Apa itu konsep Lean ?



Bagi yang mempelajari tentang Operational Excellence (OE) konsep Lean patut untuk dipahami,  supaya memudahkan kita dalam implementasi di tempat kerja kita. Dalam tulisan singkat ini, saya akan menjelaskan tentang apa itu konsep Lean ? apa manfaat dan  strategi implementasinya ? 

Tentu penjelasan singkat ini belum bisa menjelaskan secara menyeluruh tentang apa itu konsep Lean ? dikarenakan keterbatasan ilmu dan pengalaman saya dalam bidang ini yang masih sedikit dan terbatas sekali. 

Namun walaupun apa yang saya tahu sangat sedikit masih kelas amatiran, saya tetep berkomitmen untuk menulis tentang  bidang Operational Excellence (OE), dengan harapan dengan saya menulis akan ada banyak masukan dari para pembaca atau teman-teman yang sudah ahli di bidang ini, dan kemudian bisa memberikan masukan dan saran buat saya (ngarep.com,,hehehe) 

Memang dalam salah satu target saya lima tahun kedepan ini adalah mempelajari bidang ini secara fokus dan serius, walapun kalau saya cermati perjalanan kebelakang sedikit banyak saya sudah mengimplementasikan prinsip-prinsip tentang Operational  Excellence (OE) khususnya konsep Lean pada bidang kerja yang saya geluti atau organisasi yang saya ikuti.

Untuk memudahkan pemahaman kita tentang makna Lean ? Kita mulai dengan pertanyaan seperti ini :

  1. Kenapa Garuda indonesia 5 tahun lalu selalu Merugi terus dan sempat pernah mau bangkrut ? sedangkan lion Air semakin mendapatkan profit luar biasa?
  2. Kenapa TVRI kalah bersaing dengan stasiun swasta ? sedang televisi swasta semakin menghasilkan profit.
  3. Kenapa Air Asia yang dulu maskapai bangkrut yang punya hutang membumbung tinggi dalam waktu  singkat bisa menjadi maskapai yang punya profit besar ? bahkan sekarang bisa mengalahkan  Malaysia Airlines dari segi pendapatan dan penumpang yang diangkut ?    Dan banyak sekali contoh lainya..


Pada prinsipnya, setiap bisnis atau semua organisasi baik yang profit maupun nonprofit, dituntut untuk bersikap efektif dan efisian, dengan menghilangkan atau mengurangi pemborosan baik pemborosan kerja maupun pemborosan biaya.

Diharapkan dengan sikap efektifitas dan efisiensi ini, organisasi atau bisnis kita semakin  progresif dalam melakukan aktifitas bisnis dan aktifitas sosialnya.

Akhir akhir ini banyak sekali contoh tentang penerapan konsep lean ini contohnya dalam industri Penerbangan seperti Air Asia, Lion Air, virgin group dengan konsep low cost carrier (LCC). Sebagai contoh bagi kita yang akan beli tiket pesawat Air Asia kita cukup simple sekali dalam memesan tiketnya, kita bener bener dipermudah dalam pembelian tiket dan naik pesawatnya sesuai dengan motto "Now Everyone Can Fly".


Dari awal pembelian tiket kita bisa memilih jumlah kg bagasi, bisa milih no kursi duduk kita, bisa pilih mau makan apa tidak? Dari banyaknya informasi yang didapatkan dari calon penumpang ini, akan memudahkan pihak air asia dalam menyiapkan Planingnya dalam sistem di kabin maupun luar kabin dan serta bisa menekan biaya biaya operasional yang tidak diperlukan dalam penerbangan tersebut. Inilah kunci keberhasilan implementasi Lean di Air Asia.

Di Dunia telekomunikasi juga ada, seperti konsep operator milik Bakrie telecom dengan brand ESIA. Dan terbukti bisnis yang mengimplementasikan konsep lean ini terbilang handal dan sukses  dengan tidak mengorbankan faktor kualitas dan safety. 

