Cara Unik dan Inspiratif Memilih CEO Terbaik

by - Wednesday, February 22, 2012


Seorang pengusaha memasuki masa tuanya dan merasa inilah saatnya untuk memilih sesorang yang sukses untuk mengambil alih bisnisnya.

Daripada memilih salah satu Direkturnya atau anak-anaknya, dia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Dia memanggil semua eksekutif muda yang ada di perusahaannya.

Dia mengatakan, “Sudah saatnya saya pensiun dan memilih CEO berikutnya. Saya telah memutuskan untuk memilih salah satu di antara kalian.” Para eksekutif muda terkejut, tapi si bos melanjutkan perkataannya. “Saya akan memberikan masing-masing kepada kalian satu BIBIT hari ini – bibit yang sangat special. Saya mau kalian menanamnya, menyiraminya dan kembali kesini setelah setahun dari hari ini dengan apa yang telah kalian peroleh dari bibit yang saya berikan. Lalu saya akan menilai hasil yang kalian bawa, dan memilih salah satunya untuk mejadi CEO berikutnya.”

Seorang pria, bernama Jim, juga berada disana hari itu dan dia, sama seperti yang lainnya, menerima sebuah bibit. Dia pulang ke rumah dan bercerita kepada istrinya. Istrinya membantu Jim, mencari pot, tanah dan pupuk, dan Jim menanam bibit itu. Setiap hari, Jim menyiraminya dan melihat apakah tanamannya itu tumbuh. Setelah tiga minggu, beberapa eksekutif mulai bercerita mengenai bibit itu yang mulai berkembang.
Jim selalu mengecek bibitnya, tapi tidak ada menemukan pertumbuhan.
Tiga minggu, empat minggu bahkan lima minggu, belum terlihat pertumbuhan apapun.

Sekarang, tiap orang bercerita tentang tanamannya, tapi Jim tidak memiliki tanaman dan dia merasa gagal.
Enam bulan berlalu – masih belum terdapat tanaman apa-apa di potnya Jim. Dia merasa bahwa dia telah mematikan bibitnya. Sementara yang lain telah memiliki pohon dan tanaman yang tinggi, sedangkan Jim tidak memiliki apa-apa. Jim tidak menceritakan apa-apa kepada rekannya, namun dia tetap selalu menyirami dan memberikan pupuk bibit tersebut – yang sangat dia inginkan agar tumbuh.

Akhirnya sampailah setahun yang dimaksud dan para eksekutif muda dari perusahaan itu membawa tanaman mereka kepada CEO untuk diperiksa.

Jim berkata kepada istrinya bahwa dia tidak akan datang dengan membawa pot yang kosong. Tapi istrinya memintanya untuk jujur mengenai apa yang terjadi. Jim merasakan sakit perut, dan itu akan menjadi saat yang paling memalukan dalam hidupnya, tapi dia sadar bahwa istrinya benar. Dia membawa pot yang kosong ke ruang rapat. Saat Jim tiba, dia sangat tercengang atas macam-macam tanaman yang dibawa para eksekutif yang lain. Tanaman itu begitu indah – dalam bentuk dan ukuran yang bermacam-macam. Jim menaruh pot kosongnya di lantai dan banyak rekannya yang menertawainya, dan beberapa turut prihatin kepadanya!
Saat CEO datang, dia memeriksa ruangan dan menyalami serta menyapa para pegawainya.

Jim berusaha untuk hanya tetap bersembunyi di belakang. “Wah, betapa bagusnya tanaman, pohon dan bunga yang telah kalian tanam,” kata CEO. “Hari ini salah satu dari kalian akan ditunjuk menjadi CEO selanjutnya!”

Tiba-tiba, CEO menunjuk Jim yang berdiri paling belakang dari ruangan tersebut dengan pot kosongnya. Dia meminta Direktur Keuangan untuk memanggil Jim ke depan. Jim sangat gugup. Dia berfikir, “CEO mengetahuinya bahwa aku gagal! Dan mungkin dia akan memecatku!”

Ketika Jim sampai di depan ruangan, CEO bertanya kepadanya tentang apa yang terjadi pada bibitnya – Jim bercerita padanya.

CEO meminta semuanya untuk duduk kecuali Jim. Dia melihat kearah Jim dan mengumumkan kepada para eksekutif muda yang lain, “Inilah Bos kalian yang baru! Namanya Jim!” Jim tidak mempercayainya. Bahkan Jim tidak bisa menumbuhkan bibitnya.
“Bagaimana bisa dia menjadi CEO yang baru?” yang lainnya bertanya.

Lalu si bos berkata, “tepat setahun yang lalu, saya memberikan kalian yang ada di ruangan ini sebuah bibit. Saya sampaikan kepada kalian untuk mengambilnya, menanamnya, menyiraminya dan membawanya kembali pada saya hari ini. Tapi saya memberikan kalian semua bibit yang telah direbus, dan sudah mati – tidak mungkin untuk menumbuhkannya.

Semuanya, kecuali Jim, membawa pohon dan tanaman dan bunga. Saat kalian mengetahui bibit itu tak mungkin tumbuh, kalian menukarkannya dengan bibit yang lain. Jimlah seorang yang dengan usahanya dan jujur membawa kembali potnya yang kosong dengan bibit yang sama. Oleh karena itu, dialah yang akan menjadi CEO baru!”


  1. Jika kamu menanam kejujuran, kamu akan memperoleh kepercayaan
  2. Jika kamu menanam kebaikan, kamu akan memperoleh pertemanan
  3. Jika kamu menanam kerendahan hati, kamu akan memperoleh kejayaan
  4. Jika kamu menamam ketekunan, kamu akan memperoleh kepuasan hati
  5. Jika kamu menamam pemikiran, kamu akan memperoleh pandangan
  6. Jika kamu menanam kerja keras, kamu akan memperoleh kesuksesan
  7. Jika kamu menanam pengampunan, kamu akan memperoleh perdamaian


Jadi, hati-hati menamam apa sekarang, itu akan menentukan apa yang akan kamu peroleh di masa datang.

Pikirkan hal ini sejenak…
Jika saya muncul di depan pintu rumahmu sambil menangis, apakah kamu peduli?
Jika saya meneleponmu dan memintamu untuk menjemputku karena sesuatu telah terjadi, apakah kamu akan datang?
Jika saya hanya memiiliki satu hari lagi dalam hidup, maukah kamu menjadi bagian dari hari terakhir saya?
Jika saya memerlukan pundak untuk mengadu, apakah kamu akan melakukannya?
Ini adalah sebuat tes untuk mengetahui siapa temanmu sesungguhnya atau jika kamu hanyalah seseorang untuk teman mengobrol kala mereka bosan.

Tahukah kamu, hubungan apa antara dua matamu?


Kedua mata mengedip bersamaan,
Mereka bergerak bersamaan, menagis bersama,
mereka melihat segalanya bersamaan,
dan tidur bersamaan, tapi mereka tak pernah saling melihat,,,,,itulah arti persahabatan..
Aspirasimu adalah motivasimu,
motivasimu adalah kepercayaanmu,
kepercayaanmu adalah kedamaianmu,
kedamaianmu adalah tujuanmu,
tujuanmu adalah surga, dan hidup sangat sulit tanpa itu.

menarik sekali,semoga bermanfaat.


sumber :http://gapwebid.blog.esaunggul.ac.id/2011/01/20

You May Also Like

0 comments