Bagaimana Supaya Saya menjadi CEO Terbaik ?

oleh Aan Hunaifi
Siapa yang tidak mau mempunyai posisi tertinggi disebuah perusahaan ? Banyak sekali manfaat dan fasilitas yang akan didapatkan dari seorang CEO. Fasilitas Premium berupa gaji, bonus dan bepergian akan didapatkan.

Namun apakah hanya materi saja yang menjadi GOAL atau tujuan utamanya? Tentu menurut saya tidak,dan seharusnya jangan karena materi, materi itu hanya efek samping saja, sama kayak kita minum obat pasti ada efek sampingnya tapi bukan itu tujuannya, tujuannya adalah supaya kita sembuh.

Menjadi CEO ibaratnya sebuah komandan dalam sebuah peperangan, kalah- menang tanggung jawab sang komandan dan ibarat sang nahkoda di kapal besar perusahaan kita, sampai tidaknya kapal di tempat tujuan tidak terlepas dari keliahian sang nahkoda.

Begitu besar tantangan dan tanggung jawabnya seorang CEO itulah yang menarik dijadikan alasan mengapa kita mau jadi CEO.

Mengapa seperti itu ? Alasannya adalah dengan menjadi CEO akan memberikan kesempatan kita bisa memberikan manfaat besar buat orang banyak, dan itulah yang harus menjadi semangat kita semua. Apakah hanya dengan menjadi CEO saja kita bisa memberikan manfaat ? tentu jawabanya tidak, semua orang, apapun jabatan dan posisinya mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi pribadi bermanfaat, ini hanya masalah pilihan.

Pak Gatot Suwondo salah satu CEO Terbaik Indonesia yang sekarang menjadi CEO Bank BNI, memberikan ilustrasi menarik dan isnpiratif terkait masalah ini, Pak Gatot mengatakan Hidup adalah sejatinya masalah pilihan, kita memilih untuk menjadi pohon besar atau menjadi rumput.

Dua pilihan tersebut mempunyai kekurangan dan kelebihan masing- masing. Oleh sebab itu mulai sekarang kita harus putuskan kita mau jadi apa kedepan ? Setelah kita putuuskan mau jadi apa? kemudian saatnya kita untuk Belajar, Belajar dan Belajar dengan fokus pilihan yang kita ambil.

Setiap tahun selalu diadakan ajang untuk mencari dan mengumumkan siapa saja para CEO terbaik baik tingkat Nasional maupun tingkat dunia.

Apa saja yang menjadi parameter dan ukuran penilaian seorang CEO Terbaik ? Menurut Dunamis Consulting yang menjadi pelopor dan inisiator event tahunan ini, menyebutkan parameter yang digunakan adalah Fungsi Kepemimpinan dan Indeks Loyalitas Karyawan. Untuk Fungsi Kepemimpinan, metode yang digunakan adalah program Dunamis - 4 Roles of Leadership yang menilai para CEO dari 4 fungsi kepemimpinan yaitu : Perintis, Penyelaras, Pemberdaya dan Panutan.

1. Pada fungsi Perintis (Pathfinder) melihat bahwa CEO harus tahu kemana harus menuju dan dapat menuntun dalam perjalanannya. Sebagai pemimpin, ia berhasil membawa teamnya ke tempat yang dituju meski mereka pada awalnya menolak.

2. Fungsi Penyelaras (Alignment) melihat CEO haruslah mampu membuat sistem kerja yang baik sehingga perusahaan dapat berjalan ke arah yang benar sesuai tujuan yang hendak dicapai.

3. Fungsi Pemberdaya (Empower) memperlihatkan fungsi CEO yang harus mampu mendorong semua orang terlibat dalam perusahaan dengan sepenuh hati. Bekerja tidak hanya karena kewajiban namun bersedia memberikan yang terbaik tanpa paksaan siapapun.

4. Fungsi Panutan (Role Model) melihat bahwa CEO haruslah dapat dipercaya untuk diikuti.

dari keempat indikator kriteria diatas masih ditambahkan 2 indikator lain untuk menilai para CEO yaitu Kepercayaan dan Eksekusi.

