Membedah Konsep Berfikir Dahlan Iskan



Dalam tulisan serial lean thinking sebelumnya ? saya menulis masih banyak bersifat teori  namun kali ini, saya mencoba untuk membedah tentang penerapan real dari konsep lean dengan cara membedah  Konsep Berfikir Dahlan Iskan.

Kalau kita review dari tulisan saya terdahulu ? ada dua prinsip dasar dalam konsep lean thinking yaitu pertama, sebuah pendekatan didalam melakukan perbaikan atau eliminasi pemborosan yang tidak bernilai tambah(Non valuae added = NVA) secara terus menerus didalam suatu proses melalui identifikasi root cause analisis yang saya sebut sebagai Lean Kaizen. Kedua, Sebuah pendekatan didalam melakukan perbaikan quality product melalaui DMAIC analisis secara berkesinambungan yang disebut  dengan istilah lean six sigma.

Kenapa Dahlan Iskan sebagai contoh real ? kenapa tidak menulis langsung semisal aktifitas langsung di pabrik (workfloor) ? Bukankah konsep lean selama ini diidentikkan dengan pabrik? Dan mesin  ditempat bekerja ?

Sebelumnya saya beranggapan sama seperti  pada pendapat umum bahwa Lean itu identik dengan pabrik  dan operator ditempat kerja yang melakukan proses perakitan produk, namun akhirnya setelah serius mempelajari tentang bidang ini, akhirnya saya menyimpulkan bahwa penerapan dari  lean thingking ini luar biasa luas. Lean bisa dipakai di bidang service, hospital, keuangan, marketing dan masih banyak lagi aplikasinya. Karena keluasan aplikasi inilah yang membuat saya jatuh cinta untuk mempelajari dengan serius bidang ini.

Mengenai  mengapa saya menjadikan pak Bos Dahlan Iskan sebagai contoh real dari penerapan real lean thinking , pertama jelas karena menurut saya  memiliki criteria dan sepak terjangnya memegang prinsip-prinsip lean.

Kalau tidak percaya ? silahkan disimak beberapa aksi fenomenal dari pak Dahlan Iskan ?

Pertama, Meniduri (bahasa Surabaya njagongan) mesin cetak baru di Jawa pos sewaktu instalasi supaya mengetahui secara detail dan mendalam mengenai mesin yang baru dipasang. Karena mesin itu dioperasikan pas tengah malam otomatis dia sampai tidur dideket mesin cetak.

Kedua, Aksi  brutal membuka tol semanggi yang bikin heboh beberapa waktu lalu. Ketiga, Berpanas panasan menjual kartu tol / e-toll card bank mandiri di Jalan tol , Keempat, naik maskapai Merpati airlanes di beberapa kesempatan tugas dia sebagai mentri (CEO) BUMN

Kelima, Naik kereta listrik dan KA ekonomi yang bikin heboh pejabat PT.KA serta penumpang lain, yang unik cara naik KRL ini juga ditiru oleh beberapa pejabat  dan calon pejabat (Aburizal Bakrie).

Keenam, Sering ke negeri tiongkok alias china untuk mendapatkan ide dan bencmarking, dalam penerapan lean ini sangat vital sekali, karena sejatinya lean adalah proses “ pembelajaran” tiada henti yang dilakukan secara terus menerus.

Ketujuh, menghilangkan Birokrasi dan kewenangan di PLN maupun BUMN sampai 50 %, seperti meniadakan seragam PLN, Perjalanan dinas, Rapat dll.

Dari aksi aksi diatas bisa saya bisa menyimpulkan  cara berfikir dan bertindak ala Dahlan Iskan adalah cara berfikir dengan konsep lean Thinking.

Ujung ujungnya dari aksi aksi Dahlan Iskan tersebut adalah dalam upaya memperbaiki secara terus menerus   baik dalam segi proses maupun produknya. Dalam segi proses contohnya meniduri mesin, aksi brutal di tol semanggi, memangkas 50% birokrasi, sedangkan segi produk contohnya naik Merpati, KRL dan e-toll road, dan tentunya masih banyak lagi aksi aksinya yang lain. Kita tunggu saja ?

Bagaimana dengan ide dan pendapat anda ?
Semoga bermanfaat.

Salam, Jiaxing- China 2012

Aan Hunaifi

0 comments: