Peran dalam Lean Six Sigma – Green Belt, Black Belt, Champion

by - Tuesday, June 04, 2013


Salah satu kunci inovasi dalam metode Lean Six Sigma terletak dalam sumber daya manusia, peran yang dibentuk, dan kapabilitas yang dimasukkan ke dalam sumber daya manusianya. Sebelum adanya Lean Six Sigma, kualitas manajemen dalam prakteknya sebagian besar diserahkan kepada pabrik dan ahli statistik yang masing-masing berada di departemen yang berbeda. Karena Lean Six Sigma merupakan metodologi yang berpusat kepada manusia, maka dalam setiap inisiatifnya diperlukan berbagai peran dengan tanggung jawab dan tugas-tugas yang berbeda untuk memungkinkan berjalannya proyek-proyek Lean Six Sigma. Peran-peran tersebut adalah:

1)    Executive Leadership

Termasuk CEO dan anggota top management lainnya. Mereka bertanggung jawab dalam menentukan visi untuk implementasi Lean Six Sigma. Mereka juga memfasilitasi pemegang peran lainnya dengan kebebasan dan sumber daya untuk mengeksplorasi ide-ide baru untuk sebuah terobosan perbaikan.

2)    Champion

Champion mengambil tanggung jawab dalam menerapkan filosofi Lean Six Sigma dalam organisasi secara keseluruhan. Executive Leadership akan memilih mereka dari jajaran manajemen tingkat atas. Champion juga bertindak sebagai mentor bagi para Black Belt.

3)    Master Black Belt

Master Black Belt ditunjuk oleh Champion, berperan sebagai in-house coach Lean Six Sigma. Master Black Belt dapat memberikan pelatihan mengenai Lean Six Sigma dan tools-tools nya kepada karyawan lain di perusahaan. Mereka berperan sebagai pemimpin dan pembimbing dalam proyek dan mendedikasikan 100% waktu untuk pelaksanaan berbagai proyek Lean Six Sigma. Mereka bertanggung jawab terhadap Champion dan membimbing Black Belt dan Green Belt dalam proyek.

4)    Black Belt

Black Belt adalah profesional yang dapat menjelaskan filosifi dan prinsip-prinsip Lean Six Sigma dengan baik, termasuk semua tool pendukungnya. Seorang Black Belt harus memiliki kemampuan memimpin tim, mengerti dinamika tim, dan mendelegasikan peran dan tanggung jawab kepada seluruh anggota tim. Black Belt memiliki pemahaman mendalam akan seluruh aspek model DMAIC sesuai dengan prinsip-prinsip Six Sigma. Mereka memiliki pengetahuan dasar mengenai konsep Lean Enterprise, dan mampu mengidentifikasi elemen-elemen dan aktifitas tanpa nilai tambah (pemborosan / waste) serta menggunakan tool yang spesifik untuk meneliminasinya. Black Belt beroperasi dibawah bimbingan Master Black Belt untuk mengaplikasikan metodologi Lean Six Sigma dalam proyek-proyek yang lebih spesifik. Mereka berkontribusi penuh dalam penerapan Lean Six Sigma. Black Belt memiliki tanggung jawab utama pada eksekusi proyek.

5)    Green Belt

Green Belt adalah karyawan yang melakukan penerapan Lean Six Sigma bersamaan dengan tanggung jawab pekerjaaannya yang lain.  Mereka beroperasi dibawah bimbingan Black Belt dalam menjalankan proyek. Green Belt bertugas menganalisa dan mengatasi masalah kualitas dan terlibat aktif dalam proyek-proyek improvement. Green Belt adalah mereka yang paling tidak memiliki tiga tahun pengalaman kerja dan mampu mendemonstrasikan pengetahuannya akan tools dan proses yang mengacu kepada Lean Six Sigma.

Beberapa organisasi menambah beberapa ‘warna’ belt, seperti Yellow Belt, untuk karyawan yang telah menyelesaikan pelatihan dasar tool Six Sigma yang juga berpatrisipasi dalam proyek, dan ada juga ‘white belt’ yang telah diberi pelatihan lokal mengenai konsep-konsep Six Sigma namun tidak berpartisipasi dalam proyek

sumber : www.shiftindonesia.com


You May Also Like

0 comments