Kedua indikator ini ditambahkan untuk semakin mempertegas fungsi kepemimpinan sekaligus untuk melihat bagaimana kepercayaan dan eksekusi mempengaruhi fungsi kepemimpinan para CEO. Hal ini didasarkan pada hasil studi Franklin Covey dimana apabila Kepercayaan naik maka Speed akan naik serta Cost perusahaan-pun mengalami penurunan. Sementara dari indikator eksekusi, para CEO dinilai bagaimana mereka mendefinisikan tujuan-tujuan yang sangat penting (wildly important goals) serta bagaimana mengukur setiap upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.


Beberapa temuan menarik yang juga didapatkan dari survei dalam proses seleksi adalah bila Fungsi Kepemimpinan naik maka Indeks Loyalitas Karyawan juga naik. Begitupun sebaliknya, bila Fungsi Kepemimpinan turun maka Indeks Loyalitas Karyawan juga mengalami penurunan. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa penilaian yang dilakukan dalam mencari CEO terbaik dengan penilaian dari fungsi kepemimpinan dan indeks loyalitas karyawan telah berada di jalur yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ternyata sangat berat untuk menyandang gelar CEO Terbaik dan mempunyai Certifikat seperti digambar atas: Butuh kerja Keras, kerja Cerdas, Kerja Tuntas serta terakhir kerja Ikhlas untuk bisa memperoleh gelar prestise tersebut.

Kembali ke laptop,,eits salah kembali ke judul tulisan ini . Ternyata untuk menjawab pertanyaan judul diatas sangat susah dan penuh tantangan ? hehe..

Namun apakah saya bisa dan mampu ? apakah saya mempunyai Gen DNA untuk jadi CEO Terbaik ? Apakah aktifitas belajar saya sudah fokus kesana? Apakah saya sudah menemukan orang tepat untuk mendukukung cita -cita saya ? Apakah saya sudah menemukan mentor CEO yang bisa membimbing saya untuk meraih cita-cita saya ?

Ternyata masih banyak pekerjaan yang harus saya lakukan,namun dalam hati kecil saya mengatakan bahwa saya bisa, saya pasti bisa meraih cita-cita saya.

Belajar dari pengalaman, sewaktu mempunyai cita -cita untuk bisa kuliah di Universitas Negeri dan akhirnya bisa kuliah di Unair Surabaya. Walaupun dulu banyak yang menertawain bahkan bilang tidak mungkin kamu bisa kuliah, toh pada akhirnya bisa kuliah dan lulus juga.

Semoga cita-cita untuk bisa memberikan manfaat kebanyak orang melalui jadi CEO bisa dimudahkan dan diberikan keridhaan oleh Allah swt.

Bagaimana dengan cita -cita anda ?
Semoga bermanfaat,

Aan Hunaifi

5 comments:

Anonymous said...

Assalamualaikum,..
Mungkin Judulnya diganti : "Bagaimana Supaya Saya bisa menjadi CEO terbaik"..he..he..he.., saran aja bisa diterima dan bisa ditolak..
Walaikumsalam

Aan Hunaifi said...

Wassalamualaikum,
wah bner juga ya, usulannya. sipp makasih ya atas saranya.segera akan saya ganti.
btw kok ndak ditulis namanya ya?

wassalamualikum

salam,

Aan Hunaifi

Anonymous said...

Assalamualaikum..
Sekarang mau nanya cak kalo point ke-3 (EMPOWER) itu berarti bekerja dengan IKHLAS betul cak..?
betapa sulitnya ya..?
Caranya saya tolong dikasih tau cak?
terima kasih mohon maaf sebelumnya..
(by. biasa.. m.anisagus@yahoo.co.id)
Waalaikumsalam..

Aan Hunaifi said...

Cak Agus,, betul sekali seperti itu..namum untuk menjawab pertanyaan bagaiaman kita bisa ikhlas,,jujur saya masih jauh dari ilmu dan perilkau iklhas,, Ikhlas begitu mudah diucapkan tapi begitu susah untuk dilakukan..karena itu menyangkut masalah hati..dan ikhlas itu hanya Allah saja yang mengetahui..Kalau Cak Agus sudah tau caranaya aq dikasih tau ya ? hehe

Anonymous said...

Mungkin ini jawabannya :
http://penyegarhati.com/2009/09/bekerja-adalah-ibadah/
semoga bermanfaat..
Jadi jangan juga demi sebuah sertifikat.. he..he..he..