Mahasiswa Unair Wakili Indonesia dalam Workshop di Italia


FMIPA - Warta Unair, Mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Airlangga (FMIPA Unair), Aan Hunaifi, menjadi satu- satunya peserta yang lolos dari Indonesia dalam workshop internasional Entrepreneurship for Physicist and  Engineer from Developing Countries, yang berlangsung di The Abdus Salam International Center for Teoritical  Physic (ICTP), di Italia, 17 21 Maret 2008. 

Nama Abdus Salam diambil orang pertama penerima Nobel Fisika asal Pakistan, dan diabadikan sebagai nama  perguruan tinggi tersebut. Aan, mahasiswa semester 8 pada Departemen Fisika FMIPA Unair itu, sekaligus orang keempat dari Asia di acara yang diperuntukkan bagi ilmuwan negaranegara berkembang ini. Tiga wakil Asia yang lain adalah dari Jepang, Filipina dan Malaysia. Selain itu, Aan juga menjadi satusatunya peserta yang masih berstatus mahasiswa (student), sedang peserta yang lain, menurut dia, sudah bergelar S2 hingga Guru Besar.

Workshop Internasional di ICTP di “Negeri Pizza” tersebut bertujuan untuk memberikan pelatihan tentang  penelitian yang baik, mudah dipraktikkan (aplikatif), mudah dimassalkan, dengan tema-tema yang disukai oleh  pasar. Selain itu juga caracara bagaimana mengamankan hasil penelitian yang diantaranya dengan hak paten, bagaimana cara mencari modal awal dalam aplikasi hasil penelitian, hingga manajemen pengelolaan usaha  dan kewirausahaan. Tema riset yang diketengahkan terbatas pada teknologi, lebih khusus pada bioteknologi,  yang dikaji baik secara keilmuan dan bisnisnya. Dengan aplikasi penelitian dari perguruan tinggi, dimana hasil penelitian itu sudah dipatenkan, maka diharapkan akan menjadi sumber pemasukan bagi universitas. 

Bahkan, menurut Aan, Universitas Airlangga sangat memungkinkan mengaplikasikan keilmuan seperti yang diajarkan dalam workshop ini. Acara ini sengaja diselenggarakan di negara Eropa, alasannya karena rata-rata laboratorium di negara tersebut  lebih canggih terutama dari skala mikro molekuler. ”Kalau dibandingkan dengan lab fisika sejauh yang saya  tahu di Indonesia, kita masih kalah jauh,” kata mahasiswa asal Lamongan yang sudah menghasilkan tujuh karya  ilmiah ini. Karena itu ia mengaku sangat beruntung menjadi salah satu peserta workshop yang sangat berharga ini


Tidak mudah untuk mencari tiket sebagai peserta workshop ini. Pertama ia mengetahui rencana workshop ini dari browsing internet dan menemukan website ICTP. Karena merasa memiliki modal untuk mendaftar, maka Aan mengisi  formulir secara online itu. Syarat tertentu yang harus dipenuhi adalah pernah melakukan riset dan pernah  menjuarai riset.

Untuk itu, mahasiswa Unair ini memiliki dua “modal”. Tahun 2002 Juara II lomba karya tulis ilmiah dalam Olimpiade Kimia se- Jatim. Tahun 2005 juara I lomba “One Day Scientific Seminar (ODSS) FMIPA Unair”. Tahun 2006 sebagai wakil mahasiswa Unair dalam ”Techno-Preneurship Student Program” di Bogor. Penelitian yang  dilakukan saat itu bersama Lamelson Recognation and Mentoring Program (LRAMP) dari The Lametson Foundation USA (2006). Kemudian tahun 2007 Aan juara III lomba Proposal Bisnis Bioteknologi tingkat nasional. (Bes)

Sumber : http://warta.unair.ac.id/
         NO : 33 Tahun IV, April 2008

1 comments:

mAm1 said...

i like it very much..