Ciri - Ciri Bos Idaman Indonesia


Sebagai pemimpin, Anda tentu ingin menjadi ‘atasan idaman’ dengan cara berhasil memenuhi target perusahaan sekaligus memperoleh pendapatan sebanyak mungkin. Namun, hal tersebut tidaklah cukup. Bagi para anak buah, seorang atasan seharusnya tidak cuma mengevaluasi kinerja tetapi juga terlibat dalam membantu mereka meraih kesuksesan di perusahan.

Hal tersebut diungkapkan oleh survei yang dilakukan Kelly Services, konsultan tenaga kerja global. Sekitar 38% dari para responden yang mengatakan bahwa atasan mereka telah dengan baik mempersiapkan mereka meraih kesuksesan di masa depan, 42% mengatakan mereka tidak dipersiapkan dengan baik, sementara 20% ragu.

Sekitar dua per tiga dari orang yang telah menjawab survei menyatakan akan merekomendasikan perusahaan tempat mereka bekerja sekarang kepada teman atau kenalan mereka. Berdasarkan pernyataan Bernadette Themas, Direktur Pengelola Kelly Services Indonesia, “Para pekerja sangat mempercayai perusahaan. Menurut mereka, perusahaan mempunyai pandangan yang jelas tentang bagaimana para pekerjanya diatur dan ditempatkan. Mereka, dalam hal ini perusahaan, memiliki dampak yang sangat besar untuk kemampuan bisnis karyawan dengan tujuan untuk menarik dan mengasah talenta.”

Hasil survei di Indonesia menunjukkan bahwa baik gen Y (usia 18 – 29 ) maupun gen X (usia 30 – 47) setuju bahwa gen X akan menjadi pemimpin terbaik, tapi generasi Baby Boomer (usia 48-65) sangat yakin bahwa generasi mereka merupakan yang terbaik sebagai pemimpin.

Selain itu, berdasarkan studi tersebut, yang paling penting dimiliki untuk menjadi pemimpin terbaik ialah 32% responden berpendapat cara memimpin adalah hal yang terpenting; sedangkan 24% mengatakan visi ke depan dan arahan yang jelas adalah hal yang terpenting. Sementara itu, 18% mengatakan cara berkomunikasi adalah hal terpenting.

Lebih dari separuh responden (55%) menyatakan budaya kepemimpinan di kantor mereka antara “memberdayakan” atau bahkan “inklusif” dan 29% menyatakan “otoriter” dan “menindas”. Lebih dari separuh (59%) responden menyatakan kerja keras mereka diperhatikan dan dihargai. Di antara mereka yang merasa kerja keras mereka dihargai dan diperhatikan ini, 48% mendapatkan surat penilaian dari manajemen, sementara 33% mendapatkan bonus dan insentif, dan 18 persen diberitahu program resmi lain.

“Karyawan akan mengakui kepemimpinan para atasan yang mampu menjalankan budaya kepemimpinan berupa pemberdayaan pegawai serta memberi penghargaan atas kerja keras karyawan,” kata Bernadette Themas.

ditulis by Ellyzar Zachra P.B

0 comments: