Pages

Friday, April 27, 2012

Filosofi Kepemimpinan Mr. John Maxwell VS Ki Hadjar Dewantara


Pemikir kepemimpinan nomor wahid dunia, John Maxwell menyebut ada Lima Tingkat Kepemimpinan.

Tingkat pertama bernama Posisi. Orang mengikuti sang pemimpin tak lain karena posisi pemimpin tersebut dalam struktur organisasi. Anak buah bertindak karena harus melakukan tindakan tersebut. Alhasil pengaruh sang pemimpin tidak akan melampaui batasan-batasan deskripsi pekerjaan.

Tingkat kedua disebut Hubungan. Orang mengikuti sang pemimpin lantaran mereka ingin melakukan tindakan itu. Tindakan anak buah sudah tidak terbatas pada deskripsi pekerjaan semata. Anak buah mengerjakan sesuatu dari pemimpin karena merasa senang dan nyaman. Hanya saja jika ini terjadi terus menerus anak buah dengan motivasi dan kreativitas tinggi akan menjadi gelisah dan berujung pada kekecewaan.

Tingkat ketiga dinamakan Hasil. Orang mengikuti sang pemimpin karena apa yang telah dilakukan pemimpin untuk organisasi tersebut. Hasil karya pemimpin diapresiasi anak buah. Mereka menyukai pemimpin dan apa saja yang sedang dikerjakan pemimpin. Tingkat tiga ini memberi landasan kokoh bagi sang pemimpin untuk meraih hasil optimal pada apa yang telah direncanakan.


Tingkat keempat berjejuluk Reproduksi. Intinya anak buah mengikuti sang pemimpin lantaran apa yang telah pemimpin lakukan untuk mereka. Komitmen pemimpin untuk memberi ruang bagi anak buah mengembangkan bakat akan berdampak pada keberhasilan organisasi dalam jangka panjang. Anak buah didesaian untuk menjadi pemimpin baru yang kelak akan mengganti sang pemimpin.

Tingkat paling tinggi, kelima dinamakan Respek. Anak buah mengikuti sang pemimpin karena siapa diri sang pemimpin dan apa yang pemimpin representasikan. Tingkat ini terjadi karena komitmen tanpa jeda yang dilakukan sang pemimpin untuk mengembangkan anak buah dan organisasinya.

Tingkatan kelima ini bisa disebut sebagai pemimpin inspirational, dimana para pengikut atau anak buah merasa terinspirasi dari sosok sang idola atau pemimpinya, model pemimpin inspirational akan berdaya tahan lama.

Pertanyaan sederhana buat kita semua adalah sudah berada dimana posisi kita baik sebagai anak buah ? sudahkan kita berupaya terus menerus menjadi anak buah yang baik terhadap pemimpin kita ?

Atau jika kita sebagai seorang pemimpin, sudah di level mana posisi kepemimpinan kita ? berada di level bawah atau level tertinggi ? semoga dimanapun posisi anda memimpin kemanfaatan dan kedamaian selalu menaungi diri anda dan anak buah anda.

Mr. John Maxwell, boleh saja mendeskripsikan mengenai tingakatan dalam kepemimpinan seseorang, tetapi saya lebih sreg dengan filosofi kepemimpinan asli dari bangsa Indonesia yaitu filosofi dari Ki Hadjar Dewantara


Beliau mempunyai filosofi yang sangat luar biasa  menurut saya yaitu “ING NGARSO SUNG TULODO, ING MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI” (Jika berada didepan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan)

Itulah hakekatnya seorang pemimpin harus mampu membaca dan bersikap, Kapan harus tampil didepan ? kapan harus berada di tengah-tengah sebagai fasilitator ? dan kapan harus berada di garda belakang untuk mensupport calon calon leader berikutnya ?

Bagaimana dengan ide dan pendapat anda ?
Semoga bermanfaat,

Jiaxing- Zheziang, China, April 2012
Salam,

Aan Hunaifi


1 comments:

Kedua pemikiran tsb tdk perlu dipertentangkan. John C. Maxwell bicara ttg level kepemimpinan sedangkan Ki Hajar Dewantara bicara ttg standard trtinggi kepemimpinan. Jadi sebenarnya filosofi Ki Hajar itu sama dgn level tertinggi John C. Maxwell. Pemimpin inspirasional adalah pemimpin yg memenuhi stndard filosofis dr Ki Hajar.