Dahlan Iskan : Pribadi Unik namun mengesankan

by - Sunday, March 25, 2012



Dalam tulisan seri pertama saya menceritakan tentang Gede Prama, namun Pribadi yang mengesankan kali ini, saya akan menjelaskan kenapa Pak DI, sapaan akrab Dahlan Iskan menjadi pribadi yang mengesankan.

Jauh sebelum dia menjadi Dirut PLN dan sekarang menjadi menteri BUMN, sosok satu ini merupakan idola saya sejak dari dulu, terutama sewaktu kuliah, Kebetulan di Asrama Bhinneka UNAIR kami berlanganan koran Jawa Pos, jadi bisa baca tulisan  tulisan Pak DI yang selalu menarik dan inspiratif itu.Salah satu tulisan beliau yang menarik ketika pak DI menceritakan proses Ganti hati,di tulisan yang berseri itu, bukan hanya masalah proses ganti hati saja,tetapi diceritakan juga perjuangan kisah hidupnya sejak kecil sampai dia  punya dua Mercy.

Namun bukan dari tulisannya saja yang membuat saya tertarik dengan style Pak Dahlan Iskan, Saya tertarik dikarenakan diceritain oleh beberapa teman yang menjadi anak buahnya di JP group, walaupun cuma diceritain tapi punya sisi menarik bagi saya.  Cerita tersebut bisa mengartikan akan arti kerja keras dan profesionalitas.

Ada kisah temen yang menempati posisi direktur di salah satu anak perusahaannya, ketika waktu  sudah malam dia ke surabaya, bermaksud mau laporan hasil kerjanya di daerah dan istirahat karena rumhanya memang di surabaya, setelah dia melaporkan hasil kerjanya, ternyata bagi pak Dahlan  kerjaan dia ada yang kurang, akhirnya boro boro dia dikasih waktu untuk istirahat, dia langsung  disuruh balik lagi kedaerah tersebut untuk segera memperbaiki dan menuntaskan, padahal  sebenarnya itu bisa dikerjakan dikemudian hari. 

Kata temen saya itulah gaya si Bos, yang  orangya sangat keras dan nuntut tuntas terhadap hasil kerjaan. Namun dari situlah temen saya ini belajar tentang bisnis dan sekarang terbukti beliau menjadi seorang pengusaha yang cukup berhasil di Surabaya saat ini.

Ada juga cerita temen mengenai Pak DI, temen ini kebetulan menjadi GM di salah satu Radar Jawa  Pos, Ketika ada kesempatan silaturahim ke kantornya, Saya mencoba bertanya apa rahasia Jawa Pos  Group bisa demikian mengurita koran dan bisnisnya, Lalu dijawab JP bisa besar karena pak Dahlan  Iskan adalah orang pekerja Sangat keras, bukan kerja keras lagi katanya..hehe.Bahkan dia bilang di JP group ini sangat sulit karyawanya bisa mengalahan ritme kerja pak Dahlan.

Masih cerita temen tersebut ada satu kunci lagi yaitu  karyawan diajarkan cara berbisnis dan punya mental Entreprenurship yang bagus. Maka tidak heran beberapa eks karyawan JP banyak yang menjadi pebisnis hebat.

Berbicara mengenai Ngmuknya Pak Dahlan Iskan, yang beberapa hari lalu bikin heboh jakarta sehingga banyak media meliput,Saya pernah melihat langsung bagaimana "Ngamuknya" pak DI, sekitar tahun 2005 bersama dengan tim Humas BSMI cabang surabaya, waktu itu kami berkesempatan kunjungan redaksi melihat langsung proses redaksional dan produksi koran Jawa Pos. Tak Disangka diseberang jauh ada suara keras, setelah bertanya ke tim redaksi siapakah itu, terus dijawab itu Pak Dahlan Iskan lagi koreksi tulisan wartawan mas, (dalam hati pantesan ndak ada yang berani melarang bersuara keras lah wong bos,hehe).

Ada cerita unik juga, dibalik pembangunan Wisata Bahari lamongan (WBL) dan PT.Lamongan Integrated shorebase (LIS) yang kebetulan lokasinya persis dibelakang desa saya di utara Lamongan Jawa Timur.

Al Kisah pak Dahlan Iskan sedang naik Heli bersama Investor dari Singapore menuju Tuban, setelah sampai di Tuban bermaksud membicarakan proyek-proyek yang akan dilakukan di Tuban bersama bupati Tuban waktu itu, namun setelah menunggu agak lama ternyata ndak segera ditemuin juga, Akhirnya dia langsung pergi meningalkan Tuban, dan langsung kontak bupati Lamongan, waktu itu masih dijabat Pak Masfuk yang punya background pebisnis. singakt cerita proyek tersebut akhirnya dibangun di Lamongan Utara, dan dari proyek rintisan itulah sekarang di daerah Paciran-Lamongan Utara terdapat banyak industri berbasis kemaritiman.

Maka tidak heran Don Kardono selaku Wadir Jawa Pos dalam kolom tulisannya di koran Jawa Pos membuat tulisan menarik yang diberi judul " Mending,Cuma lempar Kursi " hehe. Don Kardono menceritakan juga bahwa pak DI juga pernah melempar komputer ke lantai. Gara-garanya kesalahan editing, kesalahan redaksi. Dia banting komputer di depan orang yang membuat kesalahan yang  dinilai fatal itu. Tentu, sebelumnya diawali dengan suara keras, intonasi keras, dan tatapan mata yang tajam.

Yang menarik dalam tulisanya tersebut, katanya masih ada 1001 macam cara marah Dahlan Iskan. Di berbagai kasus, di berbagai daerah, di berbagai level manajemen yang berbeda, reaksi marahnya  juga berbeda. Kontekstual dan spontan.

Terlepas dari pro kontra sikap dan gaya kepemimpinan pak DI, yang jelas dia telah memberikan inspirasi dan semangat untuk selalu bekerja keras. 

Menurut pakar Manajemen Prof.Renald Kasali menyebut pak Dahlan Iskan adalah pemimpin  Transformatif yaitu, pemimpin yang memprioritaskan masyarakat, pandai berkomunikasi dengan  orang yang dipimpin, dan sering turun ke lapangan. Kemudian, pemimpin yang mempunyai energi  cukup besar, dan mampu memecahkan masalah ruwet dengan solusi sederhana.

Pak DI merupakan sosok yang unik sekaligus inspiratif,dimulai dengan menjadi karyawan biasa di Jawa Pos, berkat kerja keras dan keuletan beliaulah, telah menjadikan Jawa Pos yang awalnya mau bangkrut, sekarang menjadi Raksasa media yang disegani. Kekuatan media inilah yang menjadikan "Second Power" buat beliau dalam menjabat PLN dan meneg BUMN, Bahkan anggota DPR akan berpikir seribu kali untuk menyerang dan menghalang halangi sepak terjang Mentri satu ini. Bila tidak pengen dihajar balik oleh media JP Group, hehe.

Kita lihat saja aksi aksi Unik Pak DI selanjutnya..Semoga bermanfaat dan bisa mengambil hikmah dari kisah tersebut.

Salam, 

Aan Hunaifi


You May Also Like

0 comments