Tetaplah Marasa Bodoh ? motivasi unik dari guru LUAR BIASA


Oleh Aan Hunaifi :

Saya menulis cerita ini dikarenakan dalam masa perjalanan training di china, semakin menyadari bahwa memang saya bodoh, atau dalam bahasa suroboyo guoblok hehehe ngaku nih ye ceritanya.. 

Di masa-masa akhir aktifitas training di china, saya cukup senang karena secara pribadi sudah menemukan passion n prioritas belajar yaitu belajar tentang Operational Excellence, walaupun dalam training disini bidang OPEX sedikit sekali diberikan bahkan tidak ada dalam materi/kurikikulum training,tapi saya beruntung bisa lihat langsung penerapannya di dalam pabrik.

Saya menyakini pengetahuan Operational Excellence inilah bidang yang saya cari dan butuhkan untuk menunjang aktifitas dan meraih impian dimasa depan.

Alhamdulillah diakhir tahun 2011 lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang Operational Excellence,lewat kursus Online dari orang kanada yang diberikan secara cuma-cuma alias gratis, bertepatan dengan  program merry christmas dan happy new year 2012.

Kesempatan ini sangat langka dan saya beruntung sekali dikarenakan kuota free ini cuma untuk 100 orang, selebihnya harus bayar yang lumayan mahal. Alhamdulillah diberikan jalan serta kemudahan untuk mendapatkan ilmu ini. 

Disamping mengikuti kursus online  saya mengkoleksi beberapa ebook bidang ini, dan tentunya bertanya ke orang tercerdas dizaman ini yaitu si Mbah google jika ada yang belum dimengerti.

Beberapa materi atau tulisan saya terdahulu juga menjelaskan tentang apa itu Operational Excellence, apa saja yang termasuk dalam ranahnya? Metode - metode apa saja yang terdapat di dalamnya? bagaimana konsep implementasi dari Operational Excellecence ? salah satunya yang menarik adalah ketika fokus ke materi LeanSixsigma, ternyata apa yang dulu  dipelajari dalam ilmu statistik dan aktifitas riset sewaktu kuliah di Fisika sangat membantu sekali. 

Bagaimana mengambil sample? bagaimana mengukur sample ? Bagaimana mendesain penelitian atau proyek 
dan yang lebih penting  alur prosess dan berfikir sangat membantu sekali. Supaya bisa mendeskripsikan baik secara kuantitatif dan kualitatif.

Mungkin kalau dulu saya tau akan betapa bergunanya mata pelajaran ini, mungkin dulu saya tidak akan ogah-ogahan masuk kelas hehe atau jangan jangan sewaktu diterangin manfaat mata kuliah saya tidak masuk kelas atau malah tidur ya hehe semoga saja tidak. Namun menurut pendapat saya Inilah yang sesungguhnya terjadi di wajah kampus kita kebanyakan, mahasiswa masuk kelas cuma karena sebatas syarat supaya lulus kuliah tanpa menegrti akan maksud dan tujuan dari mata pelajaran yang diberikan oleh sang dosen.

Hal ini bisa terjadi karena kurangya informasi dari dunia kerja sebagai pengguna hasil produk (mahasiswa) kampus ke para Dosen atau yang lebih spesifik ke pembuat kurikulum yang terlalu textbook. Padahal kalau para pencari ilmu (Mahasiswa,siswa) itu tahu akan apa yang akan didapatkan dan manfaatnya akan sangat memberikan semangat yang luar biasa dalam kesehariannya sebagai para pencari ilmu.

Kembali ke ide awal tulisan ini yaitu mengapa saya harus merasa Goblok? Ternyata apa yang saya tahu selama ini sangat sedikit sekali alias masih banyak yang tidak tahunya. Apalagi setelah melihat presentasi dari beberapa temen disini sebagai progress training, ternyata untuk memahami dalam satu bidang industri saja begitu banyak sekali konsep dan ilmu yang harus dikuasai.