Dari ilustaris diatas kita bisa mendefinisikan tentang konsep Lean ? Lean merupakan pendekatan  yang sistematis dalam melakukan perbaikan berkesinambungan yang berfokus pada kegiatan  mengurangi pemborosan-pemborosan yang tidak diperlukan.

Kunci dari implementasi Lean adalah menyelaraskan kebutuhan jenis barang (informasi) mengalir (Flow) lancar dan efisien melalui organisasi yang kita miliki. 

Sedangkankan Pemborosan (Waste) adalah segala sesuatu yang membutuhkan biaya dan sumber daya (tenaga) tetapi tidak menambah nilai kepada pelanggan (customer) yang memakai produk atau jasa kita.

Jika ingin bisnis atau organisasi kita berhasil, para pemimpin organisasi atau bisnis harus  berkomitmen untuk mengembangkan konsep Lean dan menerapkan budaya perbaikan terus-menerus  (Kaizen), di mana karyawan atau anggota bekerja untuk membuat pekerjaan mereka sendiri se-efisien dan se-efektif mungkin.

Beberapa manfaat dai penerapan Lean adalah :


  • Mengurangi siklus kerja atau operational.
  • Mengurangi persediaan dan barang dalam proses
  • mengurangi biaya produksi dan biaya lain lain
  • Meningkatkan produktivitas sekaligus meningkatkan kualitas
  • meningkatkan penjualan, karena produk yang dihasilkan berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan konsumen

Bagaimana Strategi konsep lean dirancang ?

Strategi lean dirancang untuk meningkatkan efisiensi, merampingkan proses dan mengurangi pemborosan (waste) dan biaya. Pekerja atau anggota organisasi dilatih dalam untuk berkomitmen supaya memberikan kontribusi untuk transformasi organisasi bisnis kita.


Supaya pekerja kita menjiwai konsep lean tersebut diperlukan beberapa cara yang patut untuk kita coba seperti :

  • Menerapkan sistem produksi yang handal dan mudah dijalankan atau dieksekusi di lantai kerja. 
  • Menciptakan kondisi yang fairness ,terbuka, serta mensupport sikap disiplin dan fleksibilitas.
  • Mendesain sistem kerja yang mudah dimengerti, untuk menghindari  miss perception 
  • Meningkatkan kemampuan pekerja dengan menciptakan berkinerja tinggi, multi-skills dan semangat 
  • Menjaga kinerja Team work 
  • Menurunkan biaya produksi dan aktiftitas yang tidak bernilai tambah, untuk menghasilkan produk  yang bisa berkompetisi dengan produk atau industri sejenis lainya.
  • Mencipatkan aktifitas dalam bekerja yang selalu bernilai tambah.
Sekedar berandai andai saja, kita bisa bayangkan andai saja konsep lean ini diterapakan di semua BUMN kita pasti akan menghasilkan profit yang luar biasa dan kita sebagai rakyat indonesia akan mendapatkan manfaatnya.

Coba kita bandingkan dengan BUMN Malaysia yaitu petronas Pada 2009, pendapatan Petronas Rp 750 triliun dengan laba bersih Rp 150 triliun. Pendapatan Petronas itu sudah menutup 75% dari total pendapatan 154 BUMN Indonesia pada tahun yang sama.


Ini artinya laba bersih Petronas  lebih besar 3 kali lipat dari laba bersih gabungan atau  seluruh BUMN di Indonesia. 

Bagaimana bisa profit BUMN yang berjumlah ratusan itu bisa dikalahkan oleh satu BUMN dari Malaysia yaitu petronas ?

Kenapa bisa seperti itu kondisi BUMN kita? menurut saya disamping masalah klasik yaitu kepentingan politik adalah, karena para Pungawa atau CEO BUMN kita tidak menerapkan konsep LEAN ini.

Bagaimana dengan ide dan konsep anda tentang Lean ?
semoga bermanfaat .

Salam,

Aan Hunaifi
Jiaxing, China. April 2012

0 comments: