasiun televisi, mata saya tertuju pada sebuah informasi bahwa pemerintah akan membebaskan biaya alias GRATIS pendaftaran masuk Perguruan tinggi Negeri tahun 2014 yang sekarang bernama Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Program yang sama juga sudah dimulai tahun 2013, Berita tersebut langsung mengingatkan memori saya pada peristiwa  11 Tahun Silam tepatnya tahun 2004.

Pada Tahun 2004, tepat setahun saya lulus dari SMA Muhammadiyah 1 Babat Lamongan, Memang Setelah Lulus SMA, karena alasan Ekonomi saya tidak bisa langsung masuk perguruan tinggi untuk Kuliah, saya harus bersabar selama setahun untuk mengumpulkan Uang sedikit demi sedikit untuk bisa beli formulir dan kuliah di Perguruan tinggi.

Persis satu hari menjelang batas akhir pendaftaran seleksi nasional  tahun 2004 yang kala itu masih bernama  Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), situasinya sangat berkabut dan gelap antara kesedihan serta harap harap cemas..Kenapa  sedih ?? ternyata Uang uang hasil menabung saya selama setahun ternyata tidak cukup untuk membeli formulir SPMB waktu itu, belum lagi buat ongkos naik bis dari Lamongan ke Surabaya karena harus daftar langsung ke tempat Panitia yang berada di Surabaya. Inilah Fase kritis sekaligus menantang bagi saya dalam mengawali perubahan nasib.

Kritis karena jika tidak bisa ikut SPMB peluang kuliah akan sirna dan Menantang karena inilah taruhan saya setelah mendeklarasikan bahwa saya harus BISA KULIAH dengan kondisi serba kekurangan waktu itu,
Fase – fase awal perubahan ini penting, karena Jika tahun 2004 tidak bisa ikut SPMB harapan untuk merubah nasib akan lebih berat lagi,,pada waktu itu saya berkeyakinan cara untuk merubah nasib adalah melalui pendidikan. Dengan pendidikanlah akan mampu menjembatani ke dunia yang lebih menjanjikan masa depan  Kalau tidak berarti harus pasrah menerima keadaan dan peluang berubah kearah lebih baik akan susah. Tahun 2004 Harus ada langkah pertama yang harus saya lakukan untuk mencapai ribuan langkah selanjutnya..



Kondisi pada waktu itu sangat genting,,jika besoknya saya tidak bisa beli formulir SPMB maka sirnalah mimpi mimpi saya waktu itu. Tanpa disangka sangka , tanpa ada janjian sebelumnya tiba tiba ada seorang sahabat sekaligus Mentor saya yaitu Mas Barok, di Ikatan Remaja Muhammadiyah ( IRM ) yang sekarang berubah menjadi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang malam itu silaturahim kerumah saya, singkat cerita mas Barok ini memberikan semangat dan bantuan untuk tambahan membeli formulir SPMB  dan petualangan pun dimulai..semangat dan energy kembali membara…..Hidup & Nasib harus dirubah dengan cara bisa kuliah di Universitas Negeri, kenapa harus Universitas Negeri, karena kembali lagi kondisi waktu itu Universitas Negeri disamping lebih terjangkau banyak kesempatan beasiswa yang bisa didapatkan. Kalau masuk Universitas Swasta pasti tidak akan mampu…

Saya kemudian berfikir mungkin Program Pemerintah yang membuat gratis biaya pendaftaran SNMPTN 2014 yang nilainya cuma dua ratusan ribu ( 200 ribuan ) merupakan nilai yang kecil bagi sebagian orang, tapi bagi orang yang kondisinya mirip saya tahun 2004 tentu akan sangat bermanfaat, Akan banyak kesempatan yang didapatkan oleh calon mahasiswa yang punya keinginanan untuk merubah nasibnya melalui pendidikan…dan ternyata Lewat pendidikanlah semua berubah..Disamping bisa kuliah..pada momen menjadi Mahasiwa saya bisa banyak mendapatkan kesempatan yang berharga..

Add caption
Kesempatan kesempatan menjadi mahasiswa adalah bisa naik pesawat gratis ke Jakarta, yang dulu hanya saya gumamkan dalam hati kapan ya bisa naik pesawat…lewat menjadi mahasiwa juga bisa berkesampatan Keluar Negeri seperti ke Italia, Singapore , Malaysia dan Korea..yang tidak kalah menariknya adalah jika masih menjadi mahasiwa bisa makan gratis di Ruang Kahuripan Kampus C Unair dalam acara pengukuhan guru Besar Unair..tapi ini hanya berlaku bersama teman-teman Asrama BTIKA Unair..hehehe..


Walaupun bisa dibilang Gretongan tetapi untuk melewati masa masa kuliah tentu tidak mudah,,banyak sekali hal yang mesti dikorbankan..semisal sebelum ikut test SPMB 2004 saya selama 12 Bulan harus belajar menyelesaikan soal minimal 2 Jam setiap Hari..sewaktu menjadi mahasiwa di Fisika Univeritas Airlangga (UNAIR), saya berusaha untuk membuat Karya Ilmiah minimal 2 Karya per semester..inilah modal saya untuk bisa survive…kata orang Suroboyo “ Jer Basuki Mawa Bea “ Manungso Demen enak lan Kepenak , Nanging Kudu Nekoni Kangelan….begitulah kira kira…


Eiiiitss..satu lagi yang tidak kalah pentingnya adalah lewat Kuliah juga saya mendapatkan Istri yang Cantik baik Hati yang memberikan Anak yang Imut bernama Anindia Raisa Salsabila….


Intinya tetap semangat dan percaya bahwa kalau niat kita untuk Cari Ilmu kita tidak akan pernah kekurangan PASTI ADA JALAN....inilah salah satu nasehat dari Pak Kyai Muhlis yang saya pegang sampai sekarang…dalam Al Quran juga difirmankan “Sesungguhnya Allah Tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka berubah untuk mengubah nasih mereka sendiri ( Ar Ra’du :11 ) Kita Harus Percaya Diri Kita bahwa kita mampu..kalau kita sendiri tidak percaya pada kemampuan diri kita, mana mungkin orang lain akan percaya terhadap kita….

Untuk temen-temen yang mau atau sedang kuliah jangan anggap semua bisa gratisan,,karena sejatinya didunia ini tidak ada makan siang gratis.hehe...

Inilah ceritaku Mau Jadi Mahasiswa, Gimana ceritamu ??? ..SEMOGA BERMANFAAT…

Jakarta, Februari 2014

Ikuti cerita cerita selanjutnya untuk menjadi Profesional, Pengusaha dan Berharap bisa Menjadi The Best CEO....Amien Ya Rabb..

Salam,

Aan Hunaifi
Mobile : 081331964006

You May Also Like

5 comments