Saya punya kisah berkesan dan unik Ketika mendengar kata "goblok" ini, pada akhir tahun 2006 silam di Surabaya dalam suatu perjalan ke lamongan dari Surabaya saya ditelfon oleh orang yang sebelumnya belum kenal dan belum pernah ketemu sama sekali. Dalam percakapan singkat tersebut Pak Rohim, begitu beliau memberitahukan namanya. Mengundang saya ke rumahnya untuk berdiskusi tentang apa yang saat itu sedang saya kerjakan. 

Ketika waktu itu memang sedang mulai belajar untuk berwirausaha dibidang agrobisnis khususnya pupuk,dikarenakan keterbatasan biaya kuliah alias kuliah modal dengkul jadi kudu pakai strategi BONEK, mau ndak mau kudu pintar cari biaya untuk tetep eksis jadi mahasiswa. Supaya bisa fokus dalam usaha waktu itu  saya sampai mengambil cuti satu semester dari kuliah di Fisika Unair.

Sewaktu kerumah pak Abdul Rachim, saya diberitahu tentang aktifitas beliau bahwa dia sejatinya adalah seorang notaris, namun sangat suka untuk membantu orang untuk maju terutama dalam berbisnis  atau memulai usaha, hingga akhirnya saya tahu bahwa beliau  merupakan sosok notaris yang terkenal dan disegani di Surabaya, dikarenakan sudah banyak sekali notaris yang berhasil lahir dr sentuhan 
didikan pak Rochim.

Setelah berkunjung kerumah beliau, saya diberikan kesempatan untuk menimba ilmu kekantornya tiap minggu 2-3 kali waktu itu, Yang menarik dari proses belajar dengan Pak Abdul Rachim adalah saya dikasih tau, bahwa orang belajar kudu tau tujuan dan caranya ? kudu ada fasilitatorny? kudu ada alat tulis n buku untuk catat setiap hal penting ? mungkin itu hal yang umum dilakukan bagi seorang guru ke murid.

Yang membuat saya sampai sekarang masih terkenang dan menjadikan pegangan dalam setiap mencari ilmu adalah saya disuruh merasa bodoh, alias guoblok. Dan bukan hanya harus merasa guoblok saja, tetapi saya dan 2 temen saya  yang lain besok paginya disuruh untuk lari sambil berteriak "Aku guoblok" , "Aku guoblok" sambil mengitari Tugu pahlawan yang merupakan simbol dari kota Suroboyo sampai tiga kali putaran.

Pada waktu itu mungkin adalah hal yang aneh bagi saya, kenapa dengan cara dan metode seperti itu, tetapi setelah saya pahami ternyata memang itulah kuncinya bagi setiap orang yang mencari ilmu harus sadar memang masih banyak yang belum diketahui, harus merasa kurang dan kurang.



Sekitar dua bulan lalu saya sempat menanyakan kabar tentang Pak Rachim ke salah satu murid yang sudah dianggap sebagai anaknya yaitu Pak Iman Supriyono CEO dari SNF Consulting, Saya sempat kaget dan hampir tidak percaya bahwa Pak Abdul Rachim telah wafat, semoga beliau mendapatkan tempat yang baik disisi Allah SWT.

Pak Rachim telah memberikan cara dan metode belajar tentang bagaimana sikap seseorang untuk bisa maju dengan metode yang unik dan berkesan sekali.

Makanya saya tidak heran ketika Pak Iman Supriyono menerbitkan sebuah buku tentang beliau, yang diberi judul " Guru Goblok Ketemu Murid Goblok : Hikmah Pembakar Jiwa Entrepreneur & Investor dari Abdul Rachim sebuah buku yang menginspirasi.


Tidak salah juga ketika CEO Steve Jobs dalam salah satu pesannya yang populer mengatakan untuk selalu tetap merasa "lapar dan Bodoh"

Bagaimana dengan kisah anda dalam belajar mencari ilmu ?

Semoga bermanfaat,
Jiaxing, zheziang, April China 2012
Salam,

Aan Hunaifi

1 comments:

Rahmad said...

Motivasi luar terus semangat dalam mencari ilmu..