Rektor Unair Terima Mahasiswa Baru

by - Monday, February 22, 2010

Kampus C - Warta Unair

Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. H. Fasich, Apt., Selasa (18 Agustus 2009) kemarin secara resmi menerima sebanyak 6124 orang mahasiswa baru tahun akademik 2009. Acara sidang Universitas Airlangga dalam Rangka Pengukuhan Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2009-2010 ini, digelar di Gedung Auditorium Kampus C Jl. Mulyorejo Surabaya, dihadiri seluruh pimpinan Unair, Dekan, Guru Besar, Ketua Presidium Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unair, perwakilan dosen dan orang tua mahasiswa.

Mahasiswa angkatan tahun 2009 ini adalah mahasiswa angkatan ketiga sejak Unair meraih status Badan Hukum Milik Negara (BHMN) tahun 2006. Mereka terdiri dari 996 mahasiswa Diploma-3 (D3), 3.938 mahasiswa Strata-1 (S1), 493 mahasiswa Alih Jalur, 697 mahasiswa pascasarjana (S2, S3, dan Spesialis), sehingga total mencapai 6160. Mereka diterima setelah melalui berbagai ujian tertulis (test) yang dilakukan Unair sejak bulan Februari hingga Agustus 2009.

Penerimaan mahasiswa secara resmi tersebut dilaksanakan oleh Rektor dengan acara pemakaian jaket almamater dan mutz Unair secara simbolis kepada dua perwakilan mahasiswa baru , yang diikuti oleh semua mahasiswa.
Pada acara itu, Rektor Unair menyerahkan beasiswa penuh (full scholarship) yang disebut Beasiswa Masuk Universitas (BMU) kepada 23 mahasiswa baru Unair berprestasi khusus, yang diwakili oleh Ainur Rozikun (Fakultas Sains dan Teknologi) dan Churnia Ragil (Fak. Psikologi). Beasiswa ini dikeluarkan sesuai SK Rektor Unair No. 644/H3/KR/2009, yang rinciannya meliputi biaya SPP selama empat tahun dan biaya hidup sebesar Rp 5 juta setiap mahasiswa setiap tahun.
Selain itu dalam kesempatan ini disampaikan pidato ilmiah oleh pakar politik dari FISIP Unair, Drs. Daniel Theodore Sparringa, MA., Ph.D, dan pidato perwakilan orangtua mahasiswa baru oleh Ir. Helmi (PT Pupuk Kaltim).

Harus Disyukuri
Dalam sambutannya, Rektor Unair Prof. Dr. Fasich, Apt, mengatakan bahwa keberhasilan menjadi mahasiswa Unair tersebut merupakan prestasi yang harus disyukuri, mengingat tidak semua orang memperoleh kesempatan untuk dapat menempuh pendidikan di Unair sebagai salah satu perguruan tinggi yang mempunyai reputasi di tanah air Indonesia.
“Ucapan syukur tersebut selanjutnya harus ditindaklanjuti dengan kerja keras selama menempuh pendidikan di Unair, agar pada saatnya nanti sampai pada tujuan dan cita-cita saudara, orang tua, dan bangsa, yaitu menjadi seorang sarjana,” kata Rektor.

Ditambahkan oleh Rektor, sejak menyandang status BHMN tahun 2006, Unair memperoleh otonomi untuk melaksanakan semua tanggungjawabnya dalam menyelenggarakan pendidikan bagi mahasiswa. Bahkan sudah pula disusun rencana strategis untuk mengarah menjadi universitas terkemuka, mandiri, inovatif dan bermoral tinggi. Untuk itu telah dilakukan perubahan kearah penyempurnaan di berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat (tri civitas akademika).

Prestasi Unair
Di bidang penelitian misalnya, Unair telah mendapat mandat dari pemerintah untuk membuat vaccine flu burung, sebagai hasil ketekunan seluruh sivitas dalam bidang penelitian flu burung (avian influenza/AI). Penelitian penyakit flu burung dan penyakit tropis lainnya akan makin dimungkinkan seiring dengan telah dimilikinya fasilitas laboratorium Bio Safety Level-3 (BSL-3) serta pembangunan Rumah Sakit Penyakit Tropik Infeksi yang sedang berlangsung dan dalam waktu tidak lama lagi akan segera beroperasi.


Rektor juga memuji bahwa capaian prestasi mahasiswa juga pantas dibanggakan. Misalnya, tahun lalu Aan Hunaifi, mahasiswa FST Unair terpilih sebagai Duta ASEAN Preneurs untuk Indonesia yang diselenggarakan oleh ASEAN Preneurs Youth Leader Network National University of Singapore Enterpreneourship Society. Lima mahasiswa jurusan Fisika FST menjadi juara Olimpiade NasionalMIPA Perguruan Tinggi 2009, Harun Immanuel dari Departemen Matematika FST menjadi delegasi Indonesia yang pertama kali meraih hadiah sebagai pemenang II lomba olimpiade matematika tingkat dunia. Di bidang olahraga, tim basket putera Unair sebagai juara Road to LA Light Campus League 2009.

Secara kelembagaan Unair juga telah meraih penghargaan Anugerah Anindyaguna dari Mendiknas atas pengakuan sebagai PT berkelas dunia. Ranking Unair dalam Webometrics terbaru juga meningkat. Di tingkat nasional Unair berada di peringkat lima besar, dan di level Asia Tenggara berada di posisi 40, pada ranking dunia berada di peringkat 2.672. Unair juga memperoleh Penghargaan Good Practices dari Dirjen Dikti dalam hal penjaminan mutu (quality assurance) dalam penyelenggaraan proses belajar-mengajar, kompetensi mahasiswa, alumni dan dosen, serta sarana dan prasarana. (Sumber www.Wartaunair.ac.id)

You May Also Like

0 comments