Tips CEO Terbaik Indonesia : Handry Satriago

by - Monday, February 27, 2012


Handry Satriago: Seorang Pemimpin Jangan Hanya Memberi Mimpi Besar


Perjalanan karier Handry Satriago, Presiden Direktur GE Indonesia bisa menjadi panutan bagi para profesional di Indonesia. Sejak awal kariernya di GE, dia memosisikan diri untuk berkarya sebaik mungkin dan bekerja keras. “Karena pilihannya cuma dua: grow atau diam menikmati fasilitas yang ada,” katanya. Dan dia lebih memilih untuk grow. Konsekuensinya, Handry harus bekerja lebih keras lagi, sampai akhirnya dipilih menjadi CEO GE Indonesia.

Sebagai pemimpin, Handry menerapkan prinsip-prinsip leadership 4E dari Jack Welch (energy, energizing, edge, dan execute). Leader, katanya, harus punya energy dan passion untuk learning dan improving. “Karena biasanya ketika perusahaan sukses, kita jadi lupa untuk belajar sesuatu yang baru,” ucapnya. Menurutnya, pemimpin harus bisa belajar lebih banyak lagi. Handry juga menggarisbawahi “penyakit baru” para pemimpin. Yakni nacisstic leader. Ini terjadi pada leader yang misalnya pernah sukses dengan strategi bisnis di masa lalu dan diterapkan pada masa sekarang. Padahal, situasi dan kondisinya berbeda. Ini kemungkinan berhasilnya kecil, karena belum tentu kesuksesan yang dulu bisa diraih dengan cara yang sama. Itulah sebabnya, dia menyarankan seorang leader harus terus mau belajar. “Untuk bisa belajar, diperlukan ketahanan dan kesehatan,” kata dia.

“Leader juga wajib punya kemampuan meng-energize orang,” Handry menegaskan. Sebab, tidak mungkin pemimpin bisa maju dengan diri sendiri. Pemimpin bisa maju kalau timnya juga ikut maju. Handry mengibaratkan dengan tim lari estafet. “Tidak mungkin hanya satu orang saja yang jago lari. Semua harus bisa lari untuk memenangkan perlombaan,” ungkapnya.

Pemimpin juga perlu edge. Seorang leader harus punya itu. Kemampuan edge ini membuat leader berani mengambil keputusan pada prinsip yang dipegang. Seringkali demokrasi dalam bisnis terjadi ketika keputusan belum diambil. “Ketika keputusan diambil, itu sudah menjadi tanggung jawab leader dan harus berani mempertanggung jawabkan hingga proses evaluasi berikutnya,” kata dia. Edge juga memungkinkan leader mengambil keputusan yang tidak populer.

“Sebagus apa pun Anda, kalau tidak execute tidak bisa menonjol,” katanya menyebut E yang terakhir. Untuk bisa execute, Handry menyarankan agar membuat target yang bisa dicapai dan berdasarkan perhitungan. “Create success story juga penting. Maksudnya, bikin pilot project sebelum menjalankan proyek besar,” ujarnya tandas. Tujuannya, agar orang percaya kemampuan seorang leader. “Jangan berikan mimpi besar,” dia mengingatkan.

Handry menerapkan prinsip tersebut dalam kariernya. Menurutnya, sebagai seorang pemimpin multinational company, tidak cukup hanya bisa menjual produk ke Indonesia. “Tetapi, how to sell’Indonesia to the company,” dia menyarankan. Untuk itu, dia menuntut diri sendiri supaya dapat menyajikan fakta menarik tentang Indonesia agar bisa “dijual” ke headquarter. Sehingga, kantor pusat punya kepercayaan untuk berinvestasi maupun mendidik pasar Indonesia.

Bagaimana bisa meraih pasar Indonesia dan regional, juga menjadi andalan Handry. Misalnya, pengguna kereta api. Fakta, menariknya, pengguna lokomotif terbanyak di ASEAN adalah Indonesia. Jadi sangat masuk akal kalau service center of excellence juga ada di Indonesia. Hal-hal semacam inilah yang harusnya dikemukakan ke head quarter.

Bekerja di multinational company, seorang pemimpin juga harus bisa memberikan manfaat bagi negara dan bangsa. “Untuk Indonesia-nya dapat apa, itu juga penting. What can we do selain doing business?” ungkap Handry. Jadi, Indonesia juga harus mendapatkan keuntungan dari keberadaan multinational company. Misalnya, di GE yang melakukan banyak program rural (pedesaan), seperti menjual peralatan high tech untuk pedesaan yang disesuaikan sehingga produk bisa dinikmati dengan harga yang lebih murah.

Ke depan, Handry bercita-cita ingin menjadi guru. “Kalau untuk menjadi guru, saya harus melewati tahap sebagai CEO regional atau global, ya harus saya jalani,” ujarnya mengungkapkan cita-citanya. (EVA).

ditulis : by Sigit A. Nugroho

You May Also Like

0 